Halo P Suwela,

Beh mekelo gati metape.

Saya juga sangat prihatin dengan buleleng dan masyarakatnya. Masyarakat
Buleleng yang dikenal egaliter dan dan tidak anggah ungguh selama ini
ternyata mulai berbeda belakangan ini. Pak mungkin sering mendengarkan di
radio Guntur beberapa hari lalu, saat bupati buleleng menerima Tri Hita
Karana Award (Penghargaan untuk jasanya menjaga lingkungan), semua kepala
dinas, pimpinan sekolah, sebagian desa pakraman mengucapkan SELAMAT kepada
bupati. Tidak ada yang mau tertinggal atau takut tertinggal dalam
berlomba-lomba mengucapkan SELAMAT kepada bupati atas keberhasilannya meraih
Tri Hita Karana Award.

Sekarang ketika rencana bupati memberikan 20 hektar hutan di danau Buyan
kepada investor (PT Nusa Bali Abadi) mendapatkan serangan dan kritik dari
pemerhati lingkungan (Walhi, KMHDI, dll), Ida Pedanda, anggota DPRD Bali,
dan kemudian ditolak Gubernur Bali, terjadi gema "koor" yang sama. Banyak
organisasi yang pasang badan untuk seolah-olah membela investasi di
Buleleng. Persoalan pokok lingkungan dan menjaga hutan serta aliran air
bersih dari Buyan ke buleleng dan tabanan dibelokkan menjadi isu pembangunan
utara-selatan.

Suryak siu yang menggejala ini sangat tidak sehat. Jadi,  pemimpin memang
dapat membangun kultur ya. Betul juga seperti yang dikatakan Ida Pedanda
Made Gunung.

salam
gde wisnaya

2009/2/6 nyoman suwela <[email protected]>

> Sorry Pak Wis, saya lama gak muncul di Milis, lagi gak punya pasangan untuk
> diajak chatting. Makanya jangan keenakan kalo lagi upload dan download.
> Syukur dapat MALE, di Bali kan selalu mengharapkan Male. Bagaimana kalau FE
> MALE, apa mau di-delete, dosa itu. Ingat kasus dokter gigi di Denpasar yang
> sedang main DELETE.
> Baca berita harian lokal yang ribut soal : SIAPA YANG SINTING tentang
> proyek danau Buyan. Bupati Buleleng baru saja mendapat penghargaan karena
> keberhasilan membina TRI HITA KARANA. Eh tahunya, ribut soal investor di
> danau Buyan dan kalangan elit saling menuduh sebagai sinting, dari Gubernur,
> sulinggih, wakil rakyat dan LSM. Kalau yang menyebut pemimpin saja caranya
> gitu menyampaikan pendapat, eh kita yang underground level (lebih rendah
> dari grassroot level), kaya apa ya? Lihat itu, restoran di Pelabuhan
> Buleleng, kenana limbah termasuk limbah WC dibuang? Eh, malah dapat Tri Hita
> Karana award. Menarik juga, ya. Bagi saya selalu mencoba melihat sisi
> lucunya, meskipun habis tertawa sedih juga melihat masa depan Bali ini.
> Ingat: LAUGHTER IS THE BEST MEDICINE. Terima kasih karena para pemimpin kita
> telah membuat kita tertawa. He...he...he.......
> NS
>
> --- On *Fri, 2/6/09, Gde Wisnaya Wisna <[email protected]>* wrote:
>
> From: Gde Wisnaya Wisna <[email protected]>
> Subject: [bali] You have got MALE
> To: [email protected]
> Date: Friday, February 6, 2009, 4:08 PM
>
>
> Kelahiran Anak Berawal dari *Chatting*
>
> Seorang anak bertanya kepada bapaknya,
>
> "Papa.. cerita dong, tentang kelahiranku. ."
>
> "Hmm, anakku.. memang, sudah saatnya kamu tahu.. lima
> tahun lalu, papa dan mamamu pertama kali bertemu di sebuah
> CHAT ROOM YAHOO. Via E-MAIL, kami janjian kopdar (kopi
> darat) di sebuah CYBER-CAFE. Kami memesan tempat khusus.
> Mama setuju untuk men-DOWNLOAD dari HARDISK papa. Segera
> papa bersiap meng-UPLOAD.
>
> Ternyata tak satupun dari kami memakai FIREWALL, dan sudah
> telat untuk memencet tombol DELETE. Akhirnya sembilan
> bulan kemudian muncul POP-UP kecil berisi pesan: YOU'VE
> GOT MALE..."
>
> --
> Gde Wisnaya Wisna
> Jl.Dewi Sartika Utara 32A
> Singaraja-Bali
> website : www.lp3b.com
>
>
>


-- 
Gde Wisnaya Wisna
Jl.Dewi Sartika Utara 32A
Singaraja-Bali
website : www.lp3b.com

Kirim email ke