Subject: Lagu Kebangsaan "Indonesia Raya"dihina?

 

Kalau ini memang benar maka kata-kata saya sederhana:

1. Lagi Indonesia Raya dihina maka :"GANYANG MALAYSIA!"

2. Mengenai kita diinjak dan dihina Malaysia adalah kesalahan bangsa kita
sendiri.

Alasannay: Kekayaan alam Malaysia tidak ada seujung kuku dibandingkan dengan
kekayaan alam Indonesia. Kepandaian orang Indonesia rata-rata jauh diatas
orang Malaysia rata2. Rata-rata Kerajinan kerja orang Indonesia jauh diatas
rata2 orang Malaysia.

Namun faktanya: Cadangan Devisa Malaysia lebih dari RI, Alutsista
RI:Malayisa hanya 1:4, Mengapa? Karena pemerintah RI tidak memikirkan
akumulasi kekayaan negara yang bocor sekitar USD. 240 Milyar selama 12 tahun
terakhir. (Ekspor -Impor per tahun rata2 USD 25 Milyar kali 12 Tahun)
Cadangan devisa negara hanya USD 40-60Milyar.

Banyak saudara kita berjuang mati2an untuk merubah sistim di negara ini agar
tidak bocor malah didzolimi dan ditertawakan. Malah lebih senang berhutang
ke LN yang sebetulnya tidak perlu. (Hutang LN selalu disyaratkan policy
ekonominya sesuai dengan si pemberi hutang, yang tentunya menguntungkan
mereka).

TNI sudah lebih dari 5 tahun berteriak agar dapat menjaga perbatasan,
penyelundupan dan pencurian ikan dan kayu serta hasil tambang dan pasir,
tanpa diperhatikan penguasa. Efektifitas alutsista TNI saat ini hanya 50%.
(nampaknya ada pesanan asing yang diuntungkan karenanya) Menurut standard
Bank Dunia batas kemiskinanan adalah USD2/hari/KK. Di indonesia masyarakat
yang harus hidup dengan penghasilan dibawah standar itu 115 juta orang.

 

Perang kita nggak sanggup, kecuali kirim pasukan sukarelawan teken mati
(kamikaze) sebanyak penduduk Malaysia.

 

Mau tambah alutsista harus tambah Hutang LN dan tingkatkan pajak plus
pendapatan negara non pajak (siapa yang kuat bayar?), jadi semakin diperas
sama pemberi hutang.

 

Masalah budaya diributkan: Paten budaya ada dalam diri setiap Warga negara
RI, jadi tunjukkan aja setiap dari kita ini aktif berbudaya nasional sampai
seluruh dunia tahu, bukan dengan nuntut minta maaf dslb.

 

Jadi bangsa kita sekarang harus berani mengkoreksi diri. Kita semua sudah
turut bersalah dan bertanggung jawab. Akan tetapi belum terlambat. Keputusan
kita hari ini menentukan eksistensi NKRI 3 tahun kedepan sebagai budak asing
dan akan (diinjak selalu oleh Malaysia) atau sebagai Negara Merdeka.

Saya ikut karawitan Jawa dan Bali serta grup folksong lagu2 nasional,
bagaimana dengan anda? Kalau orang ketemu saya saya perlihatkan ke
Indonesiaan dan Merah Putih saya tanpa harus dibuatbuat.

 

Bagaimana dengan saudara? Masih mau di-LANJUTKAN saja? 

 

 

Kirim email ke