Ah kasus yg kaya gini dah gak berita lg. Ingat dg PLTGU Pemaron yg dibangun 
dikawasan pariwisata? Ingat kasus DASONG yg lg rame? Lihat di kota Sgr, gak ada 
lagi garis sempadan jalan. Ah capek ah terlalu banyak contoh. Justru sulit cari 
contoh yg ngikuti aturan. Take it easy mate otherwise you will have a heart 
attack. He..he..
NS
Nyoman Suwela
-----------------------------------------
Powered by Telkomsel BlackBerry®

-----Original Message-----
From: "Asana Viebeke Lengkong" <[email protected]>

Date: Wed, 26 Aug 2009 20:13:17 
To: <[email protected]>; <[email protected]>
Subject: [bali] Siapkah Warga Mengawal Penegakan Perda Tata Ruang Bali?


SIAPKAH????

 

Jawabnya mungkin BELUM KALI YA...

 

Kepedulian masalah ini belum 'terbentuk' dan proses 'sosialisasi' biasanya
tidak ada dana jadi siapa yang akan melakukan?

 

Contohnya banyak:

 

-          Aturan sederhana dari banjar adalah semua warga kalau mau bangun
rumah sepakat mundur 1 meter untuk telajakan (ditanemin pohon juga bagus);
Disekitar rumah saya ada bangunan yang tembok rumah depannya tinggi 3 - 4
meter persis di batas tanah setelah saluran got.  Bangunan tersebut villa
milik orang luar, tapi tentu pakai nama orang Bali.  Jadi ketika Klian
Banjar saya tegur kenapa kok di ijinkan tembok itu di bangun tanpa ada 1
meter telajakan?  Jawab Klian: 'aduh bu, aluhan ngomong aja' anak jawa atau
ana bule; sukeh ngomong aja nyama baline; ajake rage mekerah; orahine ngotot
gen; sing nyak melu aturan; aluhan ngomong ajak anak jawa atau anak bule,
nyak iye melu aturan rage, bah keweh be bu'

-          Masih di sekitar rumah saya..... Kliannya yang membangun rompok
kone di atas carikne 'jalur hijau'; 'nyen nawang ade anak kar nyewa, rage
kar bangun buin di sampingne'; suatu hari rame ada satpol pp disana; tapi
tetap rompok tersebut berdiri dengan kokohnya menunggu untuk disewa.... lah
kalau Klian saja tidak peduli bagaimana mau menegakkan aturan?

 

Mau mulai dari mana? Saya berpendapat harus mulai dari Desa dan Banjar, kan
ada aturan bahwa Desa berperan dalam pembangunan di lingkungannya?
Sosialisasi di fasilitasi, gampang sekali ngumpul di banjar kan; klian,
kades, lurah, camat... gampang sebenarnya kalau MAU...

 

Tapi untuk masyarakat juga harus jelas apa manfaatnya... kalau nggak... ya..
pocol saja

 

vieb

 

 


Kirim email ke