***terharu,... tisu please,... 2008/3/3 john black <[EMAIL PROTECTED]>:
> Minggu siang di sebuah mal. Seorang bocah lelaki umur delapan tahun > berjalan menuju ke sebuah gerai tempat penjual eskrim. Karena pendek, ia > terpaksa memanjat untuk bisa melihat si pramusaji. Penampilannya yang lusuh > sangat kontras dengan suasana hingar bingar mal yang serba wangi dan indah. > > "Mbak sundae cream harganya berapa?" si bocah bertanya. > > "Lima ribu rupiah," yang ditanya menjawab. > > Bocah itu kemudian merogoh recehan duit dari kantongnya. Ia menghitung > recehan di tangannya dengan teliti. Sementara si pramusaji menunggu dengan > raut muka tidak sabar. Maklum, banyak pembeli yang lebih "berduit" ngantre > di belakang pembeli ingusan itu. > > "Kalau plain cream berapa?" > > Dengan suara ketus setengah melecehkan, si pramusaji menjawab, "Tiga ribu > lima ratus". > > Lagi-lagi si bocah menghitung recehannya, " Kalau begitu saya mau sepiring > plain cream saja, Mbak," kata si bocah sambil memberikan uang sejumlah harga > es yang diminta. Si pramusaji pun segera mengangsurkan sepiring plain cream. > > Beberapa waktu kemudian, si pramusaji membersihkan meja dan piring kotor > yang sudah ditinggalkan pembeli. Ketika mengangkat piring es krim bekas > dipakai bocah tadi, ia terperanjat. Di meja itu terlihat dua keping uang > logam limaratusan serta lima keping recehan seratusan yang tersusun rapi. > > > Ada rasa penyesalan tersumbat dikerongkongan. Sang pramusaji tersadar, > sebenarnya bocah tadi bisa membeli sundae cream. Namun, ia mengorbankan > keinginan pribadi dengan maksud agar bisa memberikan tip bagi si pramusaji. > > Pesan moral yang dibawa oleh anak tadi: setiap manusia di dunia ini adalah > penting. Di mana pun kita wajib memperlakukan orang lain dengan sopan, > bermartabat, dan dengan penuh hormat. > > > > Sumber : Internet > > -- > Black > ------------------------------------- > http://john.son.web.id > > -- ============================= www.saylows.com It takes small against gravity. Imagination.

