Mumpung lagi pada bikin domain sendiri, maka aku posting tulisan menarik di
Kompas ini. Siapa terus pada rebutan bikin domain .asia. :D

Thx,

--

"Booming" Domain .asia dan Masa Depan Asia

Kamis, 6 Maret 2008 | 02:12 WIB

Amir Sodikin

Asia semakin seksi. Bahkan, di percaturan dunia maya, domain dot asia yang
baru diumumkan sudah menyabet 266.663 order "praregistrasi" nama domain pada
hari pertama. Padahal, dot asia belum dinyatakan bisa dibuka untuk umum. Tak
terbantahkan lagi, domain dot asia ini bakal menjadi rebutan selain favorit
dot com.

Di era internet ini, domain menjadi tambang emas yang tak ternilai harganya.
Sekadar mengingatkan dengan bahasa awam, domain adalah alamat atau nama web
seperti www.kompas.com. Untuk membangun website diperlukan dua hal: nama
domain sebagai alamat dan hosting yang berupa space atau hardisk untuk
meletakkan file di server.

Patut diacungi jempol, jajaran pengurus DotAsia Organization yang mengelola
domain berekstensi asia memiliki cara pandang lain untuk strategi pemasaran
domain. Berbeda dengan ekstensi domain Indonesia (co.id dan kawan-kawannya)
dan juga beberapa domain negara lainnya yang pendaftarannya bersifat
tertutup, domain dot asia justru terbuka untuk umum.

Top level
Dot asia kini menambah daftar generic top-level domains (gTLD). Hingga kini
sudah lebih dari 20 gTLD di dunia ini, di antaranya yang favorit dan bisa
didaftarkan semua orang di penjuru dunia adalah com (bisnis komersial), org
(organisasi nonprofit), net (networking atau jaringan), info (situs
informasi), mobi (situs terkait peralatan mobile), biz (bisnis), name (untuk
keluarga atau individu), dan masih banyak lagi.

Selain domain gTLD, juga ada istilah domain country code top-level domain
(ccTLD), yaitu domain yang diperuntukkan bagi ekstensi negara tertentu.
Seperti Indonesia yang memiliki ekstensi co.id, or.id, net.id, mil.id, ac.id,
web.id, go.id, sch.id.

Beberapa domain ccTLD masuk kategori Vanity ccTLD karena nama domain
tersebut bisa didaftarkan oleh orang luar negara tersebut dan menjadi naik
pamor karena kebetulan ekstensi nama domain tersebut "seksi".

Beberapa domain yang masuk Vanity ccTLD adalah dot tv yang merupakan
ekstensi negara Tuvalu namun kini menjadi standar domain untuk televisi. Dot
ws yang merupakan domain Samoa (dulu dikenal sebagai Western Samoa) juga
menarik perhatian banyak orang karena bisa berasosiasi dengan website.

India cerdik memanfaatkan peluang ini dengan menggunakan dua sistem nama
domain di negaranya. Sebelumnya hanya menggunakan ekstensi level kedua
seperti Indonesia misalnya co.in, net.in, dan seterusnya. Namun, melihat
seksinya nama India dan juga ekstensi in yang bisa diasosiasikan dengan
industri internet, India kemudian merilis juga domain level pertama dengan
ekstensi dot in.

Uniknya, India memperbolehkan negara lain untuk mendaftarkan nama domain dot
in hanya dengan mendaftar di internet. Negara melek internet seperti India
dengan dot in dan Amerika Serikat dengan dot us memiliki kecenderungan untuk
lebih membuka diri dan longgar dalam menetapkan siapa yang berhak
mendapatkan domain ekstensi negara tersebut.

Bahkan, bagi kita warga Indonesia, mendaftarkan domain ekstensi negara India
atau Amerika Serikat justru lebih mudah dibanding mendaftarkan domain
ekstensi negara sendiri, co.id dan kawan-kawan, yang persyaratannya ketat.

Hingga kini ternyata domain ekstensi negara tertentu bisa menjadi kampanye
pengenalan negara tersebut di dunia maya. Domain ekstensi negara tertentu
seolah menjadi duta. Tak ada yang mendengar negara Tuvalu sebelumnya kalau
tidak gara-gara mendaftarkan domain televisi mereka.

Dot id
Apakah booming pencarian nama domain juga berlaku di domain berekstensi dot
id level dua seperti co.id dkk? Hingga kini, Pengelola Nama Domain Internet
Indonesia (PANDI, alamat di www.pandi.or.id dan untuk register domain di
www.register.net.id) terus mengampanyekan pentingnya perusahaan dan
organisasi di Indonesia menggunakan domain "anak negeri".

Andaikan Indonesia punya level kedua untuk id yang mungkin saja bisa
diasosiasikan sebagai identitas, seperti yang dipromosikan PANDI, dot id for
your id.

Belajar dari kesuksesan dot asia dan dot in (India), boleh jadi tak ada yang
perlu dikhawatirkan jika negara lain ikut memiliki nama domain yang bukan
ekstensi negaranya. Dot asia diperkirakan akan meraksasa karena bisnis Asia
tak bisa diremehkan di masa depan. Teknologi internet, industri telepon
seluler, komputer, dan peralatan gadget lainnya akan menjadi industri
menarik di kawasan Asia dan domain dot asia menjadi keharusan.

Strategi .asia
Domain dot asia diperuntukkan bagi perusahaan, organisasi, dan individu yang
berada di kawasan Asia, Australia, dan Pasifik. Saat ini, mulai 20 Februari
sampai 12 Maret 2008, dot masuk dalam periode landrush. Landrush ini istilah
khusus dalam bidang registrasi domain yang berarti masih dalam masa-masa
praregistrasi, tetapi semua orang boleh mendaftarkan nama domain itu
walaupun belum bisa langsung digunakan.

Setelah 12 Maret, mereka yang mendaftarkan domain dan tidak ada saingannya,
maka domain itu jadi milik dia. Tetapi, jika lebih dari satu orang
mendaftarkan nama domain itu, maka akan ada masa lelang. Siapa yang berani
bayar tinggi, dialah yang akan mendapatkan domain itu.

Di website www.dotasia.org, daftar lelang itu sudah mulai bisa terlihat.
Lima domain yang menduduki urutan pertama sementara adalah ace.asia,
tyco.asia, wellness.asia, spotlight.asia, dan edge.asia. Jika ada perusahaan
bernama Bank Asia, maka memiliki domain dot asia mutlak adanya karena bisa
menggunakannya seperti www.bank.asia.

Sebegitu populernya domain asia dalam masa landrush ini, Vint Cerf, Ketua
ICANN, pun berkomentar. "Dot asia telah bekerja keras untuk membawa .asia
menjadi tol level domain, dan itu berhasil karena sekarang menarik banyak
minat orang," katanya, seperti dikutip dotasia.org.

"Kami sangat menikmati perkembangan landrush saat ini. Peminatnya
benar-benar membuat kami berbangga dan ini menunjukkan kekuatan Asia," kata
Edmon Chung, CEO DotAsia.

Tak lama setelah pengumuman landrush, pendaftar domain dalam beberapa hari
sudah mencapai 300.000 domain. Puluhan lembaga atau agen pendaftaran domain
memanfaatkan momentum itu untuk menyediakan layanan prapendaftaran dengan
harga berkisar 20 dollar AS per tahun.

Dot asia menambah daftar domain yang masuk dalam ranah bisnis internet. Bisa
dimaklumi, dengan modal 20 dollar AS per tahun, jika dia mendapatkan nama
premium, maka domain itu bisa dijual mahal sekehendak hati dia.

Saat ini saja, belum sampai resmi diluncurkan, pasar domain dot asia sudah
digelar. Di www.dotasia.org, lelang pun dimulai dan seperti layaknya
permainan saham, ada pihak-pihak tertentu yang berusaha "menggoreng saham".

Domain ace.asia, misalnya, dipasang dengan harga pembukaan lelang
20.501dollar AS, sedangkan
tyco.asia mulai 7.600 dollar AS. Belum lagi domain-domain premium lain,
seperti entertainment.asia, selebrity.asia, indonesia.asia, korea.asia,
diansastro.asia, dan masih banyak kemungkinan lain untuk mendapatkan nama
domain premium sebelum diambil orang lain.

Jika Anda tertarik, mau tidak mau manfaatkan Google untuk pencarian seperti
"dot asia landrush register". Sambil menantikan peresmian dot asia, kita
tetap berharap dot id milik Indonesia bisa menjadi top level domain dan bisa
berkibar di dunia (mudah-mudahan tidak mimpi) dan menjadi duta Indonesia di
mancanegara.

Tips Memilih Nama Domain
1. Jika nama perusahaan Anda berakhiran dengan Asia, misalnya Global Asia,
cepat-cepat saja daftarkan domain dot asia karena Anda akan bisa menyingkat
domain Anda dengan www.global.asia.

2. Jika sudah tak kebagian domain dot com, Anda bisa mencari domain dot asia
sebagai alternatif.

3. Jika Anda ingin memantapkan bisnis di negara Asia, Australia, dan kawasan
Pasifik, maka dot Asia juga wajib dimiliki.

4. Jika Anda salah satu "spekulan" domain, saatnya untuk berburu domain
premium.

5. Jika Anda artis atau grup band yang ingin memperluas pangsa pasar ke
Asia, cepat-cepatlah mendaftarkan nama Anda dengan dot asia sebelum diambil
orang lain.

-- 
anton |  http://rumahtulisan.com

Kirim email ke