Dear antonemus 

"...dengan tidak beroperasinya semua jenis kendaraan pada Hari Nyepi, 
masyarakat Bali berperan mengurangi emisi gas karbondioksida -komponen terbesar 
gas karbon yang menyebabkan efek rumahkaca-- sebesar 20-30 ribu ton..."

Waw!!! Berarti dalam hari normal 20-30 ribu ton karbondioksida dilepas ke 
atmosfir. Jadi pengen beli sepeda kayuh, mumpung jarak kantor sama rumah cuma 
+- 500 meter. 


======== At 2008-03-28, 07:10:00  - You wrote: ========

Dear all,

Saya meneruskan saja. Barangkali berguna..

Terima kasih,

-- 
Kampanye Hemat Energi Sesuai dengan Semangat Nyepi

*TIGA ribu umat Hindu di Jakarta dan sekitarnya akan menghadiri Dharmasanti 
Nasional, acara terakhir dalam rangkaian perayaan Hari Nyepi dan Tahun Baru 
Saka 1930, pada Sabtu, 29 Maret 2008 mendatang di GOR Ahmad Yani, kompleks 
Markas Besar TNI di Cilangkap, Jakarta Timur. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono 
akan menghadiri acara ini dan berkenan menyampaikan amanat Presiden.

Selain Presiden, Wakil Presiden Jusuf Kalla, sejumlah menteri Kabinet Indonesia 
Bersatu, pemimpin Lembaga Tinggi Negara, Duta-duta Besar Negara Sahabat, dan 
para tokoh agama juga telah memastikan hadir. Tidak ketinggalan Gubernur Bali 
Dewa Made Beratha dan Wakil Gubernur Alit Kesuma Kelakan.

Tema besar perayaan Nyepi tahun ini adalah 'Bersahabat dengan Alam' sesuai 
dengan semangat kampanye penghijauan dan hemat energi yang bergulir kencang di 
Indonesia, pasca Konferensi PBB tentang Perubahan Iklim di Nusa Dua, Bali, 
Desember 2007 lalu. Untuk itu, Panitia Perayaan Nyepi Nasional telah 
menyelenggarakan sejumlah kegiatan seperti Penanaman Bakau di Pantai Cilincing, 
Jakarta Utara, awal Maret lalu dan sejumlah kegiatan sosial pelayanan kesehatan.

Ketua Pelaksanaan Perayaan Nyepi Nasional 2008, AA Ngurah Wirawan, menjelaskan 
tema ini dipilih untuk menekankan pentingnya manusia bersikap bijaksana dalam 
mengelola hubungan dengan alam. "Alam sekarang marah," katanya. Banyaknya 
bencana seperti banjir, tanah longsor, dan kekeringan tak bisa dilepaskan dari 
fenomena perubahan iklim global belakangan ini. Semua gejala itu menegaskan 
pentingnya kembali 
'bersahabat dengan alam'.

Tema ini juga sesuai dengan makna perayaan Nyepi yang menekankan pentingnya 
hubungan harmonis antara manusia dan alam. Selama perayaan Nyepi di Bali, 7 
Maret lalu misalnya, PT PLN mencatat penghematan listrik senilai Rp 3 miliar 
akibat matinya seluruh aktivitas di Pulau Dewata selama sehari penuh. Angka 
penghematan itu diperoleh dari tidak dioperasikannya Pembangkit Listrik Tenaga 
Gas Uap Pemaron (80 megawatt) dan Pembangkit Listrik Tenaga Gas Gilimanuk (130 
megawatt). Akibatnya solar sebanyak 500 ribu liter bisa dihemat.

Selain itu dengan tidak beroperasinya semua jenis kendaraan pada Hari Nyepi, 
masyarakat Bali berperan mengurangi emisi gas karbondioksida -komponen terbesar 
gas karbon yang menyebabkan efek rumahkaca-- sebesar 20-30 ribu ton. Angka ini 
diperoleh dari istirahatnya 200 ribu kendaraan bermotor di Bali dan tak kurang 
dari 80 pesawat terbang komersial yang biasanya hilir mudik di pulau itu. 
Bandara Internasional Ngurah Rai memang tutup pada hari Nyepi.

Adapun pelaksanaan Dharmasanti sendiri merupakan bagian tak terpisahkan dari 
ritual Nyepi. Pada acara ini, seluruh umat Hindu diharapkan saling memaafkan 
sebagai penanda dimulai tahun Saka yang baru. Selain diisi Renungan tentang 
Makna Nyepi oleh motivator Gde Prama, acara puncak Dharmasanti Nasional 2008 
ini adalah pementasan kolosal Sendratari bertemakan "Kidung Dharma dalam 
Kehidupan" yang dipersiapkan sejumlah seniman ternama seperti Dewa Budjana, 
Wayan Sadra dan Trie Utami. Acara ini akan disiarkan langsung oleh Televisi 
Republik Indonesia. [b]

Untuk informasi lebih lanjut, silakan menghubungi:
Sekretariat Panitia Perayaan Nyepi Nasional, Nyoman Landra (081806075859)


-- 
anton | http://rumahtulisan.com 
 

= = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = =
Selamat Berkarya !
Best regards. 
 
Viar M Sugandha
+6281337097888
-------------------------------------------

Kirim email ke