bli ngurah...
kita mesti belajar dari venezuela dan mexico
bagaimana mereka sangat sigap menghadap bahaya neoliberalisme
mereka sangat cakap menasionalisasi aset
sehingga energi yang mahal tetap terjangkau oleh rakyat dan pasar tidak 
kemudian mencekik rakyat
itulah humanisme
thx
gendo

ngurah beni setiawan <[EMAIL PROTECTED]> wrote:                             

 Saya setuju candu masa lalu memang harus di cabut.
 Dengan kata lain, masyarakat harus sadar bahwa energi itu mahal. Jangan 
manjakan rakyat dengan segala subsidi.
  
 lambat laun, pencabutan subsidi paling tidak (harusnya) membuat anda dan saya 
makin sadar betapa Hemat itulah kuncinya..
  
 Namun tetap, boroknya korupsi dan hal lain harus diberangus.
 
 ngurah beni setiawan
 P Save a tree...please don't print this e-mail unless you really need to
 

 ----- Original Message ----
From: ngurah beni setiawan <[EMAIL PROTECTED]>
To: [email protected]
Sent: Wednesday, May 21, 2008 3:45:38 PM
Subject: Re: Balasan: Re: [baliblogger] Sepuluh Tahun Lalu...

   
 Setuju,
  
 Pangkas gaji pejabat negara dan parlemen.
 Ubah mental boss Pertamina untuk jadi "kuli"
  
 *satu catatan bli gendo, saya salah satu contoh yang kena pajak progresif tapi 
selalu mangkel karena sing ada ape di pembangunan!
  
 ngurah beni setiawan
 P Save a tree...please don't print this e-mail unless you really need to
 

 ----- Original Message ----
From: wayan suardana <che_gendovara@ yahoo.co. id>
To: baliblogger@ yahoogroups. com
Sent: Wednesday, May 21, 2008 3:28:45 PM
Subject: Balasan: Re: [baliblogger] Sepuluh Tahun Lalu...

  saya tidak trauma bung!! tidak ada satu alasanpun yang membuat saya harus 
trauma.
anda betul bahwa Saya memang tidak sepakat dengan kenaikan BBM bahkan sampai 
detik ini. 
Logika mana yang menjelaskan bahwa kalo tetap mensubsidi BBM maka hutang makin 
meningkat?
maaf, kalo kita bicara analisis kenaikan BBM oleh Rezim SBY-KALLA seharusnya 
kita tidak hanya menganalisis dipermukaan. tidak sebatas melihat seolah2 ada 
korelasi yang kuat antara pencabutan subsidi dengan penambahan hutang. anda 
patut tahu bahwa keduanya tidak selalu paralel.

harga BBM naik karena negara defisit???? kalo demikian kenapa tidak melakukan 
efisiensi anggara dengan memotong dana anggaran RUTIN dalam APBN maupun 
APBD???? 60% APBN dan APBD habis untuk anggaran rutin.

harga BBM naik karena negara tidak mampu mensubsidi?? ?
Kalau demikian, kenapa uang pajak rakyat yang dikelola oleh Bank  Indonesia  
dibuang2 untuk menutupi BLBI (para banker  yang memakai uangnya untuk "judi" 
valas dan ketika kalah langsung bangkrut)

Lalu kalau sedang defisit, kenapa bunga utang para pengemplang BLBI di 
putihkan????

kalau Harga BBM dinaikan karena negara tidak mampu mensubsidi rakyat???
lalu kenapa Presiden, Wapres DPR dan pejabat negara mengalami kenaikan 
tunjangan dan fasilitas mewah yang selalu digelontorkan? ???

Kalau BBM dinaikan agar negara tidak mensubsidi orang kaya?
lalu kenapa tidak memberlakukan pengenaan pajak progresif. 

lalu bagaimana imbasnya?? 
Kenaikan harga BBM akan memberikan efek domino terhadap sektor yang lain 
termasuk harga-harga barang publik akan naik. lalu daya beli masyarakat menurun 
pengangguran tambah banyak tenaga kerja menjadi murah ...modal asing dengan 
berkedok investasi akan datanng rame2 karena mendapat tenaga kerja yang 
sangat....sangat murah.

Trus, kalo melihat  potensi bangsa ini, kenapa rezim SBY-KALLA tidak pernah 
menyiapkan infra dan supra struktur untuk menghadapi dampak kenaikan harga 
minyak??
1. kenapa tidak memangkas korupsi di Pertamina yang menjual BBM dengan harga 
tangan ketiga? serta tidak memangkas calo2 BBM di Petamina?
2.mengapa pula tidak memanfaatkan Potensi SDA sendiri. mengapa harus menambah 
kontrak karya freeport selama 20 tahun dan juga kontrak karya dengan PT 
Newmont. anda patut tahu emas ditambang di NTT oleh Newmont dengan menggelontor 
hutan rakyat dan rakyat kehilangan corak produksi. Sementara limbah NEwmont itu 
dibuang kelaut Indonesia sebanyak 100.000 TON per hari!!! sementara rakyat 
dapat bengeknya mereka dapet teteknya. gaji Dirutnya aja 35 Milyard sebulan 
(hahhaha adil ga??)
3. Logika yang lain, hari ini GARUDA INDONESIA udah mulai untung ...kok ma;ah 
mau dijual emangnya aset harus dijual. bedaiin dunk ngurus perusahaan dengan 
ngurus aset negara.

dan bayangkan kalo  itu dikelola negara sendiri?? berapa duit yang bisa 
didapatkan untuk mensubsidi rakyat?

Pernah mendengar Washington Konsensus??? ? Kesepakatan yang diprakarsai oleh 
WORLD BANK, IMF dan DEPARTEMEN KEUANGAN USA.
ada 8 point yang ditawarkan dalam washington Consensus diantaranya:
1. Pencabutan Subsidi bagi rakyat oleh negara
2. Menaikan harga barang-barang kebutuhan publik
3. mengutamakan investasi asing
Inilah syarat -syarat yang harus dipenuhi oleh SBY-JK jika ingin mendapatkan 
HUTANG BARU !!!!!
makanya SBY-KALLA selalu berusaha menaikan harga2 publik dengan mencabut 
subsidi. ini logika impelrialisme dan neoliberalisme. Saat ini kebetulan 
menemukan momentum dan alasan pembenar akibat kenaikan harga minyak dunia.
lalu apa alasan yang anda sampaikan,  bahwa menolak kenaikan harga BBM dan 
menolak pencabutan Subsidi = Pro terhadap hutang luarnegeri?? ?
kalau anda paham tentang washington consensus maka anda juga akan paham  
jawabannya bahwa Menolak kenaikan harga BBM adalah = menolak hutang baru !!!!!!

kalau anda mau lebih jelas silahkan baca buku saya "MENGAPA SAYA BAKAR GAMBAR 
ESBEYE" (maaf sambil promosi hehehehe), disana anda dapat membaca dan 
mencermati analisis saya dan kawan2 demonstrans lainnya tentang alasan kami 
menolak kenaikan harga BBM serta solusi yang kami tawarkan dengan nama 9 jalan 
kebajikan.

dan sebagai penutup, kalau negara krisis jangan cma rakyat yang disuruh ikat 
pinggang kenceng2.... pejabat juga dunk !!!

TRIMS
GENDO

http://gendo. multiply. com


I Nengah Sumerta <nengah.sumerta@ gmail.com> wrote:  
  
  So?? What do you think friend??!
  
 Gendo tidak sepakat dengan kenaikan harga BBM khan?? Tapi Gendo sndiri tahu 
klo subsidi hanya akan menambah hutang Negara??
 Kok kontradiktif? ?! Trauma ya??!!
  
 Pejot PS 1 #
  
   
---------------------------------
 
 From: baliblogger@ yahoogroups. com [mailto: baliblogger@ yahoogroups. com ] 
On Behalf Of wayan suardana
Sent: Tuesday, May 20, 2008 11:46 PM
To: baliblogger@ yahoogroups. com
Subject: Balasan: Re: [baliblogger] Sepuluh Tahun Lalu...

  
    Kalo ada yang rindu dengan keadaan seperti sebelum sepuluh tahun lalu.. di 
saat premium masih di kisaran seribuan per liter, atau bahkan merindukan masa 
jauh sebelum itu.. disaat  merasakan bensin 500 rupiah/liter.

maka kita ada pada kerinduan yang sama tapi dengan keinginan yang berbeda!
saya sanmgat tidak ingin keadaan seperti sebelum atau bahkan jauh sebelum 10 
tahun lalu...

betul harga bensun murah....
betul harga  sembako murah...
tapi semua adalah keadaaan MURAH yang seolah-seolah,
nyatanya semua itu disubsidi dengan hutang luarnegeri  yang terus menerus 
menumpuk.
hutang-gutang yang selalu dikorup oleh kroni2 ORBA .

lalu ketika jatuh tempo...maka kiamatlah bagi rakyat Indonesia . Orang2 yang 
tidak tau apa2 tentang utang luar negeri tapi kemudian disuguhi dengan bayaran 
utang yang melimpah 7 juta per orang.

Gila!!!!!  itukah kondisi yang kita inginkan?? kemakmuran semu. 
sesungguhnya keadaan sekarang,  keadaan yang selalu anda sesali ini adalah 
keadaan sesungguhnya pada zaman sebelum 10 tahun lalu.

harga-harga murah adalah alat tipu rezim. harga murah yang dibangun dari utang. 
mereka selalu membangga-banggakan utang luar negeri...... ...
Ngutang kok bangga dan ga segan-segan berkata di media massa "kita bangsa yang 
terhormat karena asing percaya memberikan bantuan utang ke kita!" (hauhauauahua 
laknat).

hanya satu yang bener2 murag dan bukan tipuan rezim pada waktu sebelum 10 tahun 
yang lalu yaitu: HARGA NYAWA  RAKYAT !!
thx

gendo (hanya seorang multiplyer, hehehe)

http://gendo. multiply. com/


"www.TonnyTrisnawan .com" <[EMAIL PROTECTED] .com> wrote:
    Dan Ironis nya.. setelah aksi demo pro reformasi sepuluh tahun lalu.. nasib 
bangsa ini tidak kunjung membaik.. dan boleh dibilang semakin terpuruk. Kita 
jadi berpikir.. ah... seandainya seperti sebelum sepuluh tahun lalu.. di saat 
premium masih di kisaran seribuan per liter, bahkan jauh sebelum itu.. saya 
masih sempat merasakan bensin 500 rupiah/liter.
Seandainya seperti sebelum sepuluh tahun lalu.. di saat hanya dengan uang Rp 
600, saya bisa beli sate kuah lengkap dengan nasi putih dan teh botol nya 
dibilangan GOR Ngurah Rai Denpasar.

Hari ini 100 tahun kebangkitan Nasional, pemerintah memberikan kado istimewa 
berupa rencana kenaikan BBM tiga hari lagi. Beberapa hari yang lalu, saya 
mendapat forward-an email dari salah satu teman. Mungkin teman2 di sini juga 
sudah dapat. saya sendiri juga nggak tahu tingkat keakuratan dan kebenaran isi 
attachment nya.  attachment berisi lebih kurang semacam perhitungan yg 
menyatakan bahwa BBM tidak perlu naik.

Jadi teringat cerita cupak grantang ngadek Ratu... Cupak yg pertama jadi Raja.. 
yg haus kekuasaan dan keserakahan. . lalu digulingkan oleh I Grantang. Lalu I 
Grantang naik tahta jadi Raja. Apa yg terjadi? Lama-kelamaan, lambat laun, 
Wajah I Grantang berubah secara perlahan.. lama2 kok muka nya jadi mirip Cupak 
ya.. :D

Selamet gen.... jeg benyahang mekejang Ru!!


T.



  2008/5/20 yoskebe <[EMAIL PROTECTED] com>:
      Semeton Blogger...

Sepuluh tahun yang lalu, pasti masih melekat disemua ingatan bulan Mei
1998 merupakan bulan penuh dengan gempita demonstrasi di seluruh
pelosok negeri, terutama di kampus-kampus. Salah satunya di kampus
Udayana.

Cengkeraman kuku-kuku rejim Orde Baru yang semakin kalap berusaha
menekan setiap elemen yang berusaha menyuarakan ketidakadilan yang
semakin menjadi-jadi ditengah keterpurukan bangsa.

Saya tidak bercerita tentang heroik binti nasionalisnya semua yang
bergerak mengepalkan tangan dan melepas suara hingga habis demi
menjadi bagian dari "voice of the voiceless" dan mewujudkan "vox
populi vox dei"
namun ada sisi menarik dari semua gegap gempita itu.

Panggung demonstrasi dan ajang turun ke jalan kemudian menjadi satu
lahan empuk bagi beberapa gelentir orang untuk unjuk muka disaat  itu.
Semua upaya unjuk muka itu entah dilatar belakangi oleh tujuan apa tak
seorang pun bisa menebak, karena itulah dunia politik, penuh dengan
intrik bermuka sepuluh. 

Maka tak heran, pada rapat2 persiapan demo dan dalam percakapan
dikalangan terbatas muncul istilah 'SELEBRITI AKSI" yang ditujukan
pada oknum2 yang berusaha mencari eksistensi diri demi melabelkan diri
sebagai orang yang terdepan menyuarakan amanat penderitaan rakyat.

Sungguh dan sungguh lucu jika melihat kelakuan para selebriti aksi
itu. Pada saat panggung dibuka, mereka dengan sigap berdiri didepan
kemudian jika suasana beralih ke warming up untuk head to head dengan
barisan polisi anti huru hara posisi pindah menuju barisan paling
belakang, nah pada saat pentungan pertama beradu dengan batok kepala
maka para selibriti aksi dengan sigap mengambil langkah seribu
menyelamatkan diri. 

Apa yang terjadi setelah semua adu pentungan dan  harumnya gas air mata
reda ? Selebriti aksi dengan gagah rupawan berada dibarisan depan
dengan memasang tampang penuh percaya diri untuk siap berbicara
didepan kamera, tape recorder para pemburu berita. Ah.. andaikata
koran di kota kita sudah memberi ruang berita dengan tanda bintang
(xx*) pasti sang selebriti aksi tak perlu sampai membuat rambutnya
kacau baliau karena tertiup angin saat lintang pukang mencari
persembunyian.

Dari tingkah polah selebriti aksi itu aku sendiri bisa menilai siapa
sebenarnya yang benar-benar menyuarakan semua ketidakadilan tanpa
bermain sandiwara diatas penderitaan orang lain.

Dari sana aku sendiri bisa menilai siapa yang konsisten akan sikap dan
keberanian untuk mengambil segala risiko atas setiap cara-cara yang
dipakai oleh sebuah rejim dalam memberangus kemerdekaan berpikir dan
penyeragaman sosial di negara ini.

Selibriti aksi tak mesti ada hanya diajang demontrasi  jalanan, ia pun
kadang hadir dalam kehidupan sehari-hari kita bahkan didunia yang ada
persis di depan mata.

Duduk diam dengan manis demi keselamatan diri sendiri disaat rejim
baru mulai memberangus kemerdekaan kita dalam menyampaikan pendapat,
sekalipun kita bisa mempertanggungjawab kannya, merupakan salah satu
perbuatan yang dilakukan oleh selebriti aksi disepuluh tahun yang lalu.

Matur suksma,

Yos Kebe
mosalaki.multiply. com






 


-- 
------------ --------- --------- --------- -----
www.tonnytrisnawan. com

Do not print this email, save your paper!
paperless... paperless... paperless... 

  
   
  
---------------------------------
 
 Yahoo! Toolbar kini dilengkapi dengan Search Assist. Download sekarang juga.

 

 No virus found in this incoming message.
Checked by AVG.
Version: 8.0.100 / Virus Database: 269.23.21/1455 - Release Date: 5/19/2008 
5:04 PM



 


  

---------------------------------
 Kunjungi halaman depan Yahoo! Indonesia yang baru!  










        
     
                                       

       
---------------------------------
 Yahoo! Toolbar kini dilengkapi dengan Search Assist.   Download sekarang juga.

Kirim email ke