Mana yang lebih bahaya bagi Indonesia: Penthungan FPI atau Goyang Pinggul
Dewi Persik?

Dewi Perssik, penyanyi dangdut yang kondang dengan goyang pinggulnya,
tiba-tiba kena cekal.

Sejumlah pemerintah daerah mengeluarkan maklumat resmi melarang kehadiran
Dewi Perssik yang cantik itu di wilayahnya untuk menyanyi atau memamerkan
goyang pinggulnya. Dengan alasan, artis yang suka menyanyikan lagu "Kucing
Garong" itu tidak bermoral, menimbulkan keresahan masyarakat dan lain
sebagainya.

Yang melakukan pelarangan itu antara lain Pemerintah Kota Depok, Pemerintah
Kabupatan Serang, Pemerintah Kota Bandung, Pemerintah Provinsi Jawa Barat
dan lain-lain.

Dengan pelarangan tersebut, dapat disimpulkan bahwa sosok seorang gadis
bernama Dewi Perssik goyang pinggulnya dipandang amat membahayakan bagi
masyarakat dan Negara karena itu harus dicekal.

Sudah lama, di mana-mana, FPI melakukan berbagai tindak kekerasan, perusakan
tempat-tempat ibadah bahkan rumah pribadi penganut aliran yang dinilai oleh
mereka tidak benar, menyegel gereja dengan alasan tidak mempunyai izin,
membubarkan pertemuan Pappernas dengan tuduhan "PKI gaya baru", dan terakhir
membuat sejumlah orang terluka di lapangan Monas, ketika sekelompok orang
dari Aliansi Kebangsaan untuk Kebebasan Beragama dan Berkeyakinan (AKKBB)
bermaksud memperingati Hari Lahir Pancasila pada 1 Juni 2008.

Tetapi sejauh ini tidak ada pemerintah daerah apalagi pusat melakukan cekal
terhadap FPI seperti yang dilakukan terhadap Dewi Perssik.

Kesimpulannya, goyang pinggul Dewi Perssik itu dipandang lebih berbahaya
oleh pemerintah, karena bisa merusak moral 200 juta rakyat Indonesia
daripada penthungan yang dipakai oleh FPI untuk mementhung kepala siapa pun
yang dianggap tidak benar. Padahal perbuatan tersebut jelas kriminal,
mengancam persatuan nasional, tidak menghargai Bhinneka Tunggal Ika,
bertentangan dengan UUD 1945 dan bertentangan dengan ajaran Islam.

Source : http://www.apakabar.ws/content/view/1831/1/
-- 
J.B
-------------------------------------
http://www.son.web.id

Kirim email ke