---------- Forwarded message ----------
From: S. Pramono <[EMAIL PROTECTED]>
Date: Sep 27, 2005 12:42 PM
Subject: [SSR-Klub] (info) Artikel2 Flu Burung
To:

Berbagai Artikel mengenai Flu Burung, mudah2an bermanfaat dan dapat menambah
pemahaman kita semua.

 - - - - - - - - - - - - - -- - - - - - -- - - - - - -- - - - - - -- - - - -
- -- - - - - - -
 Flu Burung

Penanggung Jawab: Titte K. Adimidjaja

Editor: Tri Djoko Wahono

Tim Penulis: Kristina, Isminah, Leny Wulandari

 I. PENDAHULUAN

 Penyakit flu burung atau flu unggas (Bird Flu, Avian Influenza) adalah
suatu penyakit menular yang disebabkan oleh virus influenza tipe A dan
ditularkan oleh unggas. Penyakit flu burung yang disebabkan oleh virus avian
infuenza jenis H5N1 pada unggas dikonfirmasikan telah terjadi di Republik
Korea, Vietnam, Jepang, Thailand, Kamboja, Taiwan, Laos, China, Indonesia
dan Pakistan. Sumber virus diduga berasal dari migrasi burung dan
transportasi unggas yang terinfeksi.

 Pada Januari 2004, di beberapa propinsi di Indonesia terutama Bali,
Botabek, Jawa Timur, Jawa Tengah, Kalimantan Barat dan Jawa Barat dilaporkan
adanya kasus kematian ayam ternak yang luar biasa. Awalnya kematian tersebut
disebabkan oleh karena virus new castle, namun konfirmasi terakhir oleh
Departemen Pertanian disebabkan oleh virus flu burung (Avian influenza
(AI)). Jumlah unggas yang mati akibat wabah penyakit flu burung di 10
propinsi di Indonesia sangat besar yaitu 3.842.275 ekor (4,77%) dan yang
paling tinggi jumlah kematiannya adalah propinsi Jawa Barat (1.541.427ekor).

 Kehebohan itu bertambah ketika wabah tersebut menyebabkan sejumlah manusia
juga meninggal. Pada tanggal 19 Januari 2004, pejabat WHO mengkonfirmasikan
lima warga Vietnam tewas akibat flu burung. Sementara itu di negara Thailand
sudah enam orang tewas akibat terserang flu burung, seorang remaja berusia 6
tahun dipastikan menjadi orang Thailand pertama yang dikonfirmasi tewas
akibat wabah tersebut. Seorang Epidemiologis dari Pusat Pengawasan Penyakit
Dr. Danuta Skowronski, mengatakan bahwa 80% kasus flu burung menyerang
anak-anak dan remaja. Tingkat kematian akibat flu burung sangat tinggi.
Berdasarkan hasil penelitian atas 10 orang yang terinfeksi virus flu burung
di Vietnam, WHO menemukan bahwa dari 10 orang yang terinfeksi 8 orang yang
meninggal, seorang sembuh dan seorang lagi dalam kondisi kritis.

 Bila kita bandingkan dengan SARS (Severe Acute Respiratory Syndrome)
Penyakit flu burung ini lebih sedikit kasusnya hanya 25 kasus di seluruh
dunia dan yang meninggal mencapai 19 orang (CFR=76%). Sedangkan pada
penyakit SARS dari 8098 kasus yang meninggal hanya 774 orang (CFR = 9,6%).

 Berdasarkan hasil penelitian sementara (serosurvei) Badan Penelitian dan
Pengembangan Kesehatan dan Dirjen P2MPLP, Depkes RI pada tanggal 1-3
Februari di sejumlah wilayah Indonesia ( di Kabupaten Tangerang, Propinsi
Banten dan Kabupaten Tabanan & Karang Asem Bali) belum ditemukan adanya
kasus flu burung pada manusia.

 Melihat kenyataan ini seyogyanya masyarakat tidak perlu panik dengan adanya
kasus flu burung di Indonesia, tetapi harus tetap waspada, terutama bagi
kelompok yang beresiko karena kita tidak bisa memungkiri bahwa virus ini di
negara lain telah menginfeksi manusia.

 II. EPIDEMIOLOGI

 1. Penyebab

Penyebab flu burung adalah virus influenza tipe A . Virus influenza termasuk
famili Orthomyxoviridae. Virus influenza tipe A dapat berubah-ubah bentuk
(Drift, Shift), dan dapat menyebabkan epidemi dan pandemi. Berdasarkan sub
tipenya terdiri dari Hemaglutinin (H) dan Neuramidase (N) . Kedua huruf ini
digunakan sebagai identifikasi kode subtipe flu burung yang banyak jenisnya.


Pada manusia hanya terdapat jenis H1N1, H2N2, H3N3, H5N1, H9N2, H1N2, H7N7.
Sedangkan pada binatang H1-H5 dan N1-N98. Strain yang sangat virulen/ganas
dan menyebabkan flu burung adalah dari subtipe A H5N1. Virus tersebut dapat
bertahan hidup di air sampai 4 hari pada suhu 22 °C dan lebih dari 30 hari
pada 0 °C. Virus akan mati pada pemanasan 60 °C selama 30 menit atau 56 °C
selama 3 jam dan dengan detergent, desinfektan misalnya formalin, serta
cairan yang mengandung iodin.

 2. Gejala

Gejala flu burung dapat dibedakan pada unggas dan manusia.

a. Gejala pada unggas

- Jengger berwarna biru

- Borok di kaki

- Kematian mendadak

b. Gejala pada manusia

- Demam (suhu badan diatas 38 °C)

- Batuk dan nyeri tenggorokan

- Radang saluran pernapasan atas

- Pneumonia

- Infeksi mata

- Nyeri otot

 3. Masa Inkubasi

- Pada Unggas : 1 minggu

- Pada Manusia : 1-3 hari , Masa infeksi 1 hari sebelum sampai 3-5 hari
sesudah timbul gejala. Pada anak sampai 21 hari .

 4. Penularan

Flu burung menular dari unggas ke unggas, dan dari unggas kemanusia, melalui
air liur, lendir dari hidung dan feces. Penyakit ini dapat menular melalui
udara yang tercemar virus H5N1 yang berasal dari kotoran atau sekreta
burung/unggas yang menderita flu burung. Penularan dari unggas ke manusia
juga dapat terjadi jika bersinggungan langsung dengan unggas yang terinfeksi
flu burung. Contohnya: pekerja di peternakan ayam , pemotong ayam dan
penjamah produk unggas lainnya.

 5. Penyebaran

Penyebaran flu burung di berbagai belahan dunia antara lain:

• Ayam dan manusia di Hongkong. Selama wabah tersebut Pada tahun 1997 Avian
Influenza A (H5N1) telah menginfeksi berlangsung 18 orang telah dirawat di
rumah sakit dan 6 diantaranya meninggal dunia. Untuk mencegah penyebaran
tersebut pemerintah setempat memusnahkan 1,5 juta ayam yang terinfeksi flu
burung.

• Pada tahun 1999, di Hongkong dilaporkan adanya kasus Avian Influenza A
(H9N2) pada 2 orang anak tanpa menimbulkan kematian.

• Pada tahun 2003, di Hongkong ditemukan lagi dua kasus Avian Influenza A
(H5N1) dan satu orang meninggal.

• Pada tahun 2003, di Belanda ditemukan 80 kasus Avian Influenza A (H7N7)
dan satu diantaranya meninggal.

• Pada tahun 2004 terjadi lagi 25 kasus Avian Influenza A (H5N1) di Vietnam
(19) dan Thailand (6) yang menyebabkan 19 orang meninggal (5 di Thailand, 14
di Vietnam)

 III. PENCEGAHAN

 a. Pada Unggas:

1. Pemusnahan unggas/burung yang terinfeksi flu burung

2. Vaksinasi pada unggas yang sehat

b. Pada Manusia :

1.Kelompok berisiko tinggi (pekerja peternakan dan pedagang)

a. Mencuci tangan dengan desinfektan dan mandi sehabis bekerja.

b. Hindari kontak langsung dengan ayam atau unggas yang terinfeksi flu
burung.

c. Menggunakan alat pelindung diri. (contoh : masker dan pakaian kerja).

d. Meninggalkan pakaian kerja ditempat kerja.

e. Membersihkan kotoran unggas setiap hari.

f. Imunisasi.

2.Masyarakat umum

a. Menjaga daya tahan tubuh dengan memakan makanan bergizi & istirahat
cukup.

b. Mengolah unggas dengan cara yang benar, yaitu :

- Pilih unggas yang sehat (tidak terdapat gejala-gejala penyakit pada
tubuhnya)

- Memasak daging ayam sampai dengan suhu ± 800 °C selama 1 menit dan pada
telur sampai dengan suhu ± 640 °C selama 4,5 menit.

 IV. PENGOBATAN

 Pengobatan bagi penderita flu burung adalah.

1) Oksigenasi bila terdapat sesak napas.

2) Hidrasi dengan pemberian cairan parenteral (infus).

3) Pemberian obat anti virus oseltamivir 75 mg dosis tunggal selama 7 hari.

4) Amantadin diberikan pada awal infeksi, sedapat mungkin dalam waktu 48 jam
pertama selama 3-5 hari dengan dosis 5 mg/kg BB perhari dibagi dalam 2
dosis. Bila berat badan lebih dari 45 kg diberikan 100 mg 2 kali sehari.

 V. KEBIJAKAN PEMERINTAH

 Dalam rangka mengatasi dampak yang ditimbulkan oleh flu burung, pemerintah
Indonesia telah mengambil beberapa kebijakan, di antaranya adalah sebagai
berikut :

a. Memberikan konpensasi bagi peternakan rakyat selama 6 bulan dari 29
Januari – 30 Juli 2004 berupa DOC dan Pakan.

b. Memusnahkan semua unggas yang terserang flu burung dengan cara dibakar.

c. Mengadakan vaksinasi bagi ayam atau ternak unggas yang masih sehat.

d. Melakukan tindakan biosekuriti (pengawasan secara ketat terhadap
lalu-lintas unggas produk unggas dan limbah peternakan unggas) untuk daerah
yang bebas flu burung.

 VI. KESIMPULAN

 1. Penyebab flu burung di Indonesia adalah virus influenza tipe A subtipe
H5N1.

2. Tingkat kematian flu burung tinggi (CFR 76%) tetapi di Indonesia belum
ditemukan adanya kasus pada manusia.

3. Perlu kewaspadaan pada kelompok berisiko tinggi (pekerja di peternakan
ayam , pemotong ayam dan penjamah produk unggas lainnya), dengan
memperhatikan cara pencegahan.

 VI. SARAN

 Perlu adanya penyuluhan/promosi kepada masyarakat tentang penyakit flu
burung agar masyarakat tidak panik dan takut untuk mengkonsumsi produk
unggas namun harus tetap waspada.

  - - - - - - - - - - - - - -- - - - - - -- - - - - - -- - - - - - -- - - -
- - -- - - - - - -

  Kesehatan - Yang Perlu Diketahui Tentang Flu Burung

01 Jul 2004 16:15:17

  Wabah flu burung yang akhir-akhir ini melanda beberapa negara Asia
termasuk Indonesia telah menimbulkan kekhawatiran tersendiri pasalnya
penyakit yang berasal dari unggas ini bisa menular pada manusia hingga
menyebabkan kematian.

 Apa itu flu burung?

Flu burung atau avian influenza disebabkan oleh virus influenza tipe A jenis
H5N1. H5N1 memiliki dua sifat yang mudah berubah: antigenic shift dan
antigenic drift. H5N1 bisa bercampur dengan virus influenza yang biasa
diidap manusia. Penularan terjadi karena kontak langsung dengan unggas atau
kotoran unggas yang terinfeksi flu burung.

Bagaimana penularan virus flu burung pada manusia?

Flu burung bisa menular pada manusia bila manusia bersinggungan langsung
dengan ayam atau unggas yang terinfeksi flu burung. Unggas yang terinfeksi
dapat pula mengeluarkan virus ini melalui tinja, yang kemudian mengering dan
hancur menjadi semacam bubuk. Bubuk inilah yang dihirup oleh manusia atau
binatang lainnya. Menurut WHO, flu burung mudah menular dari unggas ke
manusia dibanding dari manusia ke manusia. Satu-satunya cara virus flu
burung dapat menyebar dengan mudah dari manusia ke manusia jika virus flu
burung tersebut bermutasi dan bercampur dengan virus flu manusia.

Gejala-gejala flu burung pada manusia

Manusia yang tertular virus flu burung diketahui dengan gejala-gejala
umumnya orang terkena flu biasa seperti pilek, demam dengan suhu badan tidak
stabil, batuk, nyeri otot, sakit tenggorokan dan sesak napas. Apabila
keadaan memburuk bisa menimbulkan penyakit saluran pernapasan akut sampai
mengancam jiwa seseorang.

Usaha pencegahan

Sejauh mungkin hindari kontak langsung dengan ayam atau unggas yang
diidentifikasi terinfeksi flu burung. Para pekerja di peternakan, penjual,
pengemudi yang membawa produk unggas adalah profesi yang paling rentan
terkena virus ini, karena itu disarankan mencuci tangan dan mandi sehabis
bekerja, meninggalkan pakaian kerja di tempat kerja dan membersihkan kotoran
unggas setiap hari.

 - - - - - - - - - - - - - -- - - - - - -- - - - - - -- - - - - - -- - - - -
- -- - - - - - -

 Apa dan Bagaimana Menanggapi Flu Burung?

  Flu burung (avian influenza) adalah suatu penyakit menular yang disebabkan
oleh virus influensa yang ditularkan oleh unggas. Virus influensa terdiri
dari beberapa tipe, antara lain tipe A, tipe B dan tipe C. Influensa tipe A
terdiri dari beberapa strain, antara lain H1N1, H3N2, H5N1 dan lain-lain.
Influensa A (H5N1) merupakan penyebab wabah flu burung di Hongkong, Vietnam,
Thailand, dan Jepang. Di Vietnam dan Thailand juga menyerang pada manusia
dengan delapan kasus diantaranya meninggal.

 Virus flu burung hidup di dalam saluran pencernaan unggas. Kuman ini
kemudian dikeluarkan bersama kotoran, dan infeksi akan terjadi bila orang
mendekatinya. Penularan diduga terjadi dari kotoran secara oral atau melalui
saluran pernapasan. Orang yang terserang flu burung menunjukkan gejala
seperti terkena flu biasa, antara lain demam, sakit tenggorokan dan batuk,
tapi kondisinya sangat cepat menurun drastis. Bila tidak segera ditolong,
korban bisa meninggal. Seperti halnya influensa, flu burung ini sangat mudah
bermutasi.

 Flu burung (H5N1) dapat menyebar dengan cepat diantara populasi unggas
dengan kematian yang tinggi. Bahkan dapat menyebar antar peternakan dari
suatu daerah ke daerah lain. Penyakit ini dapat juga menyerang manusia,
lewat udara yang tercemar virus itu. Belum ada bukti terjadinya penularan
dari manusia ke manusia. Dan juga belum terbukti adanya penularan pada
manusia lewat daging yang dikonsumsi. Orang yang mempunyai resiko besar
untuk terserang flu burung (H5N1) ini adalah pekerja peternakan unggas,
penjual dan penjamah unggas.

 Saat ini, strain yang paling virulen penyebab flu burung adalah strain
H5N1. Dari hasil studi yang ada menunjukkan, unggas yang sakit (oleh
Influenza A H5N1) dapat mengeluarkan virus dengan jumlah besar dalam
kotorannya. Virus itu dapat bertahan hidup di air sampai empat hari pada
suhu 22 derajad celcius dan lebih dari 30 hari pada nol derajad celcius. Di
dalam kotoran dan tubuh unggas yang sakit, virus dapat bertahan lebih lama,
tapi mati pada pemanasan 600 derajad celcius selama 30 menit. Virus ini
sendiri mempunyai masa inkubasi selama 1–3 hari.

 Secara umum, gejala klinis serangan virus itu adalah gejala seperti flu
pada umumnya, yaitu demam, sakit tenggorokan, batuk, ber-ingus, nyeri otot,
sakit kepala, lemas, dan dalam waktu singkat dapat menjadi lebih berat
dengan terjadinya peradangan di paru-paru (pneumonia), dan apabila tidak
dilakukan tatalaksana dengan baik dapat menyebabkan kematian. Oleh karena
itu, setiap kasus flu yang menderita pneumonia dengan faktor risiko kontak
dengan burung pada daerah yang sedang terjadi KLB unggas "flu burung" (kasus
probable) perlu diambil spesimennya untuk pembuktian laboratorium.

 Flu burung banyak menyerang anak-anak di bawah usia 12 tahun. Hampir
separuh kasus flu burung pada manusia menimpa anak-anak, karena sistem
kekebalan tubuh anak-anak belum begitu kuat. Padahal, penyakit ini belum ada
obatnya. Penderita hanya akan diberi untuk meredakan gejala yang menyertai
penyakit flu itu, seperti demam, batuk atau pusing. Obat-obatan itu hanya
meredam gejalanya, tapi tidak mengobati.

 Kemampuan virus flu burung adalah membangkitkan hampir keseluruhan respon
"bunuh diri" dalam sistem imunitas tubuh manusia. Semakin banyak virus itu
tetreplikasi, semakin banyak pula sitoksin--protein yang memicu untuk
peningkatan respons imunitas dan memainkan peran penting dalam peradangan
yang diproduksi tubuh. Sitoksin yang membanjiri aliran darah, karena virus
yang bertambah banyak, justru melukai jaringan-jaringan dalam tubuh -efek
bunuh diri.

 Upaya pencegahan penularan tentu saja dilakukan dengan cara menghindari
bahan yang terkontaminasi tinja dan sekret unggas, dengan beberapa tindakan
seperti:

- Tiap orang yang berhubungan dengan bahan yang berasal dari saluran cerna
unggas harus menggunakan pelindung (masker, kacamata renang)

- Bahan yang berasal dari saluran cerna unggas, seperti tinja harus
ditata-laksana dengan baik (ditanam atau dibakar) agar tidak menjadi sumber
penularan bagi orang disekitarnya.

- Alat-alat yang digunakan dalam peternakan harus dicuci dengan desinfektan

- Kandang dan tinja tidak boleh dikeluarkan dari lokasi peternakan

- Mengkonsumsi daging ayam yang telah dimasak dengan suhu 800 derajad
celcius selama satu menit, telur unggas dipanaskan dengan suhu 640 derajad
celcius selama lima menit

- Melaksanakan kebersihan lingkungan

- Melakukan kebersihan diri

 Untuk pengobatan sementara, penderita bisa diberikan obat antivirus dan
obat symptomatis, seperti Oceltamivir (70 mg/h). Sebagai pedoman, petugas
medis, paramedis dan non-medis dalam penanganan flu burung bisa merujuk
kepada Rumah Sakit Penyakit Infeksi (RSPI) Prof. Dr. Sulianti Saroso Jakarta
(Prosedur Tetap Penanganan Penderita Flu Burung:
http://www.ppmplp.depkes.go.id/images/m22_s2_i287_b.pdf).

 - - - - - - - - - - - - - -- - - - - - -- - - - - - -- - - - - - -- - - - -
- -- - - - - - -

 FLU BURUNG 15/04/2005, 14:10:26

  APA ITU FLU BURUNG ?

 Flu Burung ( Avian Influenza ) adalah suatu penyakit yang disebabkan oleh
virus Influenza Strain type A ( H5NI ). Penyakit ini menular dari burung
(unggas) ke burung dapat juga menular dari burung ke manusia. Sedangkan
penularan manusia dari manusia sampai saat ini belum ditemukan Masa inkubasi
selama 1 – 3 hari

  SUMBER PENULARANNYA

 Penyakit ini dapat menular melalui udara yang tercemar Virus H5NI, yang
berasal dari kotoran atau sekreta burung/ Unggas yang menderita influenza

  Gejalanya

 Penyakit Flu Burung ini gejalanya seperti gejala flu biasa, misalnya :

 · Demam

· Sakit Tenggorokan

· Batuk

· Ber-ingus

· Nyeri Otot

· Sakit Kepala

Namun dalam waktu singkat dapat menjadi berat karena terjadi peradangan pada
paru (pneumonia) dan dapat meninggal.

  PENCEGAHAN

 1. Peternak dan orang yang hendak memasuki peternakan ayam ( unggas ) harus
menggunakan masker dan berganti baju dengan baju yang sudah disucihamakan.
Mereka yang kontak langsung dengan unggas disarankan untuk menggunakan kaca
mata plastik ( Goggle )

 2. Lalu lintas orang yang akan keluar masuk kandang harus dibatasi. Orang
yang tidak berkepentingan dilarang masuk.

 3. Orang dan Kendaraan yang masuk keluar kandang harus disemprot dengan
larutan desinfektans.

 4. Alat-alat yang digunakan dalam peternakan harus dicuci dengan larutan
desinfektan

 5. Kandang dan kotoran tidak boleh dekeluarkan dari lokasi peternakan.

 6. Bila mengkonsumsi daging ayam harus dipanaskan pada suhu 80 C selama
sekurang-kurangnya satu menit, sedangkan telur ayam pada pemanasan 64 C
selama minimal 4,5 menit.

  PENGOBATAN

 Apabila menemukan gejala seperti diatas agar berobat ke sarana pelayanan
Kesehatan yang ada ( Puskesmas, Rumah Sakit )

 INFORMASI LEBIH LANJUT HUBUNGI :

 PUSAT PENGENDALIAN DUKUNGAN KESEHATAN

 DINAS KESEHATAN PROPINSI DKI JAKARTA

 34835118 ( HUNTING )

PELAYANAN 24 JAM

WWW.dikes-dki.go.id <http://www.dikes-dki.go.id/>

Data-data diperoleh dari :

 DINAS KESEHATAN

PROPINSI DKI JAKARTA

  - - - - - - - - - - - - - -- - - - - - -- - - - - - -- - - - - - -- - - -
- - -- - - - - - -

  Flu Burung, Jangan Takut Makan daging dan Telur Ayam

 Dr. Handrawan Nadesul

Dokter Umum

 Dalam beberapa pekan ini Indonesia kembali dilanda wabag flu buurng,
setidaknya di Sulawesi Selatan dan Jawa Barat. Ratusan ribu ternak ayam
mati. Harga ayam potong dan telur anjlok. Betulkah orang bisa tertular flu
burung dengan mengonsumsi daginga atau telurnya?

 Beberapa pasien bertanya seperti itu. Informasi ihwal penularan flu burung
(avian influenza, bird flu) masih terbatas sehingga masyarakat belum
sepenuhnya paham bagaimana virus H5N1 (penyebab flu burung) menulari
manusia.

 Betul virus ini masih kerabat dekat virus influenza A, dan sama-sama
ditularkan lewat udara (airbone). Namun, karena pada mulanya flu burung
tergolong penyakit hewan yang bisa juga menyerang manusia (zoonosis), baku
tular awalnya hanya berlangsung antarhewan.

 Dan bila keganasan virusnya tidak dikekang manusia yang bergaul dekat
dengan unggas terinfeksi, beresiko tertular. Para pekerja peternakan umggas,
lokasi pemotongan unggas, penjual burung, orang-orang yang berada di sekitar
peternakan unggas, dan pasar burung, perlu mendapat perlindungan, atau
berupaya melindungi diri sendiri.

 Virus flu burung terbang ke udara di sekitar lokasi tempat unggas
berpenyakit berada. Virusnya mungkin berasal dari kotorannya, liurnya, wadah
makanan dan air minumnya, kandang, dan semua permukaan tanah yang
dicemarinya. Itu sebab, ketika awal serangan flu burung, yang pertama-tama
tertular hanyalah mereka yang berada berdekatan dengan kandang, atau pasar
unggas yang sudah berpenyakit ini.

 Airborme Infection

Penularan secara airbone berarti manusia menghirup udara yang sudah
mengandung virus ke dalam saluran pernapasannya, Kita tidak tahu, dan tidak
pula merasa saat menghiurp udara bervirus flu burung. Namun, harus
diwaspadai kalau udara di sekitar lokasi yang sudah dijangkit flu burung
beresiko sudah tercemar virusnya.

 Selain itu penularan juga dapat terjadi secara kontak langsung lewat
tangan. Kontak langsung dengan menyentuh, memegang, atau bersinggungan
dengan semua yang sudah tercemar virus, termasuk saat berkontak dengan
unggas atau telurnya. Dengan cara itu virus mencemari tangan, tubuh dan
segala yang dikenakan manusia.

 Bila tangan manusian yang sudah tercemar virus tidak dibasuh dan kemudian
berkontak dengan liang hidungnya sendiri, dengan cara demikian virus flu
burung yang sudah mencemari tangan bisa memasuki saluiran pernapasan juga.
Namun, tidak bukti bahwa dengan cara menelan, manusia akan tertular
virusnya.

 Dulu, di awal-awal penyakit flu burung menyerang, masih diragukan
kemungkinan penularan virus antaramanusia. Namun, belakangan semakin
bermunculan kasus akibat penularan manusia-manusia, bukan saja dengan cara
unggas ke manusia belaka. Dan ini yang diresahkan banyak orang. Mengapa?

 Karena bila penularan terbatas dari unggas ke manusia saja, lebih mudah
mengisolasi unggas berpenyakit agar tidak mendekat kepada lingkungan
manusia. Caranya, dengan mengatur keluar masuknya unggas dari peternakan
berpenyakit.

 Namun, tidak demikian jika manusia sendiri yang sudah terjangkit. Kita tahu
manusian sendiri lebih mobil, lekas berpindah tempat dan sukar dikendalikan
dibanding unggas sekiranya sudah terjangkit. Itu berarti cakupan wilayah
penularan dari manusia ke manusia lain jauh lebih cepat menyebar.

 Batuk dan bersin

Penularan melalui udara atau airbone berarti ada virus yang ditumpahkan oleh
pengidap virusnya ke udara lewat batuk, bersin, dan becakap-cakap. Kendati
unggas, termasuk burung beo sekalipun, tidak batuk atau bersin, penularan
dapat terjadi lewat napasnya, selain lendir dan kotorannya.

 Selama musim flu burung berjangkit, memelihara burung, bermain di pasar
burung atau memasuki lokasi yang tercemar virus flu burung, beresiko
tertular bila kita tidak melindungi diri dengan memakai masker khusus (kedap
virus), bersarung tangan, dan pelindung mata.

 Kita menyaksikan di televisi, rata-rata pekerja di perternakan ayam sedang
membuang ayam mati akibat flu burung nyatanya tidak berpelindung, padahal
mereka beresiko tertular. Bukan saja tubuh dan pakaian yang dikenakannya,
melainkan juga mobil pengangkutnya, wadah telurnya, dan termasuk sepatu dari
tempat peternakannya, semua beresiko tercemaat virus yang siap dibawa ke
mana saja jika tidak ada larangan mengisolasinya.

 Di negara-negara terjangkit flu burung, misal Thailand, semua kendaraan
yang berasal dari wilayah terjangkit flu burung dilarang masuk ke wilayah
yang belum terjangkit. Termasuk menjaga ketat lalu lintas manusia dan ternak
yang dicurigai sudah tercemar.

 Jangan lupa, kotoran burung bervirus yang mengering di permukaan tanah akan
terbang bersama udara di sekitarnya, dan siap dihirup oleh manusia di
sekitarnya. Atau bila tangan manusia berkontak dengan kotoran burung
bervirus itu masuk ke liang hidungnya sendiri sebelum membasuhnya. Itu sebab
kebiasaan membasuh tangan, amatlah vital dalam upaya pencegahan penularan.

 Atau bisa pula terjadi, tubuh manusia yang sudah berkontak dengan kotoran
burung di alas kakinya, lalu membawanya memasuki lantai pekarangan atau
lantai rumahnya. Dengan cara demikian virus flu burung terbawa memasuki
lingkungan manusia yang paling dekat.

 Virusnya Musnah Setelah dimasak

Karena penularan virus flu burung terjadi melalui udara tercemar yang
terhirup oleh saluran pernapasan, tak ada alasan untuk tidak mengonsumsi
unggas selama musim flu burung berjangkit. Tidak ada bukti dengan
mengonsumsi unggas ketika flu burung berjangkit bisa tertular penyakitnya,
Mengapa?

 Pertama, kendari unggas yang dikonsumsi berpenyakit sekalipun, virus yang
ada di dalam tubuhnya akan musnah setelah dimasak. Kedua, unggas yang sudah
sakit tak mungkin di jual di pasar karena selain sudah berubah sifat
bangkainya, kita dapat melihat semuaorgan dalamannya mengalami perdarahan
(multiorgan bleeding).

 Bahaya mendapatkan unggas berpenyakit, masih hodup atau sudah dipotonh,
hanyalah pencemaran virus lewat kontak langsung. Begitu pula dengan produk
telurnya. Kendari bukan berada di dalam daging atau isi telur, virusnya
tentu melekat pada kulit unggas maupun kulit telurnya jika berasal dari
peternakan terjangkit.

 Kendati unggasnya sendiri belum sakit, bila berasal dari peternakan yang
terjangkit flu burung, permukaan tubuhnya tetap beresiko tercemari selama
proses pemotongan, pengangkutan, maupun cara penanganan (handling) ayam
potong lainnya. Namun, selama kita menjaga kebersihan, ancaman tertular
virus flu burung menjadi kecil.

 Bahaya penularan flu burung lewat unggas demi menyelamatkan usaha
peternakan ketimbang ancaman penularannya terhadap manusia. Hanya apabila
sudah semakin banyak manusia yang tertular saja yang dicemaskan, mengingat
penularan manusia ke manusian sudah terbukti bisa berlangsung.

 Selain cakupan sebar virus antaramanusia jauh lebih luas, keganasan virus
flu burung yang sudah bersekutu dengan virus influenza manusia sering
mengalami mutasi. Virusnya berubah jadi ganas. Itu sebab serangan flu burung
antarmanusia yang umumnya bersifat fatal harus lebih ditakuti. Gejalanya
mirip flu biasa, namun langsung bersifat fatal harus lebih ditakuti.
Gejalanya mirip flu biasa, namun langsung menyerang paru berupa radang
paru-paru dadakan (pneumonia). Bila belum kasip, masih bisa ditambak dengan
obat antivirus.

 Manusia tidak bisa membebaskan diri dari ancaman virus flu burung sebab
tubuhnya tidak bisa dikebalkan seperti unggas. Namun, manusia punya
kemampuan untuk menghindari dari ancaman itu dengan cara menjauhi dan
menegakkan kebersihan diri.

 Jangan lupa, flu burung bukan cuma hobi menyerang kaum ayam dan burung
saja, melainkan juga pada semua unggas, termasuk bebek. Belakangan di
Vietnam kedapatan pula ada ternak babi yang menjadi penular kontak virus flu
burung. Ternak babi pun perlu diwaspadai sebagai penular perantara pembawa
virus flu burung tanpa babi sendiri harus menjadi sakit terlebih dulu.

 Jadi, barangkali sekarang masanya ketika harga ayam potong lagi
murah-murahnya untuk lebih sering bikin ayam goreng atau memasak ayam bumbu
balado, sambil bersilaturahmi mengirimkannya kepada tetangga. Dan sungguh
saya tak menolak sekiranya ANda pun berniat memaketkan serantang ayam rebus
ke alamat saya sekarang.

 Sumber: Senior

 - - - - - - - - - - - - - -- - - - - - -- - - - - - -- - - - - - -- - - - -
- -- - - - - - -

 PENGERTIAN

Flu Burung adalah penyakit yang disebabkan oleh virus influenza yang
menyerang burung/unggas/ayam . Salah satu tipe yang perlu diwaspadai adalah
yang disebabkan oleh virus influenza dengan kode genetik H5N1
(H=Haemagglutinin, N=Neuramidase) yang selain dapat menular dari burung ke
burung ternyata dapat pula menular dari burung ke manusia.

 Penyebab

Penyebab flu burung adalah virus influenza tipe A . Virus influenza termasuk
famili Orthomyxoviridae. Virus influenza tipe A dapat berubah-ubah bentuk
(Drift, Shift), dan dapat menyebabkan epidemi dan pandemi. Berdasarkan sub
tipenya terdiri dari Hemaglutinin (H) dan Neuramidase (N) . Kedua huruf ini
digunakan sebagai identifikasi kode subtipe flu burung yang banyak jenisnya.


 Pada manusia:

hanya terdapat jenis H1N1, H2N2, H3N3, H5N1, H9N2, H1N2, H7N7.

Sedangkan pada binatang:

H1-H5 dan N1-N98. Strain yang sangat virulen/ganas dan menyebabkan flu
burung adalah dari subtipe A H5N1.

Virus tersebut dapat bertahan hidup di air sampai 4 hari pada suhu 22 °C dan
lebih dari 30 hari pada 0 °C. Virus akan mati pada pemanasan 60 °C selama 30
menit atau 56 °C selama 3 jam dan dengan detergent, desinfektan misalnya
formalin, serta cairan yang mengandung iodin.

  Gejala

Gejala flu burung dapat dibedakan pada unggas dan manusia.

Gejala pada unggas

Jengger berwarna biru

Borok di kaki

Kematian mendadak

Gejala pada manusia

Demam (suhu badan diatas 38 °C)

lemas

Pendarahan hidung dan gusi

sesak nafas

muntah dan nyeri perut serta diare

Batuk dan nyeri tenggorokan

Radang saluran pernapasan atas

Pneumonia

Infeksi mata

Nyeri otot

Masa Inkubasi

1. Pada Unggas : 1 minggu

2. Pada Manusia : 1-3 hari , Masa infeksi 1 hari sebelum sampai 3-5 hari
sesudah timbul gejala. Pada anak sampai 21 hari

 Penularan

Flu burung menular

dari unggas ke unggas,

dan dari unggas kemanusia, melalui air liur, lendir dari hidung dan feces.

Penyakit ini juga dapat menular melalui udara yang tercemar virus H5N1 yang
berasal dari kotoran atau sekreta burung/unggas yang menderita flu burung.

Penularan dari unggas ke manusia juga dapat terjadi jika bersinggungan
langsung dengan unggas yang terinfeksi flu burung. Contohnya: pekerja di
peternakan ayam , pemotong ayam dan penjamah produk unggas lainnya.

 Unggas yang sakit oleh Influenza A atau virus H5N1 dapat mengeluarkan virus
dengan jumlah besar dalam kotorannya. Virus itu dapat bertahan hidup di air
sampai empat hari pada suhu 22 derajad celcius dan lebih dari 30 hari pada
nol derajad celcius. Di dalam kotoran dan tubuh unggas yang sakit, virus
dapat bertahan lebih lama. Virus ini mati pada pemanasan 56 derajat Celcius
dalam 3 jam atau 60 derajad celcius selama 30 menit. Bahan disinfektan
fomalin dan iodine dapat membunuh virus menakutrkan ini.

 Virus flu burung hidup di dalam saluran pencernaan unggas. Burung yang
terinfeksi virus akan mengeluarkan virus ini melalui saliva (air liur),
cairan hidung, dan kotoran. Avian Virus influenza avian dapat ditularkan
terhadap manusia dengan 2 jalan. Pertama kontaminasi langsung dari
lingkungan burung terinfeksi yang mengandung virus kepada manusia. Cara lain
adalah lewat perantara binatang babi. Penularan diduga terjadi dari kotoran
secara oral atau melalui saluran pernapasan.

 Penyebaran flu burung di berbagai belahan dunia antara lain:

Ayam dan manusia di Hongkong. Selama wabah tersebut Pada tahun 1997 Avian
Influenza A (H5N1) telah menginfeksi berlangsung 18 orang telah dirawat di
rumah sakit dan 6 diantaranya meninggal dunia. Untuk mencegah penyebaran
tersebut pemerintah setempat memusnahkan 1,5 juta ayam yang terinfeksi flu
burung.

Pada tahun 1999, di Hongkong dilaporkan adanya kasus Avian Influenza A
(H9N2) pada 2 orang anak tanpa menimbulkan kematian.

Pada tahun 2003, di Hongkong ditemukan lagi dua kasus Avian Influenza A
(H5N1) dan satu orang meninggal.

Pada tahun 2003, di Belanda ditemukan 80 kasus Avian Influenza A (H7N7) dan
satu diantaranya meninggal.

Pada tahun 2004 terjadi lagi 25 kasus Avian Influenza A (H5N1) di Vietnam
(19) dan Thailand (6) yang menyebabkan 19 orang meninggal (5 di Thailand, 14
di Vietnam)

 PENCEGAHAN

1. Pada Unggas:

Pemusnahan unggas/burung yang terinfeksi flu burung

Vaksinasi pada unggas yang sehat

2. Pada Manusia:

Kelompok berisiko tinggi (pekerja peternakan dan pedagang):

Mencuci tangan dengan desinfektan dan mandi sehabis bekerja.

Hindari kontak langsung dengan ayam atau unggas yang terinfeksi flu burung.

Menggunakan alat pelindung diri. (contoh : masker dan pakaian kerja).

Meninggalkan pakaian kerja ditempat kerja.

Membersihkan kotoran unggas setiap hari.

Imunisasi.

Masyarakat umum:

Menjaga daya tahan tubuh dengan memakan makanan bergizi & istirahat cukup.

Mengolah unggas dengan cara yang benar, yaitu :

Pilih unggas yang sehat (tidak terdapat gejala-gejala penyakit pada
tubuhnya)

Memasak daging ayam sampai dengan suhu ± 800 °C selama 1 menit dan pada
telur sampai dengan suhu ± 640 °C selama 4,5 menit.

Basuh tangan sesering mungkin, penjamah sebaiknya juga melakukan disinfeksi
tangan (dapat dengan alcohol 70%, atau larutan pemutih/khlorin 0,5%untuk
alat2/instrumen)

Lakukan pengamatan pasif terhadap kesehatan mereka yang terpajan dan
keluarganya. Perhatikan keluhan-keluhan seperti Flu, radang mata, keluhan
pernafasan.

 PENGOBATAN

Pengobatan bagi penderita flu burung adalah:

Oksigenasi bila terdapat sesak napas.

Hidrasi dengan pemberian cairan parenteral (infus).

Pemberian obat anti virus oseltamivir 75 mg dosis tunggal selama 7 hari.

Amantadin diberikan pada awal infeksi, sedapat mungkin dalam waktu 48 jam
pertama selama 3-5 hari dengan dosis 5 mg/kg BB perhari dibagi dalam 2
dosis. Bila berat badan lebih dari 45 kg diberikan 100 mg 2 kali sehari.

 KEBIJAKAN PEMERINTAH

Dalam rangka mengatasi dampak yang ditimbulkan oleh flu burung, pemerintah
Indonesia telah mengambil beberapa kebijakan, di antaranya adalah sebagai
berikut :

Memberikan konpensasi bagi peternakan rakyat selama 6 bulan dari 29 Januari
– 30 Juli 2004 berupa DOC dan Pakan.

Memusnahkan semua unggas yang terserang flu burung dengan cara dibakar.

Mengadakan vaksinasi bagi ayam atau ternak unggas yang masih sehat.

Melakukan tindakan biosekuriti (pengawasan secara ketat terhadap lalu-lintas
unggas produk unggas dan limbah peternakan unggas) untuk daerah yang bebas
flu burung.

CATATAN PENTING

Penyebab flu burung di Indonesia adalah virus influenza tipe A subtipe H5N1.


(iis)

 sumber:

1. PUSAT DATA DAN INFORMASI PERSI - 21 September 2005

2. WHO : Avian Influenza-Fact Sheet 15 January 2004

3. LITBANG DEPKES



 ____________________________________

Kunjungi www.perencanakeuangan.com <http://www.perencanakeuangan.com>
____________________________________


 ------------------------------
YAHOO! GROUPS LINKS


   - Visit your group "SSR-Klub <http://groups.yahoo.com/group/SSR-Klub>"
   on the web.
    - To unsubscribe from this group, send an email to:
   [EMAIL PROTECTED]<[EMAIL PROTECTED]>
    - Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo! Terms of
Service<http://docs.yahoo.com/info/terms/>
   .


 ------------------------------


--
---------------------------------------------------------------
September ceria, gratis hosting 2 bulan untuk
pembayaran 1 tahun.

TechRaya Web Solution
1. BlogMania! : 25Mb, 1 domain name
-> Rp. 150rb/tahun
2. BlogMania!Pro : 50Mb, 1 domain name
-> Rp. 200rb/tahun

http://www.techraya.com
---------------------------------------------------------------


[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Fair play? Video games influencing politics. Click and talk back!
http://us.click.yahoo.com/T8sf5C/tzNLAA/TtwFAA/0XFolB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/balinux/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke