>Sebenernya secara umum, budaya ini tidak hanya ada di Bali, tapi di
>seluruh Indonesia.
>Pengaruh media sangat luar biasa. Sinetron yang menyuguhkan kemewahan
>melulu, ironi (kisah si miskin yg ternyata memiliki warisan sehingga
>tiba2 kaya), sampe cerita hantu2 & peri yg gak jelas. Belum lagi ajang
>lomba utk menjadi selebritis instan, dan hal2 lain yang menjual mimpi
>dan impian akan kekayaan dan ketenaran yg seakan mudah didapat tanpa
>harus bekerja keras, tekun dan mulai dari bawah.
>
>Parahnya lagi, semuanya itu ditonton bukan hanya anak muda  tapi yang
>lebih bahaya justru ditonton oleh kaum Ibu-ibu, dimana Ibu (dan ayah)
>jelas2 sebagai 'guru' di rumah.
>
>saya tidak bisa membayangkan bagaimana jadinya Indonesia yg kita
>cintai ini kedepan. Yang bisa kita lakukan adalah, mulai dari diri
>sendiri, mulai dari hal2 kecil, mulai saat ini..
>
>

Setuju, memang kita terlalu dibiasakan untuk menjadi pemimpi sejak
kecil! Bahkan sebelum lahir ( lihat aja banyak ibu-ibu hamil, yang
karena dapat cuti hamil, kerjaannya nonton sinetron mulu , so setuju
juga sama usul seminarnya. Kita harus memperbanyak acara yang mendidik
dan merangsang untuk berfikir, supaya kita terhindar dari gaya hidup
serba instan.

Budi Santoso


------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Fair play? Video games influencing politics. Click and talk back!
http://us.click.yahoo.com/T8sf5C/tzNLAA/TtwFAA/0XFolB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/balinux/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke