* ''Kerauhan'', Sebut Pelaku Pengeboman*
*
ADA* kejadian aneh mengiringi duka peledakan bom di Jimbaran, Kuta Selatan.
Minggu (2/10) kemarin, seorang ibu rumah tangga asal Sudaji Buleleng, Kadek
Suastari, tiba-tiba kerauhan (trance). Wanita berusia 32 tahun ini kemasukan
roh Patih Gajah Mada. Percaya atau tidak, dalam kondisi kerauhan itu, dia
menyebut pelaku bom secara lengkap. Nama, alamat tempat mereka menginap
serta mobil yang mereka gunakan lengkap dengan nomor polisi serta jenis dan
warnanya.

 Kejadian bermula dari keluarga Putu Surya, suami Kadek Suastari, bersama
anak mereka, Intan (6) dan Agus (5), siang kemarin sembahyang di Pura
Majapahit di kawasan GWK. Keluarga yang tinggal di Puri Gading Jimbaran ini
didampingi pemangku di merajan keluarga di Buleleng bernama Ketut Negara.
Setelah sembahyang, Suastari tiba-tiba kerauhan. Roh yang masuk ke tubuhnya
diidentifikasi sebagai Patih Gajah Mada. Ketika Putu Surya hendak pulang ke
rumahnya, Suastari berontak ingin meloncat dari mobil kalau tidak
diperkenankan melihat TKP. "Dia terus berontak saat kerauhan, dan mengaku
sebagai Patih Gajah Mada. Dia minta diantarkan ke lokasi pengeboman (Pantai
Jimbaran-red)," tutur Ketut Negara.

 Pada saat bersamaan, dalam kondisi hilang kesadaran, Suastari menyebut nama
pelaku bom di Nyoman Cafe dan Manega Cafe, Pantai Jimbaran. Katanya, pelaku
berjumlah tiga orang, masing-masin Dedy Miswar, Abdul Gani dan Abdullah.
Ketiganya sempat menginap di Jalan Anggrek 32, Kuta. Dalam melaksanakan
aksinya, ketiga bedebah itu menggunakan mobil Kijang warna biru dengan
nopolDK 1910 DW.
Karena terus bersikeras diantar ke TKP dan menganggapnya sebagai suatu "
petunjuk", Putu Surya lantas mengantar istrinya ke TKP pukul 15.45 wita.
Setelah dijelaskan, aparat keamanan mempersilakan Suastari, suami dan kedua
anaknya masuk TKP. Padahal sebelumnya tak seorang pun, selain petugas
kepolisian diizinkan masuk ke area yang telah dipasangi police line.

 Di pantai dekat TKP, di hadapan para petugas, beberapa kali Suastari
kerauhan. Lagi-lagi dia menyebut identitas para pelaku pengeboman berikut
keterangan tambahan lainnya dengan jelas. Setelah itu, Suastari langsung
lunglai seperti orang pingsan. Tak pelak, hal ini menjadi tontonan, termasuk
oleh puluhan wartawan baik dalam maupun luar negeri.

 Beberapa wartawan asing dan yang berasal dari luar Bali tampak terpesona
menyaksikan fenomena niskala ini. Setelah dijelaskan, baru mereka memahami
berbagai kekuatan spiritual yang menjaga  Bali. Sekadar mengingatkan, dalam
mengungkap pelaku peledakan bom di Kuta 12 Oktober 2002, aparat keamanan
banyak dibantu oleh kalangan paranormal.

 Yang menarik, saat kerauhan, Suastari sempat sedikit bernyanyi saat
mengungkap dirinya sebagai "Patih Gajah Mada". Sambil menunjuk orang di
sekeliling yang mengerubutinya, Suastari mengatakan, kalian sudah tak pernah
lagi sembahyang untuk Gajah Mada dan kerajaan Majapahit. Sesudah itu keluar
ucapan yang tidak terlalu jelas. Beberapa orang di situ mengaku tak pernah
mendengar ucapan seperti itu sehari-hari. Apakah itu bahasa Sanskerta atauBali
Kuno, entahlah. Yang jelas, apa yang dikemukakan Suastari dalam kerauhan
merupakan isyarat bagi polisi. Apakah informasi yang disampaikan Suastari
ini benar adanya, mari kita serahkan pada sang waktu. Toh, polisi kini
tengah bekerja keras mengungkap pelaku pengeboman yang lagi-lagi merenggut
korban jiwa. *(gre)*

http://www.balipost.co.id/balipostcetak/2005/10/3/b18.htm


[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Most low income households are not online. Help bridge the digital divide today!
http://us.click.yahoo.com/cd_AJB/QnQLAA/TtwFAA/0XFolB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/balinux/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke