brarti mbak nia mesti bersyukur
berat bayi mbak nia udah lebih dari 2500gr kan?
brarti prosentase lahir sehatnya lebih besar dong...


*serem gak sih lagi hamil bacanya artikel2 yg bikin ciut nyali kyk gini, apalagi bentar lagi mo lahiran...*
:-)


----- Original Message ----- From: "Nia Handayani " <[EMAIL PROTECTED]>
To: <[email protected]>
Sent: Monday, February 13, 2006 1:56 PM
Subject: [balita-anda] 10 Bayi Meninggal Setiap Jam



10 Bayi Meninggal Setiap Jam

BANDUNG, (PR).-
Angka kematian bayi dan anak di Indonesia masih sangat
tinggi, sehingga, banyak bayi yang tidak sempat merayakan
hari ulang tahun pertamanya. Selain itu, kalau bertahan
hidup, tidak sedikit bayi yang tidak menerima standar
pelayanan kesehatan.

"Angka harapan hidup bayi yang lahir di Indonesia terlalu
menggembirakan dan masih terlalu tinggi dibandingkan
kondisi negara ASEAN maupun di Asia Pasifik. Angka
kematian bayi baru lahir di Indonesia 20/1.000 kelahiran.
Sedangkan angka kematian bayi berumur kurang dari 1 tahun
adalah 35/1.000 kelahiran hidup," kata Ketua Umum PP
Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), Dr. Sukman T. Patra,
Sp.A. (K), FACC, FESC pada pembukaan Workshop on Basic
Neonatal Care serta Neonatal Resuscitation Update, di
Hotel Jayakarta Bandung, Minggu (12/2).

Dalam kondisi memprihatinkan itu artinya saat ini setiap
jam di Indonesia akan ada 10 bayi meninggal dunia, antara
lain akibat asfiksia, berat badan lahir rendah, infeksi,
kelainan bawaan dll. "Ini angka yang sangat dramatis,"
kata Sukman.

Menyikapi kecenderungan yang masih memprihatinkan itu,
IDAI yang kini beranggotakan 1.800 dokter anak, terpanggil
untuk memberikan kontribusinya secara profesional dalam
berbagai upaya pemerintah dan nonpemerintah untuk
meningkatkan harapan hidup bayi baru lahir.

Pelatihan yang akan berlangsung 18 Februari itu, menurut
Kepala Dinas Kesehatan Jabar Yudhi Prayudha, merupakan
salah satu upaya untuk meminimalisasi dan mengatasi
kematian bayi yang masih tinggi di Jawa Barat.

"Penyebab langsung kematian ibu di Jawa Barat masih karena
perdarahan, eklampsi dan infeksi. Sedangkan kematian bayi
paling banyak terjadi pada saat neonatal, yaitu 0-28 hari,
sebesar 53% dari kematian bayi, 60-80% terjadi pada bayi
berat lahir yang lahir dengan berat kurang dari 2.500
gram," kata Yudhi.

Sementara itu, Direktur Pelayanan Medik Departemen
Kesehatan, Dr. Ratna Rosita Hendardji, MPHM menyebutkan,
media workshop dapat digunakan sebaik-baiknya dalam upaya
perbaikan pelayanan serta alih pengetahuan dan teknologi.
Program menurunkan angka kematian ibu dan bayi (maternal
neonatal) dan memantapkan pelayanan ibu dan bayi yang
mempunyai masalah komplikasi persalinan dan kelahiran
kurang bulan sangatlah diperlukan.

Hal senada dikemukakan Kepala Perwakilan Health Service
Program USAID, Greg Adams. "Kami sangat mendukung program
penekanan angka kematian bayi di Indonesia, karena
persoalan ini sudah seharusnya cepat diatasi. Kami menilai
permasalahan kesehatan di Indonesia ini sangat kompleks,
tetapi sekarang sudah terasa lebih baik." (A-73)***
========================================================================================
Ikuti Lomba Puisi Online Jawa Timur, dapatkan hadiah menarik setiap bulannya
dan hadiah total senilai 60 juta rupiah
hanya di http://www.plasa.com (Khusus Jawa Timur)
========================================================================================


================
Kirim bunga, http://www.indokado.com
Info balita: http://www.balita-anda.com
Stop berlangganan/unsubscribe dari milis ini, e-mail ke: [EMAIL PROTECTED]
Peraturan milis, email ke: [EMAIL PROTECTED]





================
Kirim bunga, http://www.indokado.com
Info balita: http://www.balita-anda.com
Stop berlangganan/unsubscribe dari milis ini, e-mail ke: [EMAIL PROTECTED]
Peraturan milis, email ke: [EMAIL PROTECTED]

Kirim email ke