|
GEMPA CUKUP BESAR MENGGUNCANG KAWASAN
MERAPI ![_javascript_:openpop('AKTUAL','17440')]()
|
|
![]()
|
![]()
|
|
Sejumlah bangunan kantor di
Yogyakarta rusak akibat gempa yang berkekuatan 5,8 Skala Richter.
|
|
Yogyakarta:
Gempa berkekuatan cukup besar mengguncang kawasan Gunung Merapi yang
terletak di perbatasan Jawa Tengah dan Yogyakarta, Sabtu (27/5) pukul 5.55 WIB. Meski hanya berlangsung
beberapa detik, gempa berkekuatan 5,8 pada skala Richter itu cukup
mengejutkan warga yang masih terlelap tidur.
Kantor Berita Antara
melaporkan gempa tersebut disusul dengan luncuran awan panas raksasa.
Hingga berita ini dibuat, belum ada laporan tentang adanya korban jiwa. Hanya,
berdasarkan pemantauan reporter Metro TV,
beberapa bangunan dilaporkan rusak. Bahkan, sebuah mobil sedan rusak bagian
belakangnya karena tertimpa tembok yang roboh.
Gempa di pagi hari ini mengejutkan warga yang masih
terlelap tidur. Mereka berhamburan keluar rumah. Sementara petugas belum
seorang pun yang datang ke beberapa titik gempa. Di lokasi, warga hanya
berkerumum dan sebagian lagi memberikan pertolongan kepada beberapa
orangtua dan jompo untuk keluar dari reruntuhan. Namun, dipastikan bahwa
belum ada laporan adanya warga yang mengalami luka cukup serius. Badan
Meteorologi dan Geofisika menyebutkan gempa tersebut berkekuatan 5,8 skala
Richter. Namun, BMG belum menyebutkan titik gempa. Sampai saat ini, warga
masih terlihat shock. Mereka
belum berani masuk rumah karena khawatir terjadi gempa susulan yang lebih
besar.(DEN)
|
|
Jawa Tengah dan Yogyakarta Diguncang Gempa
Laporan Wartawan Kompas dari Jawa Tengah dan Yogyakarta
Gempa bumi dengan kekuatan 5,9 sakala richter,
Sabtu (27/5) pukul 05.55 melanda wilayah DI Yogyakarta, Jawa Tengah dan
sekitarnya. Menurut Widad Sulistya dari BMG Semarang, pusat gempa, 8.26 LS,
110.33 BT di kedalaman 33 kilometer sekitar 37,6 km arah selatan Yogyakarta.
Di Yogyakarta, Gempa meretakkan gedung Saphir
Mall dan Hotel Saphir di Jalan Laksda Adisucipto. Sejumlah rumah di Demangan
Kidul, Kecamatan Gondokusuman retak dan rubuh. Di Solo, sejumlah tamu Hotel
Sahid berhamburan ke luar. Gempa susulan dirasakan warga pukul 06.10 dan 06.18 dalam
skala lebih kecil. Dari Magelang dilaporkan, sesaat setelah gempa, Gunung
Merapi pun meletus dan hujan abu cukup tebal terjadi di sekitar lereng Merapi
dan listrik langsung mati Gempa juga terasa di Solo, Demak, Jawa Tengah, bahkan
hingga Ponorogo, Jawa Timur.
Gempa di Yogya
15 Orang Tewas, Ratusan Orang Luka Berat
Bagus
Kurniawan - detikcom
Yogyakarta - Hingga pukul 08.20 WIB, Sabtu (27/5/2006), belum ada
kepastian tentang jumlah korban tewas dan luka akibat
gempa dahsyat di Yogya. Data yang didapatkan detikco,
untuk sementara 15 orang tewas dan ratusan orang luka
berat.
Data ini didapatkan dari Badan Penanggulangan Bencana Pemda
DI Yogyakarta (DIY). Namun, data ini masih mentah,
karena korban kemungkinan terus bertambah.
Para korban tewas,
sebagian besar berasal dari Kabupaten Bantul. Namun, salah satu di antara
korban tewas adalah warga Baciro, Yogyakarta.
Sementara korban luka berat hingga kini masih terus
dievakuasi ke sejumlah RS di Yogya. Jumlahnya sudah
ratusan. Mereka terluka karena tertimpa reruntuhan
bangunan. Akibat banyak warga luka, RS-RS besar di
Yogya kewalahan menangani pengungsi. (asy)
Ratusan Rumah di Bantul Rata dengan Tanah
Suwarjono
- detikcom
Bantul
- Suasana paling mengerikan akibat gempa di Yogya terjadi di Bantul bagian
selatan, Sabtu (27/5/2006). Di kawasan dekat pusat gempa ini ratusan rumah warga rata dengan
tanah.
Suasana mangklingi
ini tampak di Kecamatan Srandakan, Sanden, Pandak, dan Bambang Lipuro.
Di Srandakan, nyaris semua rumah di dusun tersebut roboh. Sangat
sulit melihat rumah yang masih berdiri.
Korban luka sudah tidak terhitung lagi.RSUD Bantul tidak
mampu memuat korban. Para korban lalu
dirujuk ke rumah sakit lainnya hingga ke daerah Kodya Yogya.(nrl)
Ada Isu Tsunami, Warga Bantul Mengungsi ke Arah Utara
Bagus
Kurniawan - detikcom
Jakarta - Gempa
dengan kekuatan 5,9 SR yang cukup dahyat di Yogyakarta memunculkan
isu tsunami. Hingga pukul 08.00 WIB, ribuan warga provinsi dari
DI Yogyakarta di bagian selatan, termasuk Bantul, berlarian dan menyelamatkan
diri ke arah utara.
Pemantauan detikcom
pukul 08.00 WIB, Sabtu (27/5/2006), arus pengungsian ribuan warga Yogya bagian selatan ini masih
terus terjadi. Mereka menggunakan mobil-mobil
pribadi, truk, angkutan umum, sepeda motor, maupun berjalan kaki.
Salah seorang warga Bantul mengaku dirinya ikut menyelamatkan
diri, karena kabarnya air laut mulai pasang. "Banyak
warga bilang air laut sudah mulai naik dan menuju Bantul," kata Ahmad,
salah seorang warga yang membawa serta istri dan anaknya itu.
Situasi arus lalu lintas dari arah Bantul menuju arah utara
memang tampak padat. Hingga saat ini, belum diketahui
secara pasti, apakah benar ada tsunami atau tidak. Sebagian
besar hubungan telekomunikasi di provinsi DIY putus. (asy)
Gempa Susulan Terjadi Lagi Sekitar Pukul 08.15 WIB
Andi
Abdullah Sururi - detikcom
Yogyakarta - Gempa susulan kembali terjadi di Yogyakarta tepat
sekitar pukul 08.15 WIB, Sabtu (27/5/2006). Peristiwa gempa ketiga
ini membuat warga yang terlihat sudah santai menjadi panik kembali.
"Gempa dirasakan cukup kencang tapi tidak sekeras gempa
yang pertama," kata Andi, warga Jakarta yang tengah berada di Yogyakarta pada detikcom.
Gempa susulan tersebut terjadi selama sekitar 10 detik.
Namun getaran gempa cukup membuat warga menjadi trauma.
Akibatnya banyak warga di Jl Jenderal Soedirman kembali
berhamburan keluar sehingga memadati kawasan tersebut.
Warga pun terlihat panik sambil berlarian menuju ke arah utara karena sempat
diisukan akan terjadi tsunami. Belum
diketahui dari mana sumber dan kekuatan gempa ketiga ini.