Ini aku punya artikelnya but sori lupa linknya dr mana
klo ga salah sihh dr web sehat
Mengenal & Membimbing Anak Hiperaktif
Catatan dari Semiloka 'Mengenal dan Membimbing Anak
Hiperaktif' (Unika, Smg)
Apa sebenarnya yang disebut hiperaktif itu ? Gangguan
hiperaktif sesungguhnya sudah dikenal sejak sekitar
tahun 1900 di tengah dunia medis. Pada perkembangan
selanjutnya mulai muncul istilah ADHD (Attention
Deficit/Hyperactivity disorder). Untuk dapat disebut
memiliki gangguan hiperaktif, harus ada tiga gejala
utama yang nampak dalam perilaku seorang anak, yaitu
inatensi, hiperaktif, dan impulsif.
Inatensi
Inatensi atau pemusatan perhatian yang kurang dapat
dilihat dari kegagalan seorang anak dalam memberikan
perhatian secara utuh terhadap sesuatu. Anak tidak
mampu mempertahankan konsentrasinya terhadap sesuatu,
sehingga mudah sekali beralih perhatian dari satu hal
ke hal yang lain.
Hiperaktif
Gejala hiperaktif dapat dilihat dari perilaku anak
yang tidak bisa diam. Duduk dengan tenang merupakan
sesuatu yang sulit dilakukan. Ia akan bangkit dan
berlari-lari, berjalan ke sana kemari, bahkan
memanjat-manjat.
Di samping itu, ia cenderung banyak bicara dan
menimbulkan suara berisik.
Impulsif
Gejala impulsif ditandai dengan kesulitan anak untuk
menunda respon. Ada semacam dorongan untuk
mengatakan/melakukan sesuatu yang tidak terkendali.
Dorongan tersebut mendesak untuk diekspresikan dengan
segera dan tanpa pertimbangan. Contoh nyata dari
gejala impulsif adalah perilaku tidak sabar. Anak
tidak akan sabar untuk menunggu orang menyelesaikan
pembicaraan. Anak akan menyela pembicaraan atau
buru-buru menjawab sebelum pertanyaan selesai
diajukan. Anak juga tidak bisa untuk menunggu giliran,
seperti antri misalnya. Sisi lain dari impulsivitas
adalah anak berpotensi tinggi untuk melakukan
aktivitas yang membahayakan, baik bagi dirinya sendiri
maupun orang lain.
Selain ketiga gejala di atas, untuk dapat diberikan
diagnosis hiperaktif masih ada beberapa syarat lain.
Gangguan di atas sudah menetap minimal 6 bulan, dan
terjadi sebelum anak berusia 7 tahun. Gejala-gejala
tersebut
muncul setidaknya dalam 2 situasi, misalnya di rumah
dan di sekolah. Problem-problem yang biasa dialami
oleh anak hiperaktif
Problem di sekolah
Anak tidak mampu mengikuti pelajaran yang disampaikan
oleh guru dengan baik. Konsentrasi yang mudah
terganggu membuat anak tidak dapat menyerap materi
pelajaran secara keseluruhan. Rentang perhatian yang
pendek membuat anak ingin cepat selesai bila
mengerjakan tugas-tugas sekolah. Kecenderungan
berbicara yang tinggi akan mengganggu anak dan teman
yang diajak berbicara sehingga guru akan menyangka
bahwa anak tidakmemperhatikan pelajaran. Banyak
dijumpai bahwa anak hiperaktif banyak mengalami
kesulitan
membaca, menulis, bahasa, dan matematika. Khusus untuk
menulis, anak hiperaktif memiliki ketrampilan motorik
halus yang secara umum tidak sebaik anak biasa
Problem di rumah
Dibandingkan dengan anak yang lain, anak hiperaktif
biasanya lebih mudah cemas dan kecil hati. Selain itu,
ia mudah mengalami gangguan psikosomatik (gangguan
kesehatan yang disebabkan faktor psikologis) seperti
sakit
kepala dan sakit perut. Hal ini berkaitan dengan
rendahnya toleransi terhadap frustasi, sehingga bila
mengalami kekecewaan, ia gampang emosional. Selain itu
anak hiperaktif cenderung keras kepala dan mudah marah
bila keinginannya tidak segera dipenuhi.
Hambatan-hambatan tersbut membuat anak menjadi kurang
mampu menyesuaikan diri dengan lingkungannya. Anak
dipandang nakal dan tidak jarang mengalami penolakan
baik dari keluarga maupun teman-temannya. Karena
sering dibuat jengkel, orang tua sering memperlakukan
anak secara
kurang hangat. Orang tua kemudian banyak mengontrol
anak, penuh pengawasan, banyak mengkritik, bahkan
memberi hukuman. Reaksi anakpun menolak dan berontak.
Akibatnya terjadi ketegangan antara orang tua dengan
anak. Baik anak maupun orang tua menjadi stress, dan
situasi rumahpun menjadi kurang nyaman. Akibatnya anak
menjadi lebih mudah frustrasi. Kegagalan
bersosialisasi di mana-mana menumbuhkan konsep diri
yang negatif. Anak akan merasa bahwa dirinya buruk,
selalu gagal, tidak mampu, dan ditolak.
Problem berbicara
Anak hiperaktif biasanya suka berbicara. Dia banyak
berbicara, namun sesungguhnya kurang efisien dalam
berkomunikasi. Gangguan pemusatan perhatian membuat
dia sulit melakukan komunikasi yang timbal balik. Anak
hiperaktif cenderung sibuk dengan diri sendiri dan
kurang mampu merespon lawan bicara secara tepat.
Problem fisik
Secara umum anak hiperaktif memiliki tingkat kesehatan
fisik yang tidak sebaik anak lain. Beberapa gangguan
seperti asma, alergi, dan infeksi tenggorokan sering
dijumpai. Pada saat tidur biasanya juga tidak setenang
anak - anak lain. Banyak anak hiperaktif yang sulit
tidur dan sering terbangun pada malam hari. Selain
itu, tingginya tingkat aktivitas fisik anak juga
beresiko tinggi untuk mengalami kecelakaan seperti
terjatuh, terkilir, dansebagainya.
Berikut ini adalah faktor-faktor penyebab hiperaktif
pada anak :
Faktor neurologik
Insiden hiperaktif yang lebih tinggi didapatkan pada
bayi yang lahir dengan masalah-masalah prenatal
seperti lamanya proses persalinan, distres fetal,
persalinan dengan cara ekstraksi forcep, toksimia
gravidarum atau
eklamsia dibandingkan dengan kehamilan dan persalinan
normal. Di samping itu faktor-faktor seperti bayi yang
lahir dengan berat badan rendah, ibu yang terlalu
muda, ibu yang merokok dan minum alkohol juga
meninggikan
insiden hiperaktif
Terjadinya perkembangan otak yang lambat.
Faktor etiologi dalam bidang neuoralogi yang sampai
kini banyak dianut adalah terjadinya disfungsi pada
salah satu neurotransmiter di otak yang bernama
dopamin. Dopamin merupakan zat aktif yang berguna
untuk memelihara proses konsentrasi Beberapa studi
menunjukkan terjadinya gangguan perfusi darah di
daerah tertentu pada anak hiperaktif, yaitu di daerah
striatum, daerah orbital-prefrontal, daerah
orbital-limbik otak, khususnya sisi sebelah kanan
Faktor toksik
Beberapa zat makanan seperti salisilat dan bahan-bahan
pengawet memilikipotensi untuk membentuk perilaku
hiperaktif pada anak. Di samping itu, kadar timah
(lead) dalam serum darah anak yang meningkat, ibu yang
merokok dan mengkonsumsi alkohol, terkena sinar X pada
saat hamil juga dapat melahirkan calon anak
hiperaktif.
Faktor genetik
Didapatkan korelasi yang tinggi dari hiperaktif yang
terjadi pada keluarga dengan anak hiperaktif. Kurang
lebih sekitar 25-35% dari orang tua dan saudara yang
masa kecilnya hiperaktif akan menurun pada anak. Hal
ini juga
terlihat pada anak kembar.
Faktor psikososial dan lingkungan
Pada anak hiperaktif sering ditemukan hubungan yang
dianggap keliru antara orang tua dengan anaknya.
Berikut ini adalah beberapa cara yang bisa dilakukan
oleh orang tua untuk mendidik dan membimbing anak-anak
mereka yang tergolong hiperaktif :
- Orang tua perlu menambah pengetahuan tentang
gangguan hiperaktifitas Kenali kelebihan dan bakat
anak
- Membantu anak dalam bersosialisasi Menggunakan
teknik-teknik pengelolaan perilaku, seperti
menggunakan penguat positif (misalnya memberikan
pujian bila anak makan dengan tertib), memberikan
disiplin yang konsisten, dan selalu memonitor perilaku
anak Memberikan ruang gerak yang cukup bagi aktivitas
anak untuk menyalurkan kelebihan energinya.
- Menerima keterbatasan anak
- Membangkitkan rasa percaya diri anak dan bekerja
sama dengan guru di sekolah agar guru memahami kondisi
anak yang sebenarnya
- Disamping itu anak bisa juga melakukan pengelolaan
perilakunya sendiri dengan bimbingan orang tua.
Contohnya dengan memberikan contoh yang baik kepada
anak, dan bila suatu saat anak melanggarnya, orang tua
mengingatkan anak tentang contoh yang pernah diberikan
orang tua sebelumnya.
--- Alfin Agung <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> halo mbak,
>
> maksudnya adhd kali ya??? bisa baca2 di
> http://www.nimh.nih.gov/publicat/adhd.cfm
>
> butuh diagnose mendalam u/ menyatakan satu anak
> menderita hiperaktif murni
> atau tidak. kalau boleh saran, bisa gabung ke milis
> anakberbakat (kirim
> e-mail request ke
> [EMAIL PROTECTED]). di sini
> dibahas
> mendalam soal autisme, speech delay, hiperaktif.
>
> cheers,
> =listi=
> http://jarangtulis.blogspot.com
>
>
>
> On 7/20/06, Habib & Ivy Baehaki
> <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> >
> > Dear parents yang baik n pinter... :-) *mode
> merayu ON*
> > Ada yang punya artikel tentang ADD dan ADSD
> nggak... kalo ada... please,
> > sharing dooong...
> > Saya punya teman yang anaknya hyperactive, dan
> konsentarsinya pendek...
> > butuh sekali info mengenai hal tsb...
> > Makasih banget ya sebelumnya...
> >
> > salam manisss,
> > Ivy mama Qika
Uci mamaKavin
http://oetjipop.multiply.com
Send instant messages to your online friends http://uk.messenger.yahoo.com
--------------------------------------------------------------------------
Kirim bunga, http://www.indokado.com
Info balita: http://www.balita-anda.com
unsubscribe dari milis, e-mail ke: [EMAIL PROTECTED]
Peraturan milis, email ke: [EMAIL PROTECTED]
menghubungi admin, email ke: [EMAIL PROTECTED]