Mbak silka,

dora itu yang sering bilang berhasil..berhasil...itu ya mbak???? iya itu bagus 
lho mbak, aku juga seneng nontonnya...abis lucu sih....:)), trus kartun seperti 
sincan, dora emon,dll kok juga gak ada ya??????

> -----Original Message-----
> From: Caroline Silka [SMTP:[EMAIL PROTECTED]
> Sent: Wednesday, June 01, 2005 2:30 PM
> To:   [email protected]
> Subject:      RE: [balita-anda] Dampak Sinetron TV terhadap anak (Sharing...)
> 
> "Dora" kok ngak ada di dalam list ini. Dora termasuk yang boleh ditonton
> atau tidak jadinya? 
> 
> Kalo nurut saya sih Dora itu sangat edukatif dan baik untuk ditonton. 
> CMIIW, please.
> 
> Regards,
> Carolline Silka Wibowo
> Mike's Mom
> 
> -----Original Message-----
> From: [EMAIL PROTECTED] [mailto:[EMAIL PROTECTED] 
> Sent: Wednesday, June 01, 2005 3:22 PM
> To: [email protected]
> Subject: Re: [balita-anda] Dampak Sinetron TV terhadap anak (Sharing...)
> 
> ini aku paste artikel dampak tv dari:
> http://www.republika.co.id/koran_detail.asp?id=196851&kat_id=306
> 
>  Menggugat' Film Kartun 
> 
> 
> 
> Untuk kesekian kalinya tayangan televisi digugat masyarakat. Setelah
> sebelumnya menggugat tayangan misteri, porno aksi, dan telenovela, kini
> giliran film kartun anak-anak. Pasalnya, kini banyak film kartun yang
> sudah tidak layak lagi disebut sebagai tontonan anak-anak. 
> 
> Pada awalnya, film kartun memang dibuat sebagai sarana hiburan untuk
> anak-anak. Namun, perkembangan teknologi animasi dan industri film turut
> memperluas ruang gerak film kartun, baik dari segi tema cerita maupun
> gambarnya, sehingga segmen penontonnya pun meluas. Gugatan tersebut
> mengemuka dalam diskusi Film Kartun TV, Hiburan yang Perlu Diwaspadai
> yang diselenggarakan Kritis Media untuk Anak (Kidia) di Jakarta, belum
> lama ini, dengan pembicara B Guntarto (Kidia), Victor Menayang dari
> Komisi Penyiaran Indonesia (KPI), dan Elly Risman (Ketua Yayasan Buah
> Hati).
> 
> Dalam diskusi tersebut terungkap sebanyak 84 persen film kartun anak
> mendominasi siaran televisi di Indonesia. Hasil pemantauan Kidia
> menunjukkan banyak film kartun yang sebenarnya tidak layak dikonsumsi
> anak usia sekolah dasar, apalagi prasekolah. Menurut, B Guntarto, pihak
> stasiun tidak memberi informasi peruntukan film kartun tersebut dan
> tidak memperhatikan jam tayang. ''Akibatnya, banyak kalangan
> berpandangan tiap film kartun adalah untuk anak dan aman ditonton,''
> ujarnya.
> 
> Yang menjadi persoalan, menurut Guntarto, ketika terdapat fakta bahwa
> ternyata jam menonton TV pada anak sangat tinggi, yakni 30-35 jam
> seminggu dengan pola pendampingan yang masih sangat rendah. Akibatnya,
> orangtua tidak mengetahui acara apa yang ditonton anaknya. ''Padahal,
> selama belasan ribu jam, anak-anak sampai remaja menyaksikan adegan
> perkelahian, pembunuhan, adegan yang terkait dengan seks, mistik, dan
> penggambaran nilai moral yang tidak begitu jelas mengenai mana yang baik
> dan buruk dan mana yang benar dan salah,'' kata Guntarto dalam diskusi
> yang dipandu Dana Iswara itu.
> 
> Guntarto mencatat banyak film kartun mendominasi slot acara TV untuk
> anak. ''Dari total 110 mata acara TV untuk anak, sebanyak 92 di
> antaranya, atau sekitar 84 persen, adalah film kartun,'' jelas Guntarto.
> Ia secara khusus menyoroti film-film kartun asal Jepang yang mengandung
> materi yang harus lebih diwaspadai. Film kartun Jepang, menurut
> Guntarto, sangat banyak memberikan penggambaran mengenai kekerasan
> fisik, kekuatan gaib atau mistik, serta penggambaran nilai dan moral
> yang tidak eksplisit.
> 
> Televisi Indonesia, menurut Victor Menayang, sudah dikuasai
> program-program yang sesungguhnya tidak bersahabat dengan anak-anak.
> ''Program-program televisi sudah menjurus pada tayangan anti sosial
> serta tidak mematuhi klasifikasi jam tayang yang ditetapkan KPI,''
> katanya. Menurut Elly Risman, tayangan TV mempengaruhi perkembangan> 
> kecerdasan, kemampuan berpikir dan imajinasi anak yang disebabkan
> kehadiran dua stimulus terus-menerus melalui bunyi dan gambar.
> ''Akibatnya kemampuan anak untuk berkonsentrasi jadi pendek, hanya
> antara dua hingga tujuh menit saja,'' ujar psikolog anak ini.
> 
> Dampak negatif tayangan TV lainnya, menurut Elly, adalah berkurangnya
> aktivitas fisik sehingga anak menjadi kurang terampil, kurang aktivitas,
> misalnya bermain, kurang sosialisasi dan komunikasi. Akibatnya,
> keterampilan emosi dan sosial anak tidak terlatih. Anak jadi malas dan
> kurang termotivasi untuk belajar. Dampak tayangan TV yang lebih buruk
> terhadap anak, menurut Elly, adalah meningkatnya agresivitas dan
> kekerasan dalam tiga hingga 10 tahun belakangan ini dan kematangan
> seksual secara lebih cepat. ''Mohon tayangan televisi tidak lagi secara
> terus-menerus membodohi masyarakat,'' harap Elly.
> 
> Berdasarkan pemantauan Kidia, beberapa film kartun Jepang yang dinilai
> mengandung materi tidak layak bagi penonton anak-anak antara lain Shaman
> King (ANtv), Samurai X (RCTI), Super Gals (Global TV) dan Hunter X
> Hunter (TV7). Film kartun yang sangat populer, Spongebob Squarepants
> (Lativi) diberi label "bahaya" oleh Kidia, karena dianggap terlalu
> banyak menampilkan kekerasan dan bahasa kasar yang bersifat merendahkan
> orang lain.
> 
> Selain itu, film Teenage Mutant Ninja Turtles (Indosiar), Tiny Toon
> Adventure (TransTV), dan Mr Bean Animation (SCTV) juga mendapat label
> "bahaya" karena menampilkan tindak kekerasan fisik, bahasa kasar,
> perilaku antisosial, dan adegan menjijikkan. Saat ini terdapat dua
> standar pencantuman logo. Pertama, berdasar standar Asosiasi Televisi
> Swasta Indonesia (ATVSI) dengan SU (Segala Umur), BO (Bimbingan
> Orangtua), dan DW (Dewasa). Kedua, standar KPI, yakni A (Anak), R
> (Remaja), D (Dewasa), dan SU (Semua Umur).
> 
> Guntarto mencontohkan, film kartun yang semestinya tidak dikonsumsi
> anak-anak yaitu film kartun Jepang, Slam Dunk (RCTI). ''Pada film kartun
> tersebut mendapat logo SU. Padahal menceritakan kehidupan anak-anak SMU
> yang mestinya lebih tepat untuk tontonan remaja,'' ujar Guntarto. Kidia
> merekomendasi tayangan film kartun yang cocok untuk ditonton dengan
> penyajian materi tanpa adegan kekerasan, penyampaian dengan kata-kata
> yang sopan, ada pesan-pesan kebaikan, ada ilmu pengetahuannya dan yang
> terpenting berbudaya. Tontonan yang dimaksud adalah Ninja Boy
> (Indosiar), The Adventure of Haatchi (SCTV), Chibi Maeruko Chan (RCTI),
> Kapten Tsubasa (TV7), dan Bubu Chacha (TransTV).
> 
> Kini banyak para orangtua yang risau melihat anak-anak mereka lebih
> senang nonton TV ketimbang duduk tekun menyimak buku-buku pelajaran.
> Terkadang anak-anak tak bosan nonton TV selama berjam-jam. Atas dasar
> itu, semua pembicara mengingatkan agar masyarakat secara aktif memantau
> program acara khusus anak di TV, apakah isinya pantas dan layak
> dikonsumsi anak-anak atau tidak. Selain itu, orangtua harus mendampingi
> anak saat menonton acara yang tak layak ditonton anak-anak dan bersikap
> tegas serta membatasi waktu nonton TV tidak lebih dari dua jam sehari.
> 
> 
> 
> tapi sebetulnya bukan kartun aja..semua sinetron rata2 tidak bagus dan
> mendidik, saya sendiri sebagai calon bapak aja muak lihat kok bisa ada
> sinetron dari TK atau SD yang jahatnya minta ampun...tidak
> mendidik.....tooooolooong selamatkan generasi anakku....
> 
> 
> 
> 
>   ----- Original Message ----- 
>   From: [EMAIL PROTECTED] 
>   To: [email protected] 
>   Sent: Wednesday, June 01, 2005 2:00 PM
>   Subject: Re: [balita-anda] Dampak Sinetron TV terhadap anak
> (Sharing...)
> 
> 
>   Iya ya...mikirin dampak TV kok sering bikin pusing...:-( My Dilla (18
> bln) dirumah ama Mbahnya (mertua). Masalahnya mertua saya hobi banget
> nonton sinetron, India atau semacam Buser gitu...duhhhh. Mau bilangin
> agak sungkan, pernah sih ngomong lewat suami, tapi kaya'nya gak ngaruh> 
> juga.
>   Kalau saya sih sangat-sangat jarang nonton TV. Makanya paling gak
> nyambung kalo obrolan ttg sinteron atau gosip2 seleb.
>   Kalau malam hari atau hari libur, saya lebih suka ngajak Dilla main,
> atau muter lagu aja.
> 
>   Salam,
>   Umminya Dilla
>   ygnontonTVnyahanyaacaramasakmemasakaja
> 
>   ~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
>   MIS Department
>   PT Omron Manufacturing Of Indonesia
>   Tel. 62-21-8970111 ext. 513
>   Fax. 62-21-8970121
>   e-mail : [EMAIL PROTECTED]
>   ~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
>   Angina's Mom <[EMAIL PROTECTED]>
> 
> 
>                 Angina's Mom <[EMAIL PROTECTED]> 
>                 06/01/2005 01:17 PM Please respond to
>                       [email protected] 
> 
>        
> 
>               To 
>               "[EMAIL PROTECTED]"
> <[email protected]> 
> 
> 
>               cc 
>              
> 
> 
>               Subject 
>               Re: [balita-anda] Dampak Sinetron TV terhadap anak
> (Sharing...) 
>               
>        
> 
>   sabar yah mba. saya bisa bayangin perasaan mba saat ini.
> 
>   Anak akan belajar dgn cepat dari lingkungan sekitarnya. termasuk dr
>   TV yg sehari2 menjadi tontonan anak2 kita. Untuk itulah, perlunya
>   penyeleksian acara TV, apa aja yg patut ditonton oleh anak dan yg gak.
>   Dari awal saya selalu terapkan format spt ini. Karena Angina tdk
> selalu
>   bersama sy sepanjang hari, maka orang yg menjaga Angina waktu saya
> kerja
>   'omanya Angina' yg saya berikan pengertian, mengenai tontonan apa aja
> yg
>   seharusnya disuguhkan di depan anak sy. walaupun ga 100% terfilter, at
>   least masih lebih baik drpd gak.
> 
>   Menurut saya tayangan TV sekarang terlalu komersial. hehe..jangankan
>   TV, dokter aja banyak yg komersil. biasa lahh, duit yg berbicara. klo
>   dah gitu, susah deh. Protespun ga bakal digubris. Mending kita protect
>   dr dalam diri kita sendiri. Hasilnya bakal lebih cepat daripada nunggu
>   mereka menanggapi protes kita.
> 
>   Semoga anak mba mendengarkan nasehat mamanya. Mengerti apa yg baik
>   yg boleh dilakukan dan yg ga baik yg harus dihindari.
> 
>   --
>   Best regards,
>   Angina's Mom
>   http://www.tristania-angina.com/blog
>   yggasukanontonTVkecualianimalplanetdanjejakpetualang
> 
> 
>   Wednesday, June 1, 2005, 9:10:34 AM, you wrote:
> 
>   THisc> Pagi Mom and Dads.
> 
>   THisc> Aku mau curhat sedikit tentang keadaan anakku....
>   THisc> Kemaren malam sesampainya aku dirumah aku dikejutkan oleh
> cerita ibuku
>   THisc> yang memberitahukan kelakuan anakku yg no.1  (SD kelas 1) di
> rumah.
>   THisc> Seperti biasanya sepulang sekolah sekitar jam 1-an, setelah
> berganti baju
>   THisc> , si mbak di rumah siap2x akan memberi makan siang untuknya dan
> seperti
>   THisc> biasanya pula sambil makan dia menonton tv sambil membawa
> toples yang
>   THisc> berisi kue kuping gajah. Tiba2x dia membuang kuenya yang ada di
> toples ke
>   THisc> lantai setelah itu dia memanggil si mbak dengan berdiri dan
> mengangkat
>   THisc> jari telunjuknya ke arah si mbak seraya berkata    " Ayo
> bersihkan itu kue
>   THisc> yang tumpah di lantai itu......cepat ..bersihkan...kalau tidak
> nati kamu
>   THisc> saya pukul....!!!!!"  aduh mom betapa hancurnya hatiku
> mendengar cerita
> 
> 
> 
> AYO GALANG SOLIDARITAS UNTUK MEMBANTU KORBAN MUSIBAH DI ACEH & DAN SUMATERA 
> UTARA !!!
> ================
> Kirim bunga, http://www.indokado.com
> Info balita: http://www.balita-anda.com
> Stop berlangganan/unsubscribe dari milis ini, e-mail ke: [EMAIL PROTECTED]
> Peraturan milis, email ke: [EMAIL PROTECTED]
> 

Kirim email ke