Efektif ndak dimasukin pre-school itu tergantung kegiatan kegiatan di
pre-schoolnya mendukung ndak kebutuhan pengetahuan, keahlian dan sosial
anak, klo mendukung ya tentu saja ikut preschool akan ada manfaatnya begitu
pula sebaliknya.

Tapi sebenernya kegiatan anak untuk memenuhi kebutuhan pengetahuan, keahlian
dan sosial anak bisa kita berikan dirumah bersama lingkungan sekitar rumah
bahkan plusnya anak jadi lebih dekat dengan ibunya, kedekatan ini bagus buat
perkembangan sosial dan mental anak loh.

Di pre-school yang bagus buat saya, semua pertanyaan anak berusaha dijawab,
kita kan sering ngalamin ya.... hampir tiap menit anak-anak kita sering
melintarkan pertanyaan, yang bahkan dibenak kita yang sudah dewasa
pertanyaan itu tidak terlintas, padahal kita sebenernya juga ndak pernak tau
hal itu. Seperti tadi pagi Hamzah nanya, buk, kenapa laron terbang
berputar-puter kelilingin lampu? saya jawab ya karena laron suka cahaya,
yang. Nyambung lagi dengan pertanyaan kenapa laron suka cahaya..... sampe
sini saya ndak bisa jawab... ya saya bilang ndak tau, sayang... nanti kita
cari tau ya... nanti siang kita search ya untuk cari jawabannya. Jika perlu
kita catat pertanyaan anak kita terutama yang belum terjawab. Saya sih ndak
mau rasa ingin tau anak saya akan hilang begitu saja hanya karena
keterbatasan saya, saya ingin dia jadi generasi yang lebih baik dari saya.
Sebagai orang tua hanya bisa berusaha sebaik mungkin.

Di pre-school yang bagus buat saya, kegiatan belajarnya juga ndak terasa,
jadi semua kegiatannya ada bermain tapi isi didalamnya ya belajar, misal
belajar angka... kapan itu ada paren yang contohin pengenalan angka pakai
remote tv, kegiatannya sebenernya kan belajar tapi yang dirasakan anak-anak
itu bermain. Atu misal klo anak-anak lagi main mobil-mobilan kita tanya ini,
eh de.... mobilnya dibariskan yuk..... dari yang paling besar ke yang paling
kecil...... itukan dah belajar matematika yang nantinya jadi dasar logika
berfikirnya anak-anak soal kwantitas. Belajar lewat dongeng juga bisa.....

Di pre-school yang bagus buat saya, ndak mematikan ide dan kreatifitas anak
memberikan anak kesempatan untuk menyampaikan pendapatnya tanpa ada rasa
takut berbuat kesalahan, ya karena buat saya proses belajar itu dilalui dari
proses belajar dan membuat kesalahan.

Klo nurut saya, jika ibunya punya waktu cukup mendingan pre-schoolnya
dirumah aja sama ibunda-nya. Nah, ibundanya yang mesti banyak belajar
bagaimana bisa mentreatment putranya agar segala kebutuhan putranya
terpenuhi. Biasanya ibu lebih telaten dan berusaha sebaik mungkin untuk
putra-putrinya.

semoga bisa bantu


On 12/2/05, dhani resya <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> Hallooo Parents....
>
> Sebetulnya pre-school u/ baby usia 6 bulan itu efektif
> apa ga' sih? kata temenku sih efektif karena melatih
> motorik baby. terbukti ke anaknya, dia bilang
> perkembangan anaknya lebih cepat yang anak kedua
> karena ikut preschool dari usia 6 bulan sementara
> kaka'nya tidak secepat adiknya.
> Betul ga sih begitu.... kalo iya aku mau donk alamat
> pre-schoolnya sama biayanya berapa. tapi kalo
> pendapatnya beda juga ga' apa2 karena itu juga buat
> pertimbangan aku masukin rara ke pre-school apa ga'.
>
> Salam
>
> Mamanya Rara
>
> www.babiesonline.com/babies/m/malika
>
>
>
> __________________________________________
> Yahoo! DSL – Something to write home about.
> Just $16.99/mo. or less.
> dsl.yahoo.com
>
>
>
> ================
> Kirim bunga, http://www.indokado.com
> Info balita: http://www.balita-anda.com
> Stop berlangganan/unsubscribe dari milis ini, e-mail ke:
> [EMAIL PROTECTED]
> Peraturan milis, email ke: [EMAIL PROTECTED]
>
>


--
Tetap semangat

Rhein Astrisandy
www.cintabunda.com

Kirim email ke