Hi semua yang sayang pada balita kita....

Sorry.... mail saya mungkin agak banyak karena agar ceritanya jelas.
Anak saya laki-laki, lahir bln Agustus 1998, normal, 3.4 kg, 49 cm.
Cerita berikutnya adalah :

1. Setelah lahir sampai 2 minggu dia buang air besar kira-2  5 kali sehari.

2. Setelah dua minggu, dia buang air 1 atau 2 kali sehari. Kami bawa ke
Dokter specialis anak A, dokter bilang pencernaan Hanif (anak saya) belum
sempurna, dikasih obat dan berlangsung 1 minggu.

3. Setelah itu Hanif sering mengejan (seperti mau buang air besar) tapi
kotoran yang keluar hanya sedikit. Dalam 1 hari bisa 10 kali mgngejan dan
buang air walau hanya sedikit. Karena rewel dan seperti tersiksa kami bawa
Hanif ke Dokter specialis anak B, dokter anak B ini ingin pemeriksaan
kotoran Hanif di Lab. Setelah hasil Lab didapat dokter B bilang kalau Hanif
ada infeksi pada ususnya. (entah infeksi apa)

4. 1 minggu kemudian ( umur Hanif 1 bulan ), Hanif kembali jarang buang air
besar bisa 2 atau 3 hari sekali . Kondisi ini berlangsung kira-2 1 bulan
(sampai umur Hanif 2 bulan). Setelah itu Hanif tidak buang air besar sampai
5 hari, kami bawa ke doctor specialis anak C (krn doktor A dan dokter B
tidak ada ditempat), dokter C bilang ada 2 kemungkinan untuk Hanif :
       I. Saluran pencernaan belum sempurna.
      II. Hirchsprung's disease. ( H.D )
Hanif diberi obat Dulcolactol Syrup dan disuruh Rontgent Abdomen

5. Hasil Foto belum jadi, setelah minum Dulcolactol Syrup untuk 2 hari,
Hanif belum buang air besar juga (total sudah 7 hari). Kami bawa Hanif
kembali ke dokter B, Oleh dokter B Hanif diberi Microlax lewat anus.
kira-kira 3 menit Hanif buang kotoran yang cukup banyak. Dokter B bilang
kalau keadaan ini (susah buang kotoran) pada bayi yang minum air susu ibu
adalah normal, ketika Dokter B pegang perut Hanif bagian kiri bawah, dia
bilang kemungkinan H.D kecil karena perut Hanif yang dipegang tidak keras.
Dokter memberi kami Microlax lagi dan bilang kalau Hanif tidak buang najis
4 atau 5 hari, beri Microlax lagi via anus.

6. Hasil Rontgen belum consult ke dokter C ( yang meminta foto abdoment
Hanif /point 4) karena kami bingung dengan diagnosa ketiga dokter itu.
NB : untuk tambahan info   Dokter  A +/- 48 tahun, Dokter B +/- 45 tahun
dan dokter C +/- 30 tahun 

7. Questions :

- Adakah yang punya pengalaman atau melihat rekan yang mengalami hal
seperti kami...?
- Adakah yang punya pengalaman dengan Hirchsprung's disease...?
- Menurut rekan-2... diagnosa dokter mana yang lebih mendekati..?
- Apa yang sebaiknya kami lakukan ..?
- Sampai berapa lama Microlax aman dipakai ....?


Thanks and regards

Eka Budihartono


---------------------------------------------------------------------
"Milis Bagi Orangtua Yang Menyayangi Balitanya"
To subscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
HI-Reliability low cost web hosting service - http://www.IndoGlobal.com 

Kirim email ke