FYI.
Hati-hati memilih dokter untuk bayi/anak anda.
----------------------------------------------
-----Original Message-----
From: Syahrizal [SMTP:[EMAIL PROTECTED]]
Sent: Sunday, February 21, 1999 3:47 AM
To: [EMAIL PROTECTED]
Subject: [ylki-l] Kode etik seorang Dokter Anak
Yth. YLKI & netters,
Hari Sabtu, 20-Feb-99, saya membawa bayi pertama saya yang baru berumur
14 hari ke seorang dokter anak S di Jl. Denpasar, Jakarta. Dokter anak
ini ditunjuk oleh Rumah Sakit M, Jl. Gatot Subroto sebagai dokter anak
saya.
Di papan praktek tertulis DOKTER ANAK. Bayi saya adalah pasien no. 3.
Setelah pasien no.1 keluar dari ruang konsultasi, perasaan saya masih
normal saja, karena mereka adalah sepasang suami istri dengan kedua anak
kecilnya. Pasien no. 2 adalah dua orang wanita beserta anak berumur
belasan tahun yang berbadan gemuk (sekali). Setelah 30 menit menunggu,
datang pasien no. 4 yang membawa bayinya yang berumur 9 bulan. Saat itu
perasaan saya masih normal saja.
Nah, kemudian datang pasien no. 5, seorang wanita (30-an) disusul pasien
no. 6 seorang pria (30-an). Saya mulai bertanya-tanya di dalam hati, kok
mereka tidak membawa anak mereka, padahal ini kan praktek dokter anak.
Setelah 40... 50... 60... 70 menit, saya beserta ketiga pasien lain
mulai heran, kenapa lama sekali pasien no. 2 berkonsultasi. Karena tidak
tahan karena bayi mereka mulai rewel, pasien no. 4 memutuskan untuk
pulang saja
setelah menunggu lebih dari 40 menit.
Dari hasil pembicaraan, saya baru tahu bahwa pasien no. 5 adalah pasien
'Dokter Anak' ini yang sedang menjalani terapi obesitas melalui
suntikan. Dan pasien no. 6 adalah pria yang sedang mengalami
muntah-muntah berat sepanjang hari itu dan ingin berobat. Dari gaya
bicara mereka, saya juga dapat mengambil kesimpulan bahwa mereke sudah
terbiasa datang ke tempat praktek 'Dokter Anak' ini.
Akhirnya setelah menit ke-80, pasien no. 2 keluar dan saya masuk serta
disambut dengan wajah masam dr. S disertai dengan teguran
ketidak-senangannya karena ketukan pintu beberapa pasien yang sudah
tidak sabar menunggu sebelumnya. Bayi saya sendiri hanya dilayani
sekitar 10 menit dan sampai rumah tidak enak tidur karena kemungkinan
masuk angin setelah sekian lama berada di ruang tunggu bersama pasien
dewasa.
Pertanyaan saya adalah :
1. Apakah dalam kode etik kedokteran dimungkinkan seorang DOKTER ANAK
juga menyediakan konsultasi sebagai DOKTER UMUM pada hari dan jam
praktek yang sama ?
2. Apakah tidak berbahaya bagi bayi, yang daya tahan tubuhnya masih
lemah, untuk berbagi pakai peralatan kesehatan dengan pasien dewasa ?
Apakah dr. S tersebut tidak memperhatikan kemungkinan tertularnya bayi
saya jika pasien pria yang sedang muntah-muntah itu masuk terlebih
dahulu ?
3. Adakah di antara para netters yang dapat merekomendasikan seorang
Dokter Anak yang lebih bertanggung jawab baik terhadap pasien maupun
profesinya yang berlokasi di Jakarta Selatan atau Pusat (lewat
milis/japri) ?
Terima kasih
Untuk melihat diskusi milis ini sebelumnya, klik:
http://www.mail-archive.com/[email protected]/
--------------------------------------------------------------------------
"Untuk mereka yang mendambakan anak balitanya tumbuh sehat & cerdas"
Berlangganan, e-mail ke: [EMAIL PROTECTED]
Berhenti berlangganan, e-mail ke: [EMAIL PROTECTED]
http://pencarian-informasi.or.id/ - Solusi Pencarian Informasi di Internet