Berdasarkan literatur yang pernah saya baca, memberikan toilet training   
(melatih anak Bab/bak pada tempatnya) sebenarnya akan sia2/tidak efektif   
apabila dilakukan pada bayi berusia di bawah 1 tahun. Karena (kalau saya   
tidak salah ingat) akan ada konflik dalam diri bayi tsb, yaitu di satu   
kesempatan dia dipaksa untuk melakukan bab/bak, namun di saat lain dia   
harus menahan untuk tidak melakukannya (yaitu pada saat dia ingin   
melakukan di tempat yang bukan semestinya). Konflik ini terjadi berkaitan   
dengan masih terbatasnya tingkat pemahaman bayi pada usia tersebut.

Namun artikel tersebut saya baca setelah saya memberikan toilet training   
pada anak saya. Jadi pengalaman saya sendiri, saya telah melakukannya   
segera setelah anak saya bisa duduk (tidak sesuai dgn literatur...).
Awalnya, setiap kali dia bangun tidur dan tidak dalam keadaan ngompol,   
dia langsung saya dudukkan di pispot yg sdh saya siapkan di dalam   
kamarnya. Sambil menemani dia duduk, kalimat yg saya sampaikan ke dia   
berulang-ulang adalah: "ayo pipis.... cur..ucur..ucur..." (O iya, lupa   
saya informasikan, anak saya perempuan & skrg berusia 1.5 tahun). Selain   
setiap bangun tidur atau mau tidur, beberapa jam sekali saya minta lagi   
dia untuk duduk di pispotnya dan bak. Latihan ini saya lakukan terus   
menerus. Hasilnya, (terus terang...) tidak terlalu efektif. Saat2   
tertentu, dia bak di pispotnya, namun di saat lain, dia masih bak di   
sembarang tempat.  Mungkin ada benarnya teori yg disampaikan artikel   
tersebut di atas. Namun setidaknya, saya bisa mengurangi frekwensi dia   
mengompol.

Yg hasilnya lebih memuaskan adalah toilet training utk bab. Latihan untuk   
bab ini saya berikan setiap pagi atau pada jam2 dimana biasanya dia bab   
(masing2 bayi biasanya punya jam2 tertentu untuk bab). Apabila kebetulan   
dia mengalami kesulitan untuk bab (kelihatan dari 'usaha' yg dia sedang   
lakukan), 'tukang' pijat saya mengajarkan agar saya memijat2 telapak kaki   
atau daerah sekitar pinggul anak saya. Untuk daerah pinggul, dengan   
gerakan2 memutar. Dan nasehat tsb,  sejauh ini cukup efektif.
Toilet training untuk bab hasilnya lebih efektif, krn sampai sekarang,   
dia selalu bab pada tempatnya.

Demikian yg dapat saya share... semoga tidak kepanjangan. Tks.


Untuk melihat diskusi milis ini sebelumnya, klik:
http://www.mail-archive.com/[email protected]/

--------------------------------------------------------------------------
"Untuk mereka yang mendambakan anak balitanya tumbuh sehat & cerdas"
Berlangganan, e-mail ke: [EMAIL PROTECTED]
Berhenti berlangganan, e-mail ke:  [EMAIL PROTECTED]
http://pencarian-informasi.or.id/ - Solusi Pencarian Informasi di Internet


Kirim email ke