Dari cerita tersebut perlu kita jadikan contoh sebagai orang tua.
Bahwa landasan dalam mendidik anak kita adalah "Agama".
"Keimanan" kita sebagai orang tua sangat menentukan dalam cara kita mendidik
anak.

Semoga berita ini menjadikan renungan untuk kita sebagai orang tua, hingga
hal tersebut tidak menimpa kita.

Wassalam,
rudy


> -----Original Message-----
> From: kj [SMTP:[EMAIL PROTECTED]]
> Sent: Thursday, November 19, 1998 10:57 AM
> To:   [EMAIL PROTECTED]
> Subject:      [balita-anda] Kenapa tega?
> 
> 
> 
> Saya ingin berbagi berita yang menyedihkan di bawah ini. Pertanyaan saya:
> Kenapa sampai saat ini kita masih menemukan kasus-kasus orangtua yang tega
> memukul anaknya sampai tewas, sejak kasus Arie Hanggara? Saya sangat
> prihatin membaca berita ini, dan bulu kuduk saya berdiri.
> Bagaimana sebetulnya kita seharusnya memahami persoalan seperti ini?
> Perlukah kita sendiri sebagai ortu mawas diri?
> Rasa2nya, kasus semacam ini tidak menjadi monopoli kalangan tertentu atau
> karena problema ekonomi semata.
> 
> 
> 
> 
> 
> Kamis, 19 November 1998
> 
> Balita Tewas Dihajar 
> 
> 
> Solo, Kompas 
> 
> Tata, bocah berusia dua tahun, tewas di tangan ayahnya sendiri, Senin
> (16/11) lalu. Gara-garanya si anak sering rewel, karena berpisah jauh dari
> ibunya yang tinggal di Belitung. Peristiwa mengenaskan itu berlangsung di
> sebuah kamar hotel di Solo (Jateng), tempat ayah dan anak itu menginap
> selama sebulan terakhir.
> 
> Pihak kepolisian setempat telah menahan Heri Susanto (41) untuk
> mempertanggungjawabkan perbuatannya. Perbuatan keji Heri itu pertama kali
> dilaporkan petugas Hotel Marga Jaya, ketika Senin siang ia pulang dari
> rumah sakit dengan membawa jazad anak lelakinya dalam keadaan sudah tak
> bernyawa. Sebelumnya, Heri tergesa-gesa membawa anaknya tersebut dengan
> taksi ke rumah sakit.
> 
> Kapolresta Surakarta, Letkol (Pol) Imam Suwangsa menyebutkan, dalam
> pemeriksaan Heri mengaku, anaknya tewas akibat keteledorannya. Selama
> menginap di hotel itu ia seringkali bertindak kasar terhadap Tata,
> panggilan untuk Antama Murata Yadilade Kasya Herninovian S.
> 
> Kepada petugas hotel yang menanyakan kenapa anak itu suka menangis,
> dijawab
> Heri sekadar ingin "mendidik" anaknya. Anak itu suka rewel dan menanyakan
> keberadaan ibunya, Novi (31). 
> 
> Menurut polisi, hubungan pasangan Heri-Novi saat ini di ambang perpecahan.
> Itulah yang membuat Heri naik pitam.
> 
> Rabu (18/11) jenazah Tata diotopsi tim dokter di Laboratorium Forensik
> Universitas Sebelas Maret. (asa) 
> 
> http://kompas.com/kompas-cetak/9811/19/DAERAH/bali08.htm
> 
> 
> Himbauan: Hormati pahlawan REFORMASI, Pasang bendera setengah tiang !
> 
> ---------------------------------------------------------------------
> "Milis Bagi Orangtua Yang Menyayangi Balitanya"
> To subscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
> To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
> HI-Reliability low cost web hosting service - http://www.IndoGlobal.com 

Himbauan: Hormati pahlawan REFORMASI, Pasang bendera setengah tiang !

---------------------------------------------------------------------
"Milis Bagi Orangtua Yang Menyayangi Balitanya"
To subscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
HI-Reliability low cost web hosting service - http://www.IndoGlobal.com 

Kirim email ke