Sumber : http://www.pdat.co.id
            
            
                        Edisi: 12/II - Maret 1999

                        
                        Jarak Aman untuk Hamil 

                        Sekalian repot, demikian biasanya alasan para pasangan 
                        muda yang memiliki anak balita yang selisih usianya tak 
                        lebih dari satu setengah tahun. Di kubu lain, ada 
                        pasangan muda yang menunda lebih dari empat tahun untuk 
                        punya momongan lagi dengan dalih ingin total mencurahkan 
                        perhatian pada setiap anak. Mana yang paling baik? 
                        Ternyata, dari tinjauan kesehatan, dua pilihan tersebut 
                        sama-sama kurang menguntungkan. 
                        Menurut penelitian yang dilakukan oleh Centers for 
                        Disease Control and Prevention, Amerika Serikat, jarak 
                        terbaik untuk hamil kembali setelah melahirkan adalah 
                        18-23 bulan. ''Tubuh sang ibu tahu bahwa interval ini 
                        bagus untuk kesehatan si jabang bayi," ujar Dr. Bao-Ping 
                        Zhu dalam New England Journal of Medicine edisi 25 
                        Februari lalu. 
                        Studi yang berdasarkan pada penelitian terhadap 173.205 
                        kelahiran di Utah ini memperlihatkan bahwa jarak 
                        kehamilan yang terlalu dekat tidak baik untuk kesehatan 
                        janin, adapun jarak yang terlalu jauh berakibat lebih 
                        buruk. Kedua kondisi ini, selain sama-sama bisa 
                        menyebabkan kelahiran bayi prematur dan kecil, yang 
                        rawan terhadap masalah kesehatan dalam jangka waktu 
                        lama, juga bisa mengancam jiwa bayi.
                        Janin yang dikandung tak lama setelah kelahiran akan 
                        mengalami masalah karena tubuh sang ibu masih kekurangan 
                        vitamin, darah, dan sistem reproduksi yang belum pulih. 
                        Sudah begitu, masalah ini ditambah pula dengan stres 
                        karena harus mengurus bayi yang baru lahir. Pada jarak 
                        yang terlalu lama, uterus wanita yang hamil biasanya 
                        melebar sehingga aliran darah ke rahim meningkat, 
                        sehingga kondisi tubuh ibu melemah. 

                        
                        
            
            � KlinikNet
            
            
            
            

Untuk melihat diskusi milis ini sebelumnya, klik:
http://www.mail-archive.com/[email protected]/

--------------------------------------------------------------------------
"Untuk mereka yang mendambakan anak balitanya tumbuh sehat & cerdas"
Berlangganan, e-mail ke: [EMAIL PROTECTED]
Berhenti berlangganan, e-mail ke:  [EMAIL PROTECTED]
http://pencarian-informasi.or.id/ - Solusi Pencarian Informasi di Internet


Kirim email ke