Menjaga Kesehatan Balita
===================
Intisari, Oktober 1998
http://www.indomedia.com/intisari/1998/oktober/balita.htm
Kesehatan anak, khususnya balita, penting artinya bagi
keluarga. Ibaratnya, kesehatan anak adalah kebahagiaan orang tua. Wajar
ketika anak enggan ngedot, terserang pilek, demam, atau problem lainnya,
orang tua kelabakan. Lantas, apa yang mesti dilakukan bila si kecil sakit,
bagaimana pula mencegahnya?
Beberapa penyakit yang umum diderita anak hampir dipastikan pada
satu saat menyerang anak kita. Oleh sebab itu gejala penyakit dan cara
penanganannya perlu dikenali. Penanganan juga bukan hanya membantu
penyembuhan, namun juga dapat mencegah timbulnya komplikasi lebih jauh.
Penyakit yang sering diderita bayi dan balita, menurut Dr.
Kishore R.J., dokter spesialis anak yang berpraktik di Rumah Sakit Ibu dan
Anak Hermina di Jatinegara, Jakarta, antara lain, demam, infeksi saluran
napas, dan diare. "Tapi yang sering membuat orang tua segera membawa anaknya
berobat adalah demam dan diare. Kalau batuk-pilek biasanya masih bisa
ditunda," tuturnya.
Demam memang bukan penyakit, tapi gejala suatu penyakit. Semisal
karena batuk dan pilek, radang tenggorokan, diare, infeksi lain pada saluran
pencernaan, atau infeksi saluran napas. Dalam buku Mengatasi Gangguan
Kesehatan pada Anak-Anak, karangan dr. Anies dari Fakultas Kedokteran
Universitas Diponegoro, Semarang, kenaikan suhu tubuh juga sering terjadi
saat tumbuh gigi pertama. Suhu tubuh juga akan meninggi sehabis memperoleh
imunisasi DPT (difteria, pertusis, dan tetanus), namun hanya berlangsung
kira-kira 24 jam.
Anak dikatakan demam, bila suhu tubuhnya di atas 37,5oC. Kalau
itu yang terjadi, tidurkan anak dalam ruang ber-AC atau berkipas angin,
kalau ada. "Kenakan pakaian yang tipis. Jangan diselimuti dengan selimut
tebal - kecuali si anak menggigil - karena justru akan meningkatkan suhu
tubuh," jelas Kishore.
Adalah bijaksana kalau di rumah selalu tersedia obat turun panas
sebelum anak dibawa ke dokter. Parasetamol biasa dipakai dan aman untuk anak
dan bayi. Selain obat turun panas, dr. Anies menyarankan agar anak diberi
banyak minum ketika terserang demam. Boleh air putih, susu, air jeruk, sari
buah, atau kaldu hangat. Dengan begitu anak akan mudah berkeringat sehingga
suhu tubuh menurun. Seka keringat pada tubuhnya dengan handuk basah, bedaki
seluruh tubuh, dan gantilah pakaiannya dengan yang kering supaya merasa
segar.
Untuk menurunkan suhu tubuh bisa dibantu dengan mengompres
kening dengan lap atau handuk basah. Selama suhu tubuhnya masih tinggi,
kompres tetap perlu. Upaya menurunkan suhu tubuh ini perlu untuk mencegah
terjadinya kejang-kejang atau setip.
Air tajin untuk diare
Diare yang disertai berkurangnya cairan tubuh (dehidrasi), batuk
disertai sesak napas, gejala ke arah asma meskipun bukan asma, atau infeksi
saluran napas bagian bawah, dan demam berdarah, menurut Kishore, perlu
mendapat perawatan khusus.
Penyebab diare umumnya makanan. Bisa karena keracunan makanan
atau karena kuman dalam makanan. Kalau makanannya beracun, gejala utamanya
muntah, baru diikuti diare. Kalau karena kuman pada makanan, biasanya diare
dulu baru kemudian muntah.
Dalam bukunya, dr. Anies menyebutkan, diare merupakan keadaan
gawat darurat sehingga harus segera ditanggulangi sebelum kondisi dehidrasi
terjadi, yaitu pertama-tama dengan memberikan banyak minum. Pemberian susu
formula dan jus buah dihentikan sementara. Namun, ASI tetap dilanjutkan.
Bila diare terjadi berulang kali, anak akan kehilangan banyak
cairan, bahkan sejumlah mineral penting, seperti sodium, potasium, dan
klorida ikut terbuang. Bila berkelanjutan, bisa terjadi ketidakseimbangan
cairan tubuh sehingga timbul dehidrasi. Kondisi dehdarasi inilah yang paling
dikhawatirkan meski diare pada dasarnya akan sembuh sendiri.
Tanda-tanda dehidrasi antara lain anak menangis tanpa air mata,
mulut dan bibir kering, selalu merasa haus. Air seni keluar sedikit dan
berwarna gelap, ada kalanya tidak keluar sama sekali. Juga, mata cekung atau
terbenam. Pada bayi tanda dehidrasi bisa dilihat lewat ubun-ubun yang
menjadi cekung. Juga anak mengantuk, kulit pucat atau kekenyalan tubuh
berkurang, dan bekas cubitan tidak cepat kembali normal.
Untuk mengatasinya, anak perlu diberi cairan sebanyak mungkin.
"Tidak harus larutan oralit. Bisa berupa teh manis, air gula garam, jus,
sup. Air tajin justru cukup efektif bagi bayi untuk mengatasi diare. Juga
jauh lebih baik dibandingkan dengan oralit karena tajin mengandung glukosa
polimer yang mudah diserap," jelas Kishore.
Larutan gula garam dibuat dengan perbandingan dua sendok teh
gula pasir dan setengah sendok teh garam untuk segelas air putih. Larutan
ini, menurut dr. Anies, diberikan sedikitnya setengah gelas tiap kali anak
muntah atau buang air besar. Bisa juga diberikan satu sendok makan setiap
lima menit, sampai anak dapat buang air kecil secara normal.
Air tajin selain cepat dicerna, juga mengandung kadar glukosa
cukup tinggi, yang akan mempermudah penyerapan elektrolit. Selain itu dua
macam poliglukosa dalam tepung tajin dapat menyebabkan feses lebih padat.
Keuntungan lain air tajin adalah adanya kandungan proteinnya, yaitu 7 - 10
%. Sedangkan garam oralit tidak mengandung protein. Penggunaan air tajin
sebagai "obat diare", menurut dr. Anies, tidak berbahaya untuk bayi
sekalipun.
Alergi hingga gondong
Yang juga sering diderita anak-anak adalah alergi, dan yang
paling sering alergi saluran pernapasan. Menurut dr. Anies, penyebabnya bisa
macam-macam. Gelaja umumnya sama, yakni bersin-bersin, mata berair, hidung
tersumbat, ingusan, dan gatal. Anak biasanya menggaruk-garuk hidungnya
dengan punggung tangannya.
Bila sedang terserang, disarankan anak dihindarkan dari
pencetusnya. Kalau pencetusnya debu, seisi kamarnya harus bebas debu dan
diusahakan tidak lembap. Tirai, karpet, dan sejenisnya disingkirkan.
Gangguan pernapasan lainnya adalah asma. Pencetusnya bisa karena
pilek dan selesma, terlalu banyak bergerak, udara dingin, perubahan emosi,
asap rokok, perubahan cuaca, dan alergi (udara, debu rumah, bulu binatang,
makanan, dsb.). Namun, yang paling sering ialah alergi. Ada kalanya gabungan
beberapa pencetus asma dapat menimbulkan serangan. Misalnya, ketika sedang
berlari-lari anak tidak terserang asma. Tetapi kalau berlari-lari saat cuaca
dingin, serangan asma timbul.
Ketika terserang asma, anak diberi obat yang diresepkan dokter.
Jika anak sulit bernapas sampai tak mampu menelan makanan, bibir dan lidah
kebiruan, segera saja hubungi dokter.
Obat asma sebenarnya bersifat sementara. Kalau pencetusnya ada,
sesak napas akan berulang. Jadi, langkah pencegahan terbaik, bebaskan anak
dari segala pencetusnya.
Selain itu, anak-anak sering tak luput dari serangan batuk, yang
juga merupakan gejala suatu penyakit. Misalnya karena gangguan pada saluran
pernapasan. Meski demikian, menurut dr. Anies, batuk yang berlebihan bisa
sangat mengganggu, bahkan mengakibatkan berbagai komplikasi.
Beberapa penyebab batuk menahun dan berulang misalnya bronkitis
atau radang tenggorokan, asma, kelainan paru-paru menahun, masuknya benda
asing atau makanan ke saluran napas, dan kelainan bawaan pada saluran napas.
Namun, bisa juga karena gangguan psikologis, semisal setelah kelahiran adik
baru.
Keluhan batuk perlu disampaikan ke dokter, apakah karena
perubahan cuaca pagi, malam, atau sepanjang hari. Sewaktu duduk, apakah si
kecil mengeluarkan dahak atau tidak. Perlu disampaikan pula asal mula,
ciri-ciri batuk, untuk mempermudah diagnosis dan pengobatannya.
Batuk rejan merupakan penyakit infeksi saluran pernapasan bagian
atas, tepatnya pada batang tenggorokan. Penyebabnya kuman Hemophilus
pertussis. Batuk rejan yang juga dikenal sebagai "batuk seratus hari" atau
kinkhoest berlangsung selama dua bulan lebih, kalau tidak diobati dengan
baik. Gejalanya mirip influenza, yaitu batuk dan pilek ringan serta
menurunnya nafsu makan, yang berlangsung kira-kira 1 - 2 minggu.
Bayi dan balita, menurut dr. Anies, termasuk kelompok yang
paling sering menderita batuk rejan. Jika batuk ini tak diobati dengan baik,
dikhawatirkan akan terjadi komplikasi. Agar tidak tertular, jauhkan anak
dari penderita batuk rejan. Pencegahan utama, tulis dr. Anies, adalah
pemberian vaksinasi DPT sebanyak tiga kali. Suntikan ulangan diberikan satu
tahun setelah suntikan dasar ketiga dilakukan. Vaksinasi DPT yang pertama
telah dianjurkan bagi bayi yang berusia tiga bulan.
Influenza sebenarnya bukan penyakit berbahaya. Disebabkan
sejenis virus, penyakit ini umumnya menyerang sebagai wabah dan akan
berlangsung selama 3 - 4 hari. Jarang menimbulkan komplikasi, sekalipun
disertai demam tinggi. Namun, kalau daya tahan tubuh penderita menurun, maka
infeksi sekunder, seperti pneumonia, bronkitis, infeksi telinga atau
sinusitis, dapat muncul. Jika ini terjadi, anak segera dibawa ke dokter.
Untuk mengatasinya, anak perlu cukup istirahat dan diberi cukup
cairan. Sari buah atau air bisa untuk mengganti cairan yang hilang karena
berkeringat. Kopi, teh, dan susu tidak dianjurkan. Setiap tiga atau empat
jam sekali, suhu tubuh anak diperiksa. Jika suhu naik mencapai lebih dari
38oC dan tidak turun dalam waktu 36 jam, segera bawa ke dokter.
Anak-anak pun sering menderita selesma dan pilek, lebih-lebih
bila daya tahan tubuh anak kurang baik. Anak yang mengalami pilek akibat
virus ini perlu diajari mengeluarkan lendir dalam hidungnya untuk mencegah
terjadinya penumpukan lendir yang dapat mengganggu organ lain, misalnya
telinga.
Dalam kondisi seperti ini, anak perlu banyak istirahat dan makan
menu bergizi. Sari buah segar baik untuk penderita penyakit ini. Bila suhu
tubuh meningkat, anak dapat diberi obat penurun panas atau kompres dingin
untuk mencegah kemungkinan timbulnya kejang.
Gondong juga kerap diderita anak-anak. Penyebabnya sejenis virus
yang menyerang kelenjar ludah, yaitu parotid kelenjar ludah besar di depan
telinga. Sering pula terjadi pada kelenjar di bawah rahang dan biasanya
kedua sisi yang terkena.
Beristirahat di tempat tidur dapat mengurangi kemungkinan
terjadinya komplikasi dan mempercepat penyembuhan. Tidak berlaku pantangan
makanan dan minuman, tapi makanan yang lunak dan mudah dicerna sangat
dianjurkan. Makanan seperti agar-agar, serikaya, sup kaldu, dan sayuran yang
dihaluskan, baik bagi penderita gondong. Perlu cukup minum untuk
menggantikan cairan yang keluar melalui keringat.
Dokter biasanya memberikan obat penurun panas dan penghilang
rasa sakit yang diminumkan selama gejala penyakit masih ada. Bila anak
merasa kepala maupun buah zakarnya sakit, perut dan daerah kemaluan terasa
nyeri, segera dibawa ke dokter.
Sedia obat sebelum sakit
Apa yang mesti dilakukan agar anak tidak mudah terserang
penyakit? "Ya, tergantung penyakitnya. Agar anak kita tidak terserang
batuk-pilek, hindarkan anak dari penderita batuk-pilek," ujar Dr. Kishore.
Untuk mencegah diare, saran Dr. Kishore, jangan makan jajanan
dari luar yang kurang terjamin kebersihannya. Bagi bayi, botol susu harus
disterilkan. Yang paling penting menjaga kebersihan. "Yang sering terjadi,
dot jatuh dan dipasang kembali karena baby sitter malas mencucinya. Atau,
susu sudah berjam-jam diminumkan lagi," ujarnya. Hal-hal demikian banyak
terjadi terutama pada keluarga dengan tingkat sosial ekonomi rendah sekali,
atau tinggi sekali, yang menyerahkan perawatan anak sepenuhnya pada pengasuh
bayi.
Dalam kotak obat keluarga sebaiknya tersedia jenis obat anak,
seperti obat turun panas dan antidiare. Juga jenis obat lain berdasarkan
kasus demi kasus yang biasa diderita anak. Misalnya, untuk anak yang sering
kambuh asmanya, perlu disediakan obat cadangan dengan resep dokter untuk
persediaan kalau asmanya timbul.
Dalam pemeliharaan kesehatan anak, pemenuhan gizi berpengaruh
terhadap kesehatan dan daya tahan anak. "Kalau gizi baik, risiko anak
terkena penyakit berkurang. Kalaupun terkena kuman, karena daya tahan
tubuhnya bagus, ia tidak sampai sakit, tapi hanya berupa gejala. Misalnya,
diare sebentar kemudian diare itu hilang," jelas Dr. Kishore.
Daya tahan tubuh, yang dikenal sebagai immunoglobulin berasal
dari protein. Kalau tidak ada protein, tidak akan terbentuk faktor daya
tahan tubuh. "Jadi, ada korelasi langsung antara gizi dan daya tahan tubuh.
Semakin buruk gizinya, semakin jelek daya tahan tubuhnya, semakin sering
terinfeksi, semakin turun nafsu makannya, dan semakin turun lagi daya tahan
tubuhnya. Semua menjadi seperti lingkaran setan," tutur Dr. Kishore. Itulah
pentingnya dilakukan imunisasi pada anak.
"Menu ideal untuk bayi dan anak balita adalah yang seimbang.
Mengandung karbohidrat, lemak, protein, vitamin, dan mineral yang sesuai
dengan kebutuhan anak," katanya.
Yang pasti, makanan untuk balita harus cukup energi dan semua
zat gizi sesuai dengan umur. Semua gizi esensial harus cukup. Kebutuhan
energi bayi dan anak relatif lebih besar daripada orang dewasa, karena
pertumbuhannya yang pesat. Demikian pula kebutuhan protein balita relatif
lebih besar dibandingkan dengan orang dewasa. Protein merupakan sumber asam
amino esensial yang diperlukan sebagai zat pembangun, yakni untuk
pertumbuhan dan pembentukan protein serum, hemoglobin, enzim, dan antibodi.
Juga untuk menggantikan sel-sel yang rusak, memelihara keseimbangan asam
basa cairan tubuh dan sumber energi.
"ASI (Air Susu Ibu) tetap merupakan yang paling penting bagi
bayi dan anak balita," tegas Dr. Kishore. Selain penting selama masa
anak-anak, ASI juga sebagai makanan utama bayi. "Di samping itu juga murah,
aman, higienis, dan sangat membantu pertumbuhan bayi," tegasnya.
Produksi ASI sampai hari kelima, yang disebut kolostrum (cairan
kental kekuningan), sangat baik bagi bayi. Ia mengandung banyak antibodi,
protein, mineral, dan vitamin A. Yang jelas, kata Kishore, ASI merupakan
makanan terbaik yang tak tergantikan oleh segala bentuk makanan lain, baik
susu formula, food supplement, ataupun suplemen vitamin. Tetapi, susu
formula diperlukan untuk bayi-bayi yang tidak mendapatkan cukup ASI.
Misalnya, ketika ibu sakit dan produksi ASI tidak mencukupi.
Jadi, bukan berarti anak balita tak boleh sama sekali memakai
susu formula atau PASI (pengganti air susu ibu). "Kalau ASI memang tidak
cukup, ya harus ditambah susu formula. Tapi kalau cukup, berikan ASI selama
minimal empat bulan, yang dikenal sebagai pemberian ASI eksklusif, tanpa
makanan tambahan," jelas Kishore.
Dalam jumlah cukup, ASI dapat memenuhi kebutuhan gizi bayi
selama 3 - 4 bulan pertama. Setelah empat bulan, bayi perlu menu pelengkap
atau tambahan (selain ASI atau PASI) karena kebutuhan gizi bayi meningkat,
dan tidak seluruhnya dapat dipenuhi ASI. Tapi bukan berarti pemberian ASI
dihentikan. Bahkan ASI dianjurkan tetap diberikan sampai anak berusia dua
tahun. Tentu saja, kalau ASI masih diproduksi.
Dalam susu formula sudah terdapat asam amino esensial, asam
lemak tak jenuh esensial, dan vitamin untuk kebutuhan sehari-hari. "Jadi,
nggak perlu tambahan. Tambahan vitamin baru diberikan kalau ada gejala
defisiensi vitamin. Atau, ketika muncul tanda-tanda malas makan, vitamin
diberikan untuk merangsang nafsu makan anak," tuturnya.
Kalau susu formula diberikan sesuai kebutuhan, defisiensi tak
akan terjadi. Bahkan, kalau sudah memperoleh menu makanan seimbang, tanpa
susu formula pun anak tidak perlu lagi vitamin tambahan. Karena dalam menu
yang seimbang itu sudah terdapat vitamin-vitamin yang dibutuhkan tubuh. (A.
Hery Suyono)
Untuk melihat diskusi milis ini sebelumnya, klik:
http://www.mail-archive.com/[email protected]/
--------------------------------------------------------------------------
"Untuk mereka yang mendambakan anak balitanya tumbuh sehat & cerdas"
Berlangganan, e-mail ke: [EMAIL PROTECTED]
Berhenti berlangganan, e-mail ke: [EMAIL PROTECTED]
http://pencarian-informasi.or.id/ - Solusi Pencarian Informasi di Internet