Ibu Anna,

Anak yang kurang mendapat kesempatan untuk bermain di luar bersama 
teman-teman sebayanya, pada akhirnya dia akan lebih sering bermain sendiri 
dengan fantasinya. Saya sendiri dulu juga begitu, mulai dari menirukan 
tukang sayur, supir bis, tukang becak, dokter, dan segala profesi lain yang 
menurut saya menarik. Juga tentunya tidak luput menirukan ayah dan ibu 
saya. Kalau menirukan ayah, termasuk memakai segala perlengkapannya seperti 
pisau cukur, dasi, kaca mata. Sedangkan kalau menirukan ibu, ya memakai 
lipstik, eye shadow, anting-anting (model jepit), dsb. Mengapa anak lebih 
senang meniru Ibu ? Karena proses berdandan seorang wanita itu jauh lebih 
complicated daripada seorang pria, dan itu lebih mengasyikkan bagi sang 
anak.
Menurut saya, hal itu adalah hasil perpaduan imajinasi dan rasa ingin tahu 
anak-anak yang memang sedang besar-besarnya. Ditambah lagi kesulitan untuk 
menyalurkan dalam aktivitas luar ruang.
Jadi saya kira Ibu tidak usah terlalu khawatir. Belum tentu hal tsb 
merupakan indikasi penyimpangan. Buktinya saya normal-normal saja tuh, 
he...he...
Biasanya apabila anak sudah masuk usia sekolah dan punya lebih banyak 
kegiatan, keisengan-keisengan yang aneh-aneh itu akan berangsur hilang 
dengan sendirinya.

-----Original Message-----
From:   [EMAIL PROTECTED] [SMTP:[EMAIL PROTECTED]]
Sent:   Wednesday, April 07, 1999 7:33
To:     [EMAIL PROTECTED]
Subject:        [balita-anda] Perilaku anak


Dear netters,
saya punya permasalahan dalam menghadapi perilaku anak saya. Dia ini sering 
kali
memperhatikan segala perbuatan saya pada saat saya sedang berdandan... 
entah itu
menggunakan lipstik, eyeshadow, bodylotion etc. Anak saya ini laki-laki... 
dan
nanti pada saat-saat tertentu dia akan menirukan perbuatan saya tersebut
(meskipun tidak secara langsung menggunakan benda-benda tersebut). 
Berulangkali
perbuatan itu saya larang, tentunya dengan memberikan sedikit penjelasan. 
Kami
kebetulan tinggal bukan dilingkungan perumahan... dan kebetulan sulit 
sekali
mencari teman sepermainan untuk anak saya....Sebagian besar waktunya 
digunakan
untuk bermain dirumah bersama seorang suster dan seorang pembantu. Seminggu 
2X
dia pergi ke kelompok bermain... kurang lebih setiap kali datang 2-3 jam
lamanya. Umurnya sekitar 2.5 tahun...
Pertanyaannya bagaimana saya menghadapi sikap anak saya tersebut, apakah 
dengan
lingkup tinggal sekarang ini  akan mempengaruhi perkembangan perilakunya di 
masa
yang akan datang ?......
Mudah-mudahan ada pengalaman netters yang lain yang mungkin mirip dan dapat 
di
share....
terima kasih.



Untuk melihat diskusi milis ini sebelumnya, klik:
http://www.mail-archive.com/[email protected]/

--------------------------------------------------------------------------
"Untuk mereka yang mendambakan anak balitanya tumbuh sehat & cerdas"
Berlangganan, e-mail ke: [EMAIL PROTECTED]
Berhenti berlangganan, e-mail ke:  [EMAIL PROTECTED]
http://pencarian-informasi.or.id/ - Solusi Pencarian Informasi di Internet


Kirim email ke