Saya setuju dengan pendapat bapak Wawan ini... boleh-boleh saja kita
berikan susu kaleng kepada anak kita yang masih bayi... tapi rasa kasih
sayang... dan perhatian yang ibu-ibu berikan kepada si bayi tentu akan
lain kalau ibu-ibu memberikan ASI kepada si kecil. Mungkin untuk ibu-ibu
yang bekerja tidak bisa sepenuhnya memberikan ASI, tapi minimal pada
saat dirumah janganlah segan apalagi malas untuk memberikan ASI 
kepada si kecil. Hanya itulah harapan saya kepada ibu-ibu terutama
ibu-ibu muda saat ini.

hand.-

*********** REPLY SEPARATOR ***********

On 2/12/99, at 10:12 AM, [EMAIL PROTECTED] wrote: 

>Bersama ini, saya ingin mengomentari mengenai merk susu untuk balita.
>
>Mungkin saja susu untuk balita yang beredar dewasa ini banyak yang baik
>kualitasnya, sehingga bisa membantu pertumbuhan balita dengan baik.
>
>Tetapi kalau kita tengok pengalaman orang tua kita sewaktu membesarkan kita,
>maka pada tempo dulu itu banyak para balita dibesarkan hanya dengan ASI dan
>makanan tambahannya hanya "air tajin"; "air kacang hijau"; dsb.
>Saya pun semasa balita termasuk dalam katagori diatas (saat ini umur saya 40th).
>
>Hasil yang saya rasakan saat ini, saya bisa tumbuh dengan baik, pendidikan
>formal pun cukup baik (diatas S1 bidang teknik), dan cukup keren (kata istri
>saya lho!)
>
>Jadi kesimpulan saya, untuk membesarkan balita ini, memang gizi makanan
>penting tetapi ada yang tidak kalah pentingnya adalah perhatian dari para
>orang tua untuk membesarkan balitanya sampai menjelang dewasa (lulus SMA).
>Menurut saya, susu merk apapun tentunya mengandung gizi yang baik, tapi
>karena balita pun punya selera, maka tidak semua merk susu bisa cocok dengan
>seorang balita (cocok-cocokan).
>
>Contoh kehidupan yang baik dari pada orang tua, Insya Allah akan mendorong
>si anak menjadi orang berguna dimasa depan.
>Yang saya maksud contoh kehidupan yang baik, antara lain hubungan yang
>harmonis suami-istri; penerapan disiplin yang konsisten; kejujuran;
>keterbukaan; pendidikan agama di rumah; dst.
>
>Sebagai ilustrasi, saya sering sekali dinasehati oleh Bapak saya sewaktu
>saya masih sekolah (SD s/d SMA), isi nasehatnya:
>"Wan, papah ini ngak punya peninggalan apa-apa, papah cuma bisa
>menyekolahkan kamu sampai selesai, dan ini akan menjadi bekal kamu nanti"
>
>Karena seringnya kata-kata ini disampaikan pada saya, maka lama-lama saya
>jadi tergugah, dan belajar dengan rajin dan selalu berusaha untuk mencapai
>prestasi yang baik.
>Bapak saya sudah almarhum sejak th.'83.
>
>Mudah-mudahan uraian saya diatas dapat menjadi masukkan yang bermanfaat bagi
>Bapak/Ibu anggota milis ini.
>
>Sekian.
>Wawan.
>
>
>
>Untuk melihat diskusi milis ini sebelumnya, klik:
>http://www.mail-archive.com/[email protected]/
>
>--------------------------------------------------------------------------
>"Untuk mereka yang mendambakan anak balitanya tumbuh sehat & cerdas"
>Berlangganan, e-mail ke: [EMAIL PROTECTED]
>Berhenti berlangganan, e-mail ke:  [EMAIL PROTECTED]
>http://pencarian-informasi.or.id/ - Solusi Pencarian Informasi di Internet

Untuk melihat diskusi milis ini sebelumnya, klik:
http://www.mail-archive.com/[email protected]/

--------------------------------------------------------------------------
"Untuk mereka yang mendambakan anak balitanya tumbuh sehat & cerdas"
Berlangganan, e-mail ke: [EMAIL PROTECTED]
Berhenti berlangganan, e-mail ke:  [EMAIL PROTECTED]
http://pencarian-informasi.or.id/ - Solusi Pencarian Informasi di Internet

Kirim email ke