Dengan pijat bayi, kita tidak takut anak salah urat karena diangkat sana
ditarik sini.
----------
From: __[SMTP:[EMAIL PROTECTED]]
Sent: Monday, February 22, 1999 10:14 AM
To: [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED];
[EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]
Subject: [balita-anda] Pijat bayi berguna bagi fisik dan psikis
original from : bisnis indonesia online.
Pijat bayi berguna bagi fisik dan psikis
Kebiasaan memijat bayi yang dilakukan oleh para ibu pada masa lalu,
ternyata bernilai positif bagi perkembangan fisik dan psikis anak.
Padahal, oleh sebagian wanita masa kini pijat bayi dianggap kuno dan
tidak modern.
Pijat bayi yang berasal dari khazanah tradisi Timur itu sekarang
diangkat kembali sebagai bagian dari ilmu pengetahuan modern. Banyak
orangtua yang dengan gembira menceritakan perkembangan bayi mereka,
setelah anak mereka menjalani terapi sentuh (touch therapy) melalui
pemijatan.
"Bayi kami menjadi lebih aktif, nafsu makannya bertambah, daya tahan
tubuhnya meningkat, dan lebih dekat dengan kami," ungkap Utami
Roesli,
dokter spesialis anak, menirukan beberapa keluarga yang telah
melakukan pijat bayi.
Kepala Bagian Anak Rumah Sakit Sint Carolus itu menuturkan kini para
pakar telah membuktikan bahwa terapi sentuh, terutama pijat bayi,
banyak manfaatnya. "Tidak hanya buat bayi itu sendiri, tapi juga
buat
pemijatnya, misalnya ibu, ayah, nenek atau kakek."
Terapi sentuh, lanjutnya, menghasilkan perubahan fisiologis yang
menguntungkan dan dapat diukur secara ilmiah. Antara lain dengan
pengukuran kadar cortisol ludah, kadar cortisol plasma secara radio
immunoassay, kadar hormon/catecholamine air seni dan pemeriksaan EEG
(electro encephalogram)-gambaran gelombang otak.
"Penemuan yang dihasilkan sudah cukup menjadi dasar dilakukannya
pijat
bayi secara rutin untuk mempertahankan kesehatan bayi. Apalagi pijat
bayi ini murah, mudah, dan bukan hal baru bagi kultur kita,"
katanya.
Menambah bobot
Kebiasaan pijat-memijat sebenarnya merupakan tradisi yang sudah
dikenal lama dalam masyarakat. Melalui sentuhan pemijatan terhadap
jaringan otot, peredaran darah dapat meningkat semakin lancar dan
posisi otot dapat pulih, sehingga dapat meningkatkan fungsi organ
tubuh.
Menurut Ketua Lembaga Peningkatan Penggunaan Air Susu Ibu (PP-ASI)
RS
Sint Carolus itu, efek biokimia yang positif dari pijat bayi a.l.
menurunkan kadar hormon stres (catecholamine) dan meningkatkan kadar
serotonin.
Sedangkan efek fisik dari pijat a.l. meningkatkan jumlah dan
sitotoksisitas sel pembunuh alami dari sistem imunitas, mengubah
gelombang otak secara positif, memperbaiki sirkulasi darah dan
pernafasan, merangsang fungsi pencernaan dan pembuangan, serta
meningkatkan berat badan.
Utami mengambil contoh penelitian yang dilakukan oleh T. Field &
Scafidi, yang menunjukkan bahwa 20 bayi prematur yang dipijat 3x15
menit selama 10 hari, mengalami kenaikan berat badan 20%-47% per
hari
dibanding yang tidak dipijat.
Sedangkan bayi berusia 1-3 bulan yang dipijat 15 menit, dua kali
sepekan selama enam pekan, mengalami kenaikan berat badan yang lebih
tinggi dari kelompok kontrol.
Utami menjelaskan hal yang menarik pada penelitian pijat bayi adalah
ditemukannya sejumlah mekanisme dasar pemijatan yang dapat
menerangkan
adanya pengeluaran beta endorphin, aktivitas nervus vagus dan
produksi
serotonin.
Aktivitas nervus vagus, menurut dia, mempengaruhi mekanisme
penyerapan
makanan. "Penelitian Field dan Schanberg menunjukkan bahwa bayi yang
dipijat mengalami peningkatan tonus nervus vagus (saraf otak ke-10)
yang akan meningkatkan kadar enzim penyerapan gastrin dan insulin.
Dengan demikian, lanjut Utami, penyerapan makanan akan menjadi lebih
baik. "Itu sebabnya mengapa berat badan bayi yang dipijat meningkat
lebih cepat ketimbang yang tidak dipijat."
Menambah ASI
Menurut Utami, efek fisik lainnya dari pijat bayi adalah mengurangi
depresi dan ketegangan, meningkatkan kesiagaan (alertness) dan
membuat
bayi tidur lelap, mengurangi rasa sakit, mengurangi kembung dan
sakit
perut (colic), meningkatkan hubungan orangtua dan bayi (bonding) dan
meningkatkan volume ASI.
Dia menjelaskan penyerapan makanan menjadi lebih baik karena
peningkatan aktivitas nervus vagus menyebabkan bayi cepat lapar,
sehingga akan lebih sering menyusu pada ibunya. "Akibatnya, ASI akan
lebih banyak pula diproduksi."
Sebagaimana diketahui, tuturnya, ASI akan semakin banyak diproduksi
bila semakin banyak diminta. Selain itu, ibu yang memijat bayi akan
merasa lebih tenang dan ini berdampak positif pada peningkatan
volume
ASI.
Dia mengutip penelitian Cynthia Mersmann yang menunjukkan bahwa ibu
yang memijat bayinya memproduksi ASI perah lebih banyak daripada
kelompok kontrol. ASI yang mengalir deras itu dapat disimpan dan
dimanfaatkan saat ibu bekerja.
ASI eksklusif
Utami mengungkapkan Deklarasi Innocenti (1990) mentargetkan pada
tahun
2000 diharapkan 80% ibu di dunia (termasuk Indonesia) sudah dapat
memberikan ASI secara eksklusif.
Namun, lanjut dia, dari penelitian Universitas Atmajaya dan Unicef
yang dilakukan pada 1995, terbukti dari 900 ibu responden di
Jabotabek
hanya 5,6% yang berhasil menyusui secara eksklusif, untuk selama
empat
bulan saja.
"Berdasarkan data tersebut, dapat disimpulkan adanya kesulitan dalam
pemasyarakatan ASI eksklusif di Indonesia, sehingga diperkirakan
akan
terjadi kesukaran pencapaian target Deklarasi Innocenti pada tahun
2000," ungkapnya.
Menurut dia, yang menjadi hambatan utama sehingga sasaran itu tidak
tercapai adalah kurangnya pengetahuan masyarakat tentang ASI
eksklusif. "Banyak yang salah mengerti terhadap definisi ASI
eksklusif
dan manfaatnya bagi bayi."
Pengertian ASI eksklusif, menurut Utami, adalah bayi hanya diberi
air
susu ibu saja selama minimum empat bulan bila mungkin sampai dengan
enam bulan, tanpa tambahan cairan lain, seperti air jeruk, tomat,
apel, susu formula bahkan air putih. Juga tanpa tambahan makanan
padat
seperti pisang, biskuit, bubur susu, atau nasi tim.
"Jadi, dengan melakukan promosi gencar mengenai pijat bayi,
diharapkan
ini merupakan salah satu cara untuk membantu pencapaian sasaran
pemasyarakatan ASI eksklusif di Indonesia," tuturnya saat peluncuran
buku Pedoman pijat bayi karya Utami Roesli, di Jakarta pekan lalu.
Segera dimulai
Pijat bayi dapat segera dimulai setelah bayi lahir. "Akan lebih
menguntungkan bayi jika pijat dilakukan dua kali setiap hari,
masing-masing selama 15 menit, sejak lahir sampai usia 6-7 bulan."
Dalam buku itu Utami memaparkan waktu pemijatan terbaik adalah pagi
hari sebelum bayi dimandikan dan malam hari sebelum bayi tidur agar
dapat tidur lebih lelap.
"Sebelum memijat, mintalah izin pada bayi dengan cara membelai wajah
dan kepalanya sambil mengajaknya bicara. Siapkan minyak (baby oil)
untuk dilumurkan ke tubuh bayi, dan handuk untuk menyeka
keringatnya."
Pandanglah mata bayi selama pemijatan berlangsung. Bernyanyilah atau
putarkan lagu yang lembut untuk menciptakan suasana tenang selama
pemijatan. "Sebaiknya pemijatan dimulai dari bagian kaki, kemudian
perut, dada, tangan, muka dan diakhiri bagian punggung."
Utami berpesan jangan memijat langsung setelah bayi selesai makan.
"Juga jangan membangunkan bayi khusus untuk pemijatan. Tidak
dianjurkan untuk memijat pada saat bayi tidak sehat atau tidak mau
dipijat."
Pijat bayi menjadi sangat bermanfaat apabila dilakukan oleh ibu atau
ayah dengan disertai penyaluran kasih sayang pada bayinya, tutur
Utami. "Memijat cucu juga membuat kakek dan nenek lebih berbahagia."
Bahkan mereka lebih terampil dan sensitif dalam pemijatan karena
pengalaman menangani anaknya. (rsf)
�COPYRIGHT 1998 BISNIS INDONESIA
PT Jurnalindo Aksara Grafika
_________________________________________________________
DO YOU YAHOO!?
Get your free @yahoo.com address at http://mail.yahoo.com
Untuk melihat diskusi milis ini sebelumnya, klik:
http://www.mail-archive.com/[email protected]/
--------------------------------------------------------------------------
"Untuk mereka yang mendambakan anak balitanya tumbuh sehat & cerdas"
Berlangganan, e-mail ke: [EMAIL PROTECTED]
Berhenti berlangganan, e-mail ke:
[EMAIL PROTECTED]
http://pencarian-informasi.or.id/ - Solusi Pencarian Informasi di
Internet
Untuk melihat diskusi milis ini sebelumnya, klik:
http://www.mail-archive.com/[email protected]/
--------------------------------------------------------------------------
"Untuk mereka yang mendambakan anak balitanya tumbuh sehat & cerdas"
Berlangganan, e-mail ke: [EMAIL PROTECTED]
Berhenti berlangganan, e-mail ke: [EMAIL PROTECTED]
http://pencarian-informasi.or.id/ - Solusi Pencarian Informasi di Internet