Memang betul apa yang dikatakan IS. Dengan seringnya anak mendengar azan,
baik sewaktu jalan-jalan atau nonton tv dimana saja. Si anak biasanya
secara langsung mengatakan bu/ayah azan.
Dan saya juga membiasakan kepada anak saya untuk ikut shalat walaupun
sebenarnya boleh dikatakan dia bukan shalat tetapi bermain.
Jika anak saya tiba-tiba basah di celananya dan duduk dipangkuan saya, dalam
hati saya Allah Swt. maha tahu. Bagaimana ini pak IS, apakah tidak salah
jika saya mengatakan demikian.
Untuk saya dalam mencari pembantu sambil merawat/menjaga anak, pertama yang
saya tekankan setiap ada yang masuk kerumah saya untuk tinggal bersama saya
anggap keluarga saya, tetapi tetap menpunyai batas-batas, tetapi dalam hal
makanan jangalah dibedakan kalau kita makan daging berikan juga dia daging
dan biarkan dia mengambil sendiri asal tidak diceh-ceh. Terkecuali untuk
anak-anak memang tetap makanannya lain. Maklum masih balita. Dan saya
minta jika dia jengkel dengan saya atau suami saya, tolong jangan lampiaskan
ke anak, karena si anak tidak tahu menahu. Begitu juga kalau si anak sering
membuat dia jengkel tolong jangan umpatkan segala perkataan kotor dan jangan
main pukul.
Kepada anak saya yang sudah bisa saya ajak bicara/bertanya sering saya
tanyakan kalau sepulang kerja. Apakah si kakak (saya tekankan ke anak harus
panggil kakak jangan nama saja) pernah main pukul atau marah atau bagaimana.
Karena saya yakin dengan anak saya, kalau jawabannya ia, dengan sangat
terpaksa si dia saya panggil baik-baik. Dan saya sampaikan kembali
permintaan saya, dan karena dia sudah melanggar permintaan saya dengan
terpaksa saya mencari lagi gantinya. Dan ini semua demi si anak yang akan
mengisi kehidupannya. Setelah itu saya juga sampaikan ke anak kenapa si
kakak pulang, agar si anak juga merasa bahwa orang tuanya tidak suka
perbuatan yang si kakak lakukan. Dan dengan adanya penggantinya si anak
juga bisa membandingkan si kakak ini suka begitu si kakak itu suka begitu.
Juga yang paling penting memang lebih baik mencari yang seagama.
Wassalam,
----------
From: Imam Suhadi[SMTP:[EMAIL PROTECTED]]
Sent: Monday, February 22, 1999 2:15 PM
To: [EMAIL PROTECTED]
Subject: Re: [balita-anda] Baby Sister
Menurut hemat saya, bahwa baby sitter atau pembantu biasa, tidak
begitu
prinsip.
Yang sangat prinsip untuk membantu kita merawat sang bayi adalah:
1. Pengalaman Merawat Anak
2. Kedekatan Emosi
Nah untuk pengalaman merawat anak, saya kira Baby Sitter atau
Seorang
Pembantu yang pernah punya anak akan sama.
Nah yang sulit adalah mencari mereka yang mempunyai kedekatan emosi
dengan
kita (juga dengan si anak). Karena suasana hati pengurus (apakah
baby
sitter, atau pembantu atau ibu sendiri) kalau sering tidak baik
(sedih,
keluh kesah, pemarah, jahat, dsb) -percaya atau tidak- itu membias
kepada
sang Bayi. Cobalah perhatikan bagaimana tidak nyamannya Sang Bayi
bila sang
pengasuh, sedang tidak dalam kondisi hati yang baik.
Untuk itu bagi yang muslim, sangat baik sekali bila sang pengasuh
(apakah
baby sitter, atau pembantu atau ibu sendiri) dalam merawat Sang Bayi
selalu
men-"detak"-kan baik di mulut atau di hati, kalimat-kalimat yang
membuat
tenang dirinya (misalnya : istighfar, syahadat, dsb secara
berulang-ulang).
Disamping kalimat-kalimat seperti juga sangat bernuansa bagi se
kecil. Coba
perhatikan anak-anak (yang berumur 1 s.d 3 tahun) ketika mendengar
azan di
TV. Siapapun ia pasti akan terdiam dan menikmati mendengarkan azan
tsb.
-----Original Message-----
From: [EMAIL PROTECTED] <[EMAIL PROTECTED]>
To: [EMAIL PROTECTED] <[EMAIL PROTECTED]>
Date: 22 Februari, 1999 12:24
Subject: Re: [balita-anda] Baby Sister
|
|Mbak Ayu.... coba hubungi ibu Andelo di no. 7658027. Saya memiliki
suster
yang
|sudah bekerja semenjak anak saya lahir sampai dengan usia 2.5
tahun.
Menurut
|saya kualitas suster ini baik. Dari cara menangani anak sampai
dengan cara
dia
|membagi waktu dalam bekerja. Tapi tentunya ini kembali dengan
tuntutan
|masing-masing orang. Karena saya bekerja maka saya agak ketat dalam
memilih
|kriteria suster yang akan merawat anak saya. Kembali saya tegaskan
kriteria
|"baik" tentunya relatif bagi setiap orang.
|Semoga membantu.
|
|Anna
Untuk melihat diskusi milis ini sebelumnya, klik:
http://www.mail-archive.com/[email protected]/
--------------------------------------------------------------------------
"Untuk mereka yang mendambakan anak balitanya tumbuh sehat & cerdas"
Berlangganan, e-mail ke: [EMAIL PROTECTED]
Berhenti berlangganan, e-mail ke:
[EMAIL PROTECTED]
http://pencarian-informasi.or.id/ - Solusi Pencarian Informasi di
Internet
Untuk melihat diskusi milis ini sebelumnya, klik:
http://www.mail-archive.com/[email protected]/
--------------------------------------------------------------------------
"Untuk mereka yang mendambakan anak balitanya tumbuh sehat & cerdas"
Berlangganan, e-mail ke: [EMAIL PROTECTED]
Berhenti berlangganan, e-mail ke: [EMAIL PROTECTED]
http://pencarian-informasi.or.id/ - Solusi Pencarian Informasi di Internet