Rekan-rekan sekalian
Berikut ini saya copy dari Suara Hidayahtullah mudah-mudahan bermanfaat
bagi kita semua

Wass
M.Mardanil

---------------------------------------------------------------------------
-------------------------------

JENDELA KELUARGA TARBIYAH

MAINAN ANAK CERDASKAN ANAK ANDA



Permainan  Anak,Ternyata  bukan  Main-main  Cerdaskan  generasi Anda dengan
memberi mereka mainan sebanyak-banyaknya, sejak bayi.

Mengikuti   perkembangan   bayi-bayi  di  sekitar  kita,   nampaknya  cukup
menyenangkan  juga. Ada perbedaan              mencolok antara perkembangan
Ryan  dengan  Ridwan,    mulai dari ketika masih bayi hingga di usia mereka
kini  yang  menginjak  tiga  tahunan.  Dua  anak  bertetangga ini  ternyata
mengalami masa perkembangan yang jauh  berbeda.

Ryan,  bayi  sulung  dari  ayah  seorang  pegawai  negeri  sementara Ridwan
memiliki  ayah  pedagang.  Persamaan  di antara keduanya, ibu anak-anak itu
sama-sama tidak bekerja, dan mengasuh sendiri bayi-bayi sulung mereka itu.

Ibu  Ridwan  banyak  memberikan  putranya  alat-alat permainan, sedari bayi
hingga  kini.  Untuk  urusan ini, ia dan suaminya sepakat untuk menyisihkan
pendapatan bulanan yang sebenarnya tak juga terlalu besar, demi
merangsang  perkembangan  kepribadian  Ridwan.  Bahkan  seringkali sang ibu
mencari   ide   untuk   membuat  sendiri  mainan-mainan  tersebut.   Berkat
kreativitasnya,  nampak  sekali  perkembangan  Ridwan  kecil menjadi begitu
pesat,  dan  ia  tumbuh  menjadi  anak  yang lincah, pandai bicara dan daya
tangkapnya bagus.

Hal  ini  berbeda  dengan kondisi Ryan, yang tumbuh menjadi anak  laki-laki
yang   kalem  dan  pendiam.  Ia  cenderung  pasif  dan  bersikap  menunggu.
Gerakannya  pun lemah, lambat, serta kurang tertarik kepada hal-hal baru di
sekitarnya. Ya, perbedaannya dengan Ridwan adalah karena kedua orang tuanya
tidak  banyak  menyediakan  mainan  untuknya.  Ibu  Ryan  pernah  berkilah,
'Sedangkan  untuk  sandang  pangan  saja  susah,  buat  apa   beli  mainan?
Buang-buang uang saja.'

Pembaca  dengan  mudah  tentu  dapat  menebak,  manakah ibu yang bijaksana?
Seberapa  pentingkah  sebenarnya  arti  permainan  bagi  perkembangan anak?
Benarkah hanya merupakan kemubadziran semata
jika orang tua membelikan mainan-mainan yang harganya selangit itu?

Rahasia pada dua tahun pertama

Sementara  itu, masih banyak orang berpandangan sempit, yang belum memahami
betapa  hebat  proses  pembelajaran  yang  sedang  dilakukan  makhluk  baru
tersebut.  Sepintas,  bayi  memang  seperti  seonggok daging  bernyawa yang
belum  bisa melakukan apa-apa kecuali menangis, pipis, dan berak. Maka bagi
mereka  pemenuhan  kebutuhan  bayi  pun cukup dengan merawat, membersihkan,
memberi  susu  dan  makan.  Selanjutnya menunggu hingga mereka sedikit bisa
mulai   berkomunikasi.   Akhirnya,  tahun-tahun  awal  kehidupan  bayi  pun
dibiarkan  lewat  begitu  saja, tanpa tindakan aktif orang tua dalam memacu
perkembangan bayinya.

Selayaknya  ibu  bijaksana  harus tahu, apa yang terjadi di dalam otak anak
selama  tahun-tahun  awal  kehidupannya.  Penelitian para ahli menyebutkan,
bahwa  seorang  bayi  terlahir dengan me mbawa lebih dari satu miliar saraf
dalam   otak   yang  masih  terputus-putus.  Kelak,  saraf-saraf  ini  akan
berkembang  saling  menyambung,  dan kuantitas serta kualitas  sambungannya
itulah ang menentukan kecerdasan anak.

Dalam   penyelidikan   selanjutnya  terbukti  bahwa  sambungan  saraf-saraf
tersebut  akan  semakin  banyak  dan  bagus  jika  bayi memperoleh perasaan
tenang,  tenteram  dan  bahagia.  Belaian  tangan  ibu memberi kasih sayang
kepada bayi memberikan kontribusi begitu banyak terhadap proses pembangunan
saraf otak tersebut. Begitu juga kebahagiaan yang diperoleh bayi ketika ibu
mengajaknya tersenyum, tertawa, dan bermain.

Dan  salah  satu  dari  kegembiraan  maksimal  yang  mereka  peroleh adalah
manakala   bayi-bayi   itu  disodori  mainan-mainan  yang  menarik,  sesuai
kebutuhan  mata,  telinga,  dan  rabaan mereka. Maka, jika dengan alat-alat
permainan  tersebut  ibu  bisa  memberikan  kegembiraan  sebanyak-banyaknya
kepada  mereka, sungguh hal itu akan memaksimalkan perkembangan fungsi otak
anak.

Proses  penyambungan  saraf-saraf  ini mencapai 50% pada dua tahun pertama,
selanjutnya  hanya  30% hingga tahun kelima dan sisanya 20% dipenuhi hingga
usia  ke-12.  Jadi bila kita menyia-nyiakan waktu yang diberikan Allah pada
dua tahun awal kehidupan anak, sungguh merugilah kita.

Eksplorasi melalui indra

Permainan,  dalam  dunia  anak  memiliki  ciri  khas yang berkembang sesuai
dengan  usia. Dengan mengetahui karakter khas pola permainan anak, tentunya
akan  mempermudah  orang  tua  dalam  mengerti,  memahami,  dan selanjutnya
memenuhi kebutuhan putra-putrinya terhadap alat-alat permainan.

Dengan  bekal rasa ingin tahunya, setiap bayi akan mempelajari tentang alam
lingkungan  sekitarnya.  Tahap  eksplorasi  ini berlangsung  semenjak lahir
hingga  usia  sekitar  dua  tahun,  dan merupakan tahap awal sebelum mereka
nantinya  mengembangkan  pola  permainan  yang lain.  Dalam tahap ini, anak
akan   berusaha   melihat,  mendengar,  memegang  dan  merasakan  apa  saja
benda-benda  yang  ada di sekelilingnya. Mereka akan mengambil segala macam
benda  yang  ada  dalam jangkauan tangannya. Kemudian selama beberapa detik
anak  melihat,  mengamati,  dan memasukkan ke dalam mulutnya. Warna, bentuk
serta  bunyi  yang  menarik  dari  benda  yang diamati bayi akan membuatnya
bertahan  agak lama dalam eksplorasi ini. Setelah usai dan puas, dibuanglah
benda  itu untuk mencoba meraih yang lain.

Dengan cara inilah anak belajar segala sesuatu tentang dunia.  Ketika  mata
mereka  menangkap benda warna-warni yang digantungkan di depan mereka, mata
itu  nampak  begitu  bergairah.  Bulat bola matanya menatap lekat mengikuti
gerak  goyangan  benda  ke kiri dan ke kanan. Seakan melalui mata itulah ia
salurkan seluruh energinya.

Saat  inilah  seorang anak mulai mengembangkan daya penglihatannya.  Mereka
yang  terbiasa  mengamati  berbagai  ragam  warna menarik, akan termotivasi
untuk  terus  melihat, menatap dan mengamati sekelilingnya.  Mereka menjadi
lebih  peka  terhadap  benda-benda.  Mereka  menjadi   lebih  teliti, tidak
mengabaikan hal-hal yang kecil.

Manfaat  dari  ketajaman  daya penglihatan anak mungkin baru akan dirasakan
ketika  usianya  menginjak  3  atau  4  tahun. Minat mereka untuk mengamati
segala  sesuatu  melalui  matanya  akan mulai nampak, sementara itu semakin
banyak  obyek  benda  yang  ditangkap  mata  dan  masuk ke dalam otak, yang
kecil-kecil  sekalipun.  Kelebihan ini akan sangat terasa manfaatnya ketika
anak  mulai  belajar  di  SD,  di mana mereka harus pandai-pandai mengamati
hal-hal yang diterangkan dan ditulis guru di papan tulis.

Beberapa anak mengalami masalah dalam kecepatan untuk mampu membaca, karena
memiliki  daya penglihatan yang kurang baik.  Akibatnya  mereka membutuhkan
waktu  lebih  lama  untuk  memasukkan satu obyek penglihatan ke dalam otak.
Konsentrasi  mereka dalam melihat dan mengamati sesuatupun masih belum bisa
optimal.   Dan   masih   banyak    juga   anak   mengalami   masalah  dalam
pelajaran-pelajaran   mereka,  karena   kurang  bisa  berkonsentrasi  penuh
terhadap apa yang mereka lihat.

Ketika  tangannya  mulai  bergerak  terarah,  maka bergeraklah kedua tangan
mungilnya  ke  arah  benda  tersebut,  berusaha untuk bisa meraihnya. Namun
ternyata tak mudah. Rupanya bayi-bayi mungil itu belum  bisa  mengendalikan
tangannya   sendiri!   Bahkan  mengenggam  sesuatupun  mereka  belum  bisa!
Keinginan  kuat  anak  untuk meraih mainan-mainan tersebut akan mempercepat
proses koordinasi otak dan tangannya,
sehingga motorik halus kedua tangannya akan lebih cepat terlatih.

Jika  koordinasi  otak dan tangan baik, anak akan termotivasi untuk  banyak
memegang benda-benda di sekitarnya, membuat mereka aktif melakukan apa saja
yang bisa mereka kerjakan dengan benda-benda tersebut.

Bagaimana  dengan telinganya? Anak-anak mungil itu ternyata akan lebih peka
terhadap   berbagai   jenis   suara   jika  mereka  sering  bermain  dengan
bunyi-bunyian. Dalam perkembangan selanjutnya, mereka mudah
Tertarik terhadap berbagai bunyi yang ada di sekelilingnya, dan termotivasi
untuk mempelajari benda yang mengeluarkan bunyi tersebut.

Kelak,   kepekaan   daya  pendengaran  pun  sangat  diperlukan  anak  dalam
perkembangan  pembelajarannya.  Jelas, daya pendengaran anak yang baik akan
sangat mempermudah mereka ketika harus berupaya sendiri mencari pengetahuan
di bangku sekolah.

Mainan murah meriah

Bagaimana  dengan  harga mainan bayi yang serba mahal? Ini memang tantangan
tersendiri bagi kita. Satu bukti yang sulit dibantah adalah bahwa anak-anak
keluarga  non-muslim  yang  dengan  mudah mampu membeli fasilitas-fasilitas
permainan  tersebut  ternyata  mengalami perkembangan kepribadian yang jauh
lebih  baik  dari  pada  anak-anak  kita.  Secara umum, tak berlebihan jika
dikatakan  anak-anak  mereka  lebih  cerdas.   Lantas, apa  yang harus kita
upayakan  untuk  mengejar  ketertinggalan  ini? Apakah kita boleh diam saja
sehingga menjadi lebih jauh tertinggal lagi?

Tentu  saja  tidak. Kita harus berbuat sesuatu mengantisipasi hambatan yang
menghadang.  Bukankah  tak ada rotan, akarpun jadi? Pepatah ini mengajarkan
kita   untuk  berupaya  mencari  alternatif  lain  yang  bisa  lebih  murah
pengadaannya.  Asalkan  kita  memahami  konsep dan fungsi dasar dari setiap
mainan,  insya-Allah  kita  bisa  rancang  alternatif kreasi yang tak kalah
menariknya,  hanya  dari  bahan-bahan  sederhana yang sering ada di sekitar
kita.  Berikut  adalah  beberapa  contoh  kreasi mainan buatan sendiri yang
berguna untuk balita anda.

Dari sebuah hanger atau gantungan baju (pilih warna yang cerah),  Anda bisa
menjadikannya  sebuah  gantungan.  Dan  carilah tiga buah benda lain dengan
besar  dan  berat  berimbang  untuk bisa digantung dengan tali di gantungan
baju  tadi.  Benda  apa  saja  bisa  dimanfaatkan,  apalagi  yang  memiliki
warna-warni cerah dan menarik. Misalnya sisir, botol lem, tempat pasta obat
nyamuk, hingga boneka-oneka kecil milik anak-anak.

Dari  sisa  kaleng  tempat  makanan atau minuman kaleng yang berwarna-warni
mencolok,  Anda  bisa  memasukkan dua atau tiga butir kelereng ke dalamnya,
kemudian menutup kembali lubang masuk kelereng
dengan  isolasi  kuat-kuat.  Jadilah  mainan 'gemerincing' yang cukup ramai
jika digelindingkan.

Sediakan  berbagai  jenis kain perca berbentuk panjang untuk diikatkan satu
dengan  yang lainnya menjadi jalinan yang tidak terlalu panjang namun mudah
dipegang.  Warna-warni  kain  yang  mencolok membuat anak tertarik memegang
kain-kain ini. Tangan bayi akan mempelajari tekstur dari setiap jenis perca
yang  berbeda.  Ada  yang halus, licin, kasar atau berbulu. Perbedaan jenis
tekstur  kain yang mengenai telapak tangan mereka akan melatih indra peraba
tersebut untuk menjadi semakin peka.

Jika  ada  benda-benda dapur yang tidak berbahaya, bisa anda padukan dengan
sendok  sehingga  menjadi alat musik dengan cara memukul-mukulkan sendok ke
benda  tadi,  semisal  piring, mangkok, gelas melamin atau plastik. Beragam
suara  yang  ditimbulkannya akan menggggembirakan bayi, apalagi jika mereka
diberi  kesempatan  untuk  memukul-mukulkan  sendiri sendok tersebut dengan
tangannya.

Masih ada seribu satu macam ide merancang permainan bayi dengan menggunakan
barang-barang   yang  tersedia  di  sekitar  kita.  Prinsipnya,   alat-alat
pemainan   tersebut   memenuhi  fungsi  untuk  merangsang  ketajaman  indra
penglihatan, pendengaran, hingga perabaan bayi.  Pilih selalu barang-barang
dengan warna mencolok, mudah dipegang, dan aman jika masuk ke mulut bayi.

Mar'ah | Tarbiyah | Usrah | Konsultasi | Back to top

Copyright

� Suara Hidayatullah, 1999

Untuk melihat diskusi milis ini sebelumnya, klik:
http://www.mail-archive.com/balita-anda%40indoglobal.com/

--------------------------------------------------------------------------
"Untuk mereka yang mendambakan anak balitanya tumbuh sehat & cerdas"
Berlangganan, e-mail ke: [EMAIL PROTECTED]
Berhenti berlangganan, e-mail ke:  [EMAIL PROTECTED]
http://pencarian-informasi.or.id/ - Solusi Pencarian Informasi di Internet

Kirim email ke