Pak Wawan,
Terima kasih atas tips bapak dalam menangani rumor tidak tentu benar. Akan
tetapi sebagai orang tua, semua orang sangat cemas sekali. Sekarang
masalahnya anak kita tidak bisa menunggu untuk tidak meminum susu formula
sampai ada pengumuman resmi dari pihak berwewenang. Saya menilai tindakan
yang terbaik adalah adanya pernyataan resmi dari pihak produsen itu sendiri
melalui media massa baik media cetak atau media elektronik. Saya percaya
setiap produsen memiliki laboratory sendiri. Setiap produsen harus memiliki
itikad yang baik jangan hanya menghitung rugi-labanya. Kenapa saya
mengatakan begitu karena jika ternyata benar produknya terkontaminasi dengan
Dioxin maka berapa besar biaya yang harus diganti oleh pihak produsen. Di
samping itu, pihak produsen harus proaktif menanggapi rumor tersebut. Jika
kita harus menunggu pengumuman dari pihak Dirjen POM saya rasa hal itu sudah
terlambat. Kita semua merasa prihatin akan hal itu karena hal ini menyangkut
masa depan generasi penerus bangsa.

Kalau kita cari semua produk susu yang diproduksi dalam negeri semuanya
menggunakan bahan baku impor sekarang masalahnya apakah bahan baku dari
negara-negara yang sering disebut dari daerah yang terkontaminasi dengan
dioxin.

Kesimpulannya adalah pihak produsen harus proaktif dalam mengambil sikap
serta beritikad tinggi. Pernyataan resmi dari pihak produsen adalah alat
yang tercepat dalam meredamkan rumor tersebut.

Mudah-mudahan usulan saya mau didengarin oleh pihak produsen susu
kental/formula

Regards
Charles Sunarso

        ----------
        From:  Wawan Gumilang [SMTP:[EMAIL PROTECTED]]
        Sent:  Thursday, June 17, 1999 10:01 AM
        To:  [EMAIL PROTECTED]
        Subject:  RE: [balita-anda] mengandung Dioxin....????

        Ini kira-kira sedikit tips yang mudah-mudahan bermanfaat dari saya
untuk
        menghadapi berita yang "ngalor ngidul" mengenai "DIOXIN":

        1. Jangan mudah terpengaruh dengan berita yang tidak pasti. (seleksi
        "berita/gosip" yang kita dapat).

        2. Hati-hati dengan "perang" merek dagang (dengan situasi seperti
ini
        produsen bisa saja saling menjatuhkan atau mengambil keuntungan)

        3. Mengambil langkah pencegahan dengan keyakinan kita terhadap
produk susu
        yang mengandung "DIOXIN" untuk konsumsi Anak-anak kita sambil
menunggu
        berita resmi dari Pemerintah atau lembaga yang dapat "dipercaya" dan
pihak
        produsen secara resmi (mudah-mudahan tidak terlalu lama la yau).

        4. Kembali ke ASI
        - Untuk ibu yang bekerja sebaiknya prosentase penggunaan ASI lebih
        diperbanyak seperti memompa ASI yang kemudian diberikan pada jam-jam
minum
        susu.
        - Untuk ibu yang tidak bekerja lebih baik 100% kembali ke ASI

        5. Untuk anak kita yang sudah bisa mengkonsumsi makanan padat,
mungkin bisa
        konsultasi dengan Dokter Ahli (Anak/Gizi) untuk mengganti kwanitas
kebutuhan
        susu dengan makanan padat yang kandungan kalori/protein dan
lain-lain setara
        dengan konsumsi susu sehari-hari.

        6. Kita pasrahkan pada yang MAHA KUASA semoga kita semua masih dalam
        lindungganNYA.

        wg
        --


        > -----Original Message-----
        > From: [EMAIL PROTECTED] [mailto:[EMAIL PROTECTED]]
        > Sent: Thursday, June 17, 1999 7:29 AM
        > To: [EMAIL PROTECTED]
        > Subject: RE: [balita-anda] S26 mengandung Dioxin....????
        >
        >
        > Membaca berita koran kemarin (maaf saya lupa siapa yang
        > mengatakan - tetapi
        > nama perempuan), alat yang diperlukan untuk mengetest apakah
sesuatu
        > mengandung dioxin atau tidak sangat mahal harganya.
        >
        > Sekarang kita harus berpikir panjang saja, kalau sudah ada orang
        > pintar yang
        > berani mengatakan demikian, kita yang mengkomsumsi jangan saja
        > mau menerima
        > dengan begitu saja dari pihak produsen, selama keterangan ini
        > belum disahkan
        > oleh DEPKES RI.  Karena pegangan kita hanya dari departemen tsb.
        >
        >       Salam,
        >
        > Kunjungi:
        > http://www.balita-anda.indoglobal.com
        >
        >
--------------------------------------------------------------------------
        > "Untuk mereka yang mendambakan anak balitanya tumbuh sehat &
cerdas"
        > Berlangganan, e-mail ke: [EMAIL PROTECTED]
        > Berhenti berlangganan, e-mail ke:
[EMAIL PROTECTED]
        > http://pencarian-informasi.or.id/ - Solusi Pencarian Informasi di
Internet
        >
        >
        >
        >
        >
        >


        Kunjungi:
        http://www.balita-anda.indoglobal.com

        
--------------------------------------------------------------------------
        "Untuk mereka yang mendambakan anak balitanya tumbuh sehat & cerdas"
        Berlangganan, e-mail ke: [EMAIL PROTECTED]
        Berhenti berlangganan, e-mail ke:
[EMAIL PROTECTED]
        http://pencarian-informasi.or.id/ - Solusi Pencarian Informasi di
Internet



        

Kunjungi:
http://www.balita-anda.indoglobal.com

--------------------------------------------------------------------------
"Untuk mereka yang mendambakan anak balitanya tumbuh sehat & cerdas"
Berlangganan, e-mail ke: [EMAIL PROTECTED]
Berhenti berlangganan, e-mail ke:  [EMAIL PROTECTED]
http://pencarian-informasi.or.id/ - Solusi Pencarian Informasi di Internet




Kirim email ke