Edisi: 10/II - Januari 1999

----------------------------------------------------------------------------
----






Teknik Mengatur Jenis Kelamin Anak
Jenis kelamin apa yang Anda inginkan untuk anak Anda saat ini? Gampang saja.
Kini, para ahli telah menawarkan beberapa metode yang dapat digunakan untuk
menyeleksi jenis kelamin anak. Antara lain melalui pengaturan diet (konsumsi
makanan) dan pengaturan waktu hubungan seksual (sanggama).

Pada pengaturan diet, seperti ditegaskan oleh para ahli bahwa bila ibu
mengkonsumsi makanan yang banyak mengandung mineral kalium dan natrium, maka
kemungkinan untuk melahirkan bayi laki-laki lebih besar. Jenis makanan yang
mengandung kedua mineral tersebut bisa didapatkan dari garam, buah-buhan,
teh, kopi, dan ikan.

Sedangkan bila ibu yang bersangkutan menginginkan anak perempuan maka
dianjurkan untuk mengkonsumsi makanan yang banyak mengandung mineral kalsium
dan magnesium. Mineral-mineral tersebut bisa diserap dari kacang-kacangan,
susu, serta coklat yang bebas garam.

Untuk keberhasilan program tersebut, dianjurkan agar pengaturan diet
dilakukan 1,5 bulan sebelum saat pembuahan dan dilaporkan angka keberhasilan
program tersebut mencapai 84 persen

Selain program pengaturan diet, upaya mengatur jenis kelamin janin ini juga
dapat dilakukan dengan mengatur waktu yang tepat saat hubungan seksual.
Pengaturan ini didasari teori yang menjelaskan bahwa bila pada proses
pembuahan, sel telur (ovum) dibuahi oleh spermatozoa X, maka akan
menghasilkan anak perempuan. Sedangkan bila sel telur tersebut dibuahi oleh
spermatozoa Y akan menghasilkan anak laki-laki.

Selain itu, pengaturan hubungan seksual juga didasari oleh karakteristik
spermatozoa Y dan X yang berbeda. Spermatozoa Y berenang lebih gesit dan
lebih cepat dibandingkan dengan spermatozoa X. Namun, spermatozoa Y
mempunyai umur yang lebih singkat, yaitu hanya dapat bertahan selama satu
hari atau paling lama hanya sampai dua hari. Sedangkan spermatozoa X dapat
bertahan sampai tiga hari. Oleh karena itu, hubungan seksual yang dilakukan
tepat saat ovulasi (lepasnya sel telur dari indung telur), kemungkinan besar
akan menghasilkan anak laki-laki.

Sedangkan hubungan seksual yang dilakukan 2-3 hari sebelum ovulasi,
kemungkinan besar akan menghasilkan anak perempuan. Keberhasilan dengan
pengaturan hubungan seksual ini, dilaporkan mencapai 80 persen.

Namun yang menjadi pertanyaan dengan pengaturan ini, adalah bagaimana
mengetahui saat ovulasi tersebut ? Dijelaskan bahwa untuk menentukan masa
ovulasi, salah satu caranya adalah dengan mengukur suhu basal tubuh (suhu
badan saat baru bangun pagi dan sebelum melakukan aktivitas) secara rutin.
Saat ovulasi ditandai dengan penurunan suhu secara mendadak, dan setelah 1-2
hari biasa mengalami kenaikan kembali sekitar 0,5 derajat celcius. Saat
ovulasi ini biasanya terjadi sekitar 14 hari sebelum masa menstruasi
berikutnya.

Semua upaya tersebut, tentunya memerlukan ketekunan dari diri Anda dan
pasangan Anda. Karena itu, kalau Anda memang berniat melakukannya maka
persiapkanlah secara matang.


----------------------------------------------------------------------------
----



� KlinikNet









Kunjungi:
http://www.balita-anda.indoglobal.com

--------------------------------------------------------------------------
"Untuk mereka yang mendambakan anak balitanya tumbuh sehat & cerdas"
Berlangganan, e-mail ke: [EMAIL PROTECTED]
Berhenti berlangganan, e-mail ke:  [EMAIL PROTECTED]
http://pencarian-informasi.or.id/ - Solusi Pencarian Informasi di Internet




Kirim email ke