Berkaitan dengan pertanyaan Ibu, maka tanggapan saya sbb:
Mengingat umur anak ibu masih sangat muda/kecil (4 th 7 bl),sebenarnya
pada usia tersebut anak masih sangat membutuhkan permainan bukan belajar
dalam arti yang serius (formal). 
Jadi menurut kami, sebaiknya anak ibu jangan dipaksakan untuk belajar
tambahan (les privat). Jika ibu tetap akan memberikan les privat,kami
khawatir akan terjadi kejenuhan (overloaded) pada anak. Walaupun kami
belum mengetahui secara pasti muatan pelajaran yang diberikan di
sekolahnya (TK) termasuk metodologi penyampaiannya, tetapi melihat reaksi
anak ibu yang mulai malas-malasan belajar sepertinya menandakan adanya
indikasi ke arah kejenuhan.
Kami menyarankan kepada ibu, sebaiknya anak tidak usah diberi les tambahan
lagi. Waktu di luar jam sekolah sebaiknya digunakan untuk bermain saja.

Salam

Nasir


On Mon, 5 Jul 1999, Susy Widodo wrote:

> Salam perkenalan,
> 
> Saya anggota baru, senang sekali saya menemukan milis ini, sehingga
> masalah yang semula ingin saya tanyakan pada sebuah rubrik konsultasi,
> bisa saya lontarkan di sini untuk mendapat masukan dari rekan-rekan
> lainnya. 
> 
> Saya ibu RT yang bekerja dengan 2 anak laki-laki balita, sulung (4 th 7
> bln) dan bungsu (1 th 8 bln). Si Sulung sekarang di TK A, sudah mendapat
> pelajaran matematika dan dikte/membaca. Si Sulung tidak begitu banyak
> menemui masalah di matematika, sebaliknya dengan dikte/membaca. Karena
> saya tahu dia lemah dalam dikte/membaca, terus terang saya agak memaksa
> dia untuk belajar (walaupun saya menyadari hal ini tidak benar, tetapi
> di sisi lain sekolah mengharuskan) antara lain dengan memberikan les /
> pelajaran tambahan (untuk semua pelajaran) dari Senin sampai Jumat
> kira-kira selama 1 jam (saya sendiri kurang sabar dalam hal mengajar,
> maka saya pikir lebih baik dia diajar oleh seseorang di bawah pengawasan
> saya). Rupanya Si Sulung semakin 'ogah' dengan pelajaran ini. 
> Pertanyaan saya :
> 1. Bagaimana mengatasi hal tsb ? Apakah membiarkan anak menentukan
>    sikapnya sendiri (dalam hal ini menolak) ataukah 'memaksa'-nya karena
>    sekolah mengharuskan ? Apakah dan bagaimana hal ini berpengaruh pada
>    si anak untuk di kemudian harinya ?
> 2. Apakah cara yang saya tempuh dengan memberikan les/pelajaran tambahan
>    dapat dibenarkan ?
> 3. Bagaimana mengajarkan anak dikte / membaca dengan baik dan benar ?
> 4. Apakah mempunyai kiat untuk seorang ibu RT yang bekerja (berangkat
>    07.00 - pulang 19.00, biasanya anak tidur 21.00) untuk membantu anak
>    belajar yang efektif karena waktu yang tertinggal hanya sedikit ?
> 5. Dari segi pendidikan bagaimana pandangan rekan-rekan mengenai
>    pelajaran matematika & membaca untuk murid TK, apakah memang sudah
>    diperlukan ? Secara teori saya pernah membaca (mohon dikoreksi kalau
>    salah) bahwa hal ini boleh diajarkan asalkan dengan cara bermain,
>    tapi menurut saya teori ini belum sepenuhnya dipraktekkan di
>    sekolah-sekolah TK kita di sini.
> 
> Menunggu tanggapan rekan-rekan mengenai masalah ini.
> Sebelum dan sesudahnya terima kasih.
> (Maaf lho kalau pertanyaannya banyak sekali).
> 
> Salam,
> Susy
> 
> 
> Kunjungi:
> http://www.balita-anda.indoglobal.com
> "Untuk mereka yang mendambakan anak balitanya tumbuh sehat & cerdas"
> 
> ------------------------------------------------------------------------
> Berlangganan, e-mail ke: [EMAIL PROTECTED]
> Berhenti berlangganan, e-mail ke:  [EMAIL PROTECTED]
> Saran/ kritik/pertanyaan mengenai milis, email ke: [EMAIL PROTECTED]
> http://pencarian-informasi.or.id/ - Solusi Pencarian Informasi di Internet
> 
> 
> 
> 
> 
> 


Kunjungi:
http://www.balita-anda.indoglobal.com
"Untuk mereka yang mendambakan anak balitanya tumbuh sehat & cerdas"

------------------------------------------------------------------------
Berlangganan, e-mail ke: [EMAIL PROTECTED]
Berhenti berlangganan, e-mail ke:  [EMAIL PROTECTED]
Saran/ kritik/pertanyaan mengenai milis, email ke: [EMAIL PROTECTED]
http://pencarian-informasi.or.id/ - Solusi Pencarian Informasi di Internet





Kirim email ke