Rekan-rekan netter yth,
Assalamualaikum war wab,

Saya tinggal di Mataram, Lombok, NTB dan mempunyai anak yang berusia 16 bulan, 
laki-laki. Beberapa bulan yang lalu sewaktu periksa ke dokter anak di Mataram ternyata 
menurut dia anak saya berat badannya kurang. Saat itu si Dokter langsung menyuruh anak 
saya untuk di foto Rontgen. Dari hasil foto Rontgen ternyata ditemukan ada bercak di 
paru-paru anak saya. Dokter anak tersebut langsung memvonis bahwa anak saya terserang 
TBC dan diberinya resep obat kalau tidak salah Pirifot (maaf lupa ejaannya). Hal ini 
terjadi juga pada 2 orang anak teman sekerja saya yang juga kebetulan balita dan 
diperiksa oleh dokter yang sama dengan gejala kekurangan berat badan yang sama juga.

Karena saya kurang yakin maka saya suruh istri saya untuk membawa anak saya ke salah 
satu Dokter Spesialis Paru-Paru yang ada di Mataram. Si Dokter Spesialis Paru-Paru tsb 
menyuruh istri saya menghentikan obat yang diberikan oleh si Dokter Anak karena 
dosisnya kurang sesuai untuk anak-anak/balita. Dokter Sp Paru juga menyuruh agar anak 
saya di tes Mantok sambil diberikan pengobatan. Hasil tes Mantok I 8mm, kedua 8mm dan 
saat ini kami lagi menunggu hasil tes Mantok ketiga serta Rontgen kedua.

Beberapa informasi tambahan:
1. Lombok, NTB adalah daerah endemis penyakit TBC
2. Anak saya kalau tidur biasanya berkeringat di dahi dan pangkal lengannya
3. Anak saya mulai dari lahir sampai sekarang tidak pernah sakit batuk apa pun 
4. Air ketuban sempat tertelan anak saya sewaktu dilahirkan tetapi saat ini Dokter 
Spesialis Anak langsung membersihkannya.

Pertanyaan dari saya:
1. Bagaimana proses atau pengujian apa saja yang diperlukan untuk menentukan bahwa 
seorang balita itu benar-benar terkena TBC?
2. Sebaiknya yang menangani penyakit semacam ini apakah Dokter Anak atau Spesialis 
Paru-Paru?
3. Apakah penyakit TBC cepat sekali menular kepada anggota keluarga yang lain seperti 
kedua orang tuanya yang selalu dekat dengan si anak?
4. Jika memang sangat menular, bagaimana cara pencegahan yang paling efektif?
5. Apakah perlu si anak diungsikan sementara waktu misalnya ke kota lain yang non 
endemis TBC untuk mempercepat penyembuhannya?

Mungkin ada rekan-rekan netter yang bisa membantu saya berhubung ini anak pertama kami 
dan kami belum memiliki pengalaman dalam menangani kasus seperti ini.

Terima kasih sebelumnya,

Wassalam,
Eko Suwarno



Kunjungi:
http://www.balita-anda.indoglobal.com
"Untuk mereka yang mendambakan anak balitanya tumbuh sehat & cerdas"

------------------------------------------------------------------------
Berlangganan, e-mail ke: [EMAIL PROTECTED]
Berhenti berlangganan, e-mail ke:  [EMAIL PROTECTED]
EMERGENCY ONLY! Jika kesulitan unsubscribe, kirim email ke: 
[EMAIL PROTECTED]
http://pencarian-informasi.or.id/ - Solusi Pencarian Informasi di Internet






Kirim email ke