Waktu bayi saya baru berusia 10 hari, saya membawanya ke rumah mertua (juga 
masih dalam kota). Sebelumnya saya bertanya dulu pada DSA, dan saya jelaskan 
bahwa mertua saya bekas terserang stroke, jadi tidak mungkin beliau yang 
berkunjung ke rumah saya, tapi beliau sangat ingin melihat cucunya.

Menurut DSA saya, ada 2 hal penting yang perlu diperhatikan ;
1. Pada saat bepergian, si bayi dalam keadaan sehat (tidak sedang pilek, 
suhu tidak sedang hangat, bahkan tidak sedang rewel.. karena rewel kadang 
bisa jadi indikasi bahwa kondisi badan dia sedang tidak prima).

2. Di tempat di mana kita akan berkunjung, tidak ada yang sedang atau baru 
saja terserang penyakit menular (flu, cacar air, batuk, dll).

Kalau 2 hal itu dipenuhi, boleh mulai mempertimbangkan untuk membawa bayi 
pergi ke tempat itu. Kenapa dibilang mempertimbangkan, karena tentunya masih 
ada beberapa faktor lain yang juga harus dijadikan bahan pertimbangan :
3. Ada baiknya bayi dibawa bepergian kalau tali pusatnya sudah lepas / 
puput, karena kalau masih ada, biasanya dia agak rewel.

4. Tempat yang kita akan datangi (terutama jika bayi berusia di bawah 
sebulan) bukan tempat umum, dan kebersihannya terjaga.

5. Tempat yang kita akan datangi memiliki tempat untuk bayi kita (tempat 
tidur/dipan/sehelai kasur) berbaring.. karena kalau kita akan berkunjung 
cukup lama, si bayi akan merasa kurang nyaman kalau harus berada dalam 
gendongan terus. Dan tentunya yang menggendong juga akan pegal, ya!

6. Kalau bayi menyusui, maka tempat yang akan kita datangi memiliki tempat 
di mana si ibu bisa dengan leluasa menyusui bayinya.

7. Kalau bisa, jangan bepergian di malam hari, karena kadang di dalam mobil 
ada nyamuk yang karena gelap jadi tidak kelihatan.

Kalau akhirnya diputuskan untuk membawa bayi pergi, jangan lupa untuk 
menyelimutinya dengan baik, dan terutama memberi tutup kepala (saya tidak 
bilang topi, karena bayi saya justru ngamuk kalau dikasih topi, jadi waktu 
itu saya taruh saputangan handuk di atas kepalanya, yang penting katanya 
kuping juga tertutup dari kemungkinan masuknya angin). Tapi hati-hati juga, 
jangan sampai menyelimutinya terlalu rapat sehingga bayi justru berkeringat, 
dia malah bisa masuk angin kalau basah kuyup terus kena angin.

Mudah-mudahan pengalaman yang saya bagi ini ada manfaatnya.

Salam,
Hanni S. Armansyah


______________________________________________________
Get Your Private, Free Email at http://www.hotmail.com

Kunjungi:
http://www.balita-anda.indoglobal.com
"Untuk mereka yang mendambakan anak balitanya tumbuh sehat & cerdas"

------------------------------------------------------------------------
Berlangganan, e-mail ke: [EMAIL PROTECTED]
Berhenti berlangganan, e-mail ke:  [EMAIL PROTECTED]
EMERGENCY ONLY! Jika kesulitan unsubscribe, kirim email ke: 
[EMAIL PROTECTED]
http://pencarian-informasi.or.id/ - Solusi Pencarian Informasi di Internet






Kirim email ke