Ibu Devy,
Saya ingin berbagi pengalaman tentang konstipasi, anak saya dua orang,
kedua-duanya mengalami hal yang sama dari umur 8 bulan sampai 3.5 tahun,
alhamdulillah ke dua anak saya sekarang sudah sembuh, umur anak saya
sekarang yang sulung hampir 6 tahun dan yang bungsu 4 tahun 3 bulan.
Untuk mengetahui apakah si anak punya kelainan Hirscprung memang dilakukan
pemeriksaan radiologi dengan enema Barium, pasien diberi cairan Barium
lewat anusnya kemudian dengan alat tertentu diamati usus besarnya. Jika
ada kelainan Hirschprung akan kelihatan ada bagian ususnya yang mengecil.
Penyakit Hirschprung terjadi akibat hilangnya sebagian syaraf pengendali
gerakan usus besar sehingga tinja tidak dapat melewatinya. Kalau benar
penyakit Hirschprung, jalan keluar satu-satunya adalah operasi.
Ibu Devy tidak perlu khawatir tentang pemeriksaan ini, mudah-mudahan anak
ibu tidak menderita penyakit Hirschprung. Untuk kedua anak saya, dokter juga
melakukan pemeriksaan radiologi, waktu itu yang sulung umur 3 tahun dan yang
bungsu umur 1.5 tahun, memang bagi anak kecil agak menakutkan (mereka menangis
terus selama di"rontgen"), oh ya sebelum dilakukan pemeriksaan, si anak
disuruh
puasa dan dicuci perut dengan dulcolax. Waktu itu saya juga sangat khawatir
kalau-kalau anak saya berpenyakit Hirschprung, tapi syukur alhamdulillah
setelah diperiksa, ke dua anak saya ususnya normal, perasaan kami lega banget,
kekhawatiran yang berlebih-lebihan jadi hilang. Dokternya meneruskan terapi
duphalac dan pankreon, menu makannya harus mengandung serat yang banyak,
juga untuk gulanya disarankan pakai glukolin.
Untuk anak saya yang sulung, konstipasinya tidak sampai mengganggu
perkembangan fisik dan mentalnya sehingga saya tidak begitu khawatir,
setelah masuk TK (umur 3.5 tahun), alhamdulillah penyakitnya sembuh sendiri
mungkin karena sudah mulai banyak makan dan beraktivitas.
Untuk yang bungsu, karena konstipasinya juga mengganggu perkembangannya,
fisiknya kurus, bicaranya telat juga temperamennya pemarah banget,
sampai saya membawanya ke psikolog anak di Bandung (Mei'97), lalu
disarankan ke dokter ahli "senso motorik" anak di Bandung juga, menurut
dokter tersebut konstipasinya bisa disebabkan karena sistem saraf-sarafnya
(senso motorik ?) kurang rangsangan dan juga ada "trauma" karena pernah susah
b.a.b sehingga b.a.bnya ditahan-tahan. Terapi yang disarankan adalah tubuhnya
harus sering dibelai-belai, dipijat ringan dan disentuh, diajak berkomunikasi,
juga dilatih b.a.b dengan santai sambil melihat gambar-gambar, atau sambil
bercerita, kami juga disarankan untuk tidak panik menghadapinya (karena
tempat
tinggal kami jauh (di Aceh), konsultasi ke dokter tersebut hanya sekali saja).
Untuk yang bungsu selain menjalankan terapi dokter, juga kami beri makanan
"supplementary" yaitu phyto juice (ada 2 macam dari sayuran dan buah-buahan)
masing-masing 1 x sehari, sejak itu i anak mulai bisa b.a.b tanpa
dibantu "dulcolax" walaupun masih belum teratur, juga tinjanya tidak keras
lagi. Kemudian juga kami coba treatment refleksi di Bandung (September'98),
menurut ibu ahli refleksi tersebut kontraksi usus anak saya agak kurang,
sehingga b.a.b nya susah, alhamdulillah setelah direfleksi b.a.b nya
mulai lancar dan teratur (1 x sehari), terus Juli'99 yang lalu kami bawa
lagi ke ibu refleksi tsb, dan sampai sekarang alhamdulillah bisa dikatakan
sudah sembuh (tidak minum obat lagi), sekarang sudah masuk TK dan jika
makannya banyak bisa b.a.b sampai dua kali sehari.
Mohon maaf kalau kepanjangan, mudah-mudahan pengalaman saya ini bermanfaat
buat ibu & netter yang lain.
Salam - INA -
Kunjungi:
http://www.balita-anda.indoglobal.com
"Untuk mereka yang mendambakan anak balitanya tumbuh sehat & cerdas"
------------------------------------------------------------------------
Etika berinternet, kirim email ke: [EMAIL PROTECTED]
Berhenti berlangganan, e-mail ke: [EMAIL PROTECTED]
EMERGENCY ONLY! Jika kesulitan unsubscribe, kirim email ke:
[EMAIL PROTECTED]
http://pencarian-informasi.or.id/ - Solusi Pencarian Informasi di Internet
Panduan Menulis Email yang Efektif http://hhh.indoglobal.com/email/