Semoga berguna untuk para orangtua .. Salam balita Savitri > Intisari Online (Juli 1999) > > KEKURANGAN VITAMIN B12 HAMBAT PERTUMBUHAN > > Makan vitamin dan zat gizi lain ada aturan bakunya. Tidak boleh kurang, > juga > jangan berlebihan. Kalau ini dilanggar, apalagi sampai berlangsung lama, > dapat mengganggu kesehatan. Kekurangan vitamin B12, misalnya, mengganggu > pertumbuhan pada anak dan sistem saraf sehingga muncul gejala kebodohan, > gampang marah, atau tersinggung. > > Ada sejumlah faktor penyebab defisiensi vitamin B12. Misalnya karena > asupan > vitamin lewat makanan kurang. Jumlah yang ditelan sedikit, atau kurang > memenuhi standar yang ditetapkan. Ini bisa terjadi pada mereka yang > "alergi" > makanan hewani, yang notabene merupakan sumber kobalamin (nama lain > vitamin > B12). > > Pola makan vegetarian (hanya makan dari sumber nabati) juga dapat menjadi > faktor penyebab kekurangan vitamin ini. Sebab, vitamin B12 ditemukan dalam > produk hewan, dan jarang terdapat pada makanan nabati, kecuali kalau bahan > itu berasal dari rumput laut atau yang terkontaminasi oleh feses. Beberapa > rumput laut mengandung kobalamin kecuali spirulina karena hampir seluruh > vitamin B12 pada spirulina merupakan analog. > > Makanya, mereka yang menganut pola makan vegetarian (pantang susu, telur, > daging) menjadi berisiko kekurangan vitamin ini. Hampir sepertiga > vegetarian > yang berusia di atas 60 tahun tidak mampu lagi menyerap B12 ketika mereka > makan daging dan produk susu. Hal ini karena perut mereka tidak cukup > menghasilkan asam lambung, bahan pemecah bahan makanan supaya B12 dapat > disimpan dalam tubuh (hati dan ginjal) hingga diperlukan lagi. Tanpa asam > lambung, orang yang menyantap menu dengan B12 dalam jumlah cukup pun bisa > mengalami defisiensi. > > Sumber utama kobalamin antara lain daging beserta produk olahannya, > ginjal, > hati, kerang, ketam, kepiting, ikan (salmon, tuna), berbagai makanan laut > (seafood) lain, unggas, dan telur. Juga susu dan produk olahannya. > > Sumber lainnya adalah miso (produk fermentasi kedelai, semacam tauco) dan > tempe (terutama yang dibuat secara tradisional). Pada tempe buatan pabrik > tidak ditemukan kobalamin. Bagi kaum vegetarian yang akan meningkatkan > jumlah vitamin B12, dapat makan sereal ataupun susu kedelai yang diperkaya > dengan vitamin dan mineral. > > Akibat kelebihan vitamin C > > Kobalamin merupakan senyawa larut dalam air dari keluarga vitamin B. Tidak > seperti vitamin B lainnya yang tidak dapat disimpan dan harus digantikan > setiap hari, B12 dapat disimpan cukup lama dalam hati dan ginjal. > > Kekurangan vitamin B12 tidak saja terjadi karena asupannya yang kurang. > Asupan vitamin lain berlebihan pun dapat mengakibatkan defisiensi B12. > Misalnya, karena berlebihan mengkonsumsi vitamin C. > > Kebiasaan makan vitamin C dosis tinggi bisa mengubah sejumlah kobalamin > menjadi analognya. Celakanya, di antara analog vitamin B12 itu ada yang > berdaya kerja antivitamin B12. Kalau hal ini berlarut-larut, akan terjadi > defisiensi kobalamin. > > Herbert dkk. dalam penelitian dampak kebiasaan makan vitamin C dosis > tinggi, > melaporkan bahwa mengkonsumsi vitamin C sebanyak 500 mg sudah menunjukkan > pengaruh negatif terhadap vitamin B12. Sementara itu Hines menyebutkan, > penggunaan vitamin C dosis tinggi (1 g sekali makan), mudah sekali memicu > terjadinya kasus defisiensi. > > Konsumsi zat besi dan zat gizi lain yang bersifat antioksidan (vitamin A, > vitamin E, selenium) dilaporkan juga dapat mengubah vitamin B12 menjadi > analognya. Sehingga secara teoritis bisa pula memicu timbulnya defisiensi > vitamin B12. > > Mudah marah dan tersinggung > > Banyak sekali fungsi kobalamin dalam tubuh. Vitamin ini dikenal sebagai > penjaga nafsu makan dan mencegah terjadinya anemia (kurang darah) dengan > membentuk sel darah merah. Karena peranannya dalam pembentukan sel, > defisiensi kobalamin bisa mengganggu pembentukan sel darah merah, sehingga > menimbulkan berkurangnya jumlah sel darah merah. Akibatnya, terjadi > anemia. > Gejalanya meliputi kelelahan, kehilangan nafsu makan, diare, dan murung. > > Defisiensi berat B12 potensial menyebabkan bentuk anemia fatal yang > disebut > Pernicious anemia. Soalnya, vitamin B12 bisa disimpan dalam tubuh (hati > dan > ginjal), dan hanya dibutuhkan dalam jumlah sedikit, timbulnya gejala > defisiensi berat itu perlu waktu lima tahun atau lebih. Ketika gejalanya > muncul ke permukaan, biasanya pada usia pertengahan, defisiensi itu lebih > karena penyakit pencernaan atau gangguan penyerapan daripada karena menu > yang miskin B12, kecuali bagi yang vegetarian berat. > > Vitamin B12 juga merupakan koenzim penting yang dibutuhkan untuk sintesa > DNA > yang mengontrol pembentukan sel-sel baru. Pun B12 vital dalam mencegah > kerusakan sistem saraf dengan membantu pembentukan mielin pada urat saraf. > > Karena berperan dalam melindungi fungsi saraf, defisiensi kobalamin bisa > menimbulkan pembentukan sel saraf terganggu, dan mengakibatkan kerusakan > sistem saraf. Gejalanya, kehilangan daya ingat dan orientasi, gampang > bingung, delusi (berkhayal), kelelahan, kehilangan keseimbangan, refleks > menurun, mati rasa, geli di tangan dan kaki, serta pendengaran terganggu. > > Kekurangan vitamin ini juga sering ditandai dengan timbulnya gejala > kebodohan karena sistem saraf terganggu, dan demielinasi (kerusakan asam > lemak mielin pada akson saraf) yang menyebar dan progresif. Pengaruh > defisiensi B12 pada anak adalah terganggunya pertumbuhan. Suatu penelitian > membuktikan bahwa anak-anak yang vegetarian mengalami gangguan pertumbuhan > (kerdil) karena asupan B12 tidak memadai. Selain meningkatkan pertumbuhan > dan perkembangan anak secara normal, vitamin B12 > juga memelihara kesuburan. > > Di samping mengganggu pertumbuhan dan sistem saraf, kekurangan vitamin B12 > juga menjadikan mereka gampang marah dan tersinggung. Sementara itu > penyebab > kerusakan sistem saraf kemungkinan karena defisiensi gugus metil lantaran > tidak mampu mensintesis metionin (salah satu asam amino) dan S-adenosil > metionin. > > Lewat oral atau injeksi > > Sesungguhnya tidak sulit untuk memenuhi kebutuhan akan vitamin B12 dalam > jumlah memadai dari sumber makanan, karena tubuh hanya membutuhkannya > dalam > jumlah sedikit sekali. Karena itu sesungguhnya tak perlu suplemen, kecuali > kalau dokter menganjurkan. > > Dokter sering memberikan resep bagi mereka yang mempunyai masalah dengan > penyerapan vitamin B12. Upaya untuk mengatasi kekurangan kobalamin dapat > dilakukan dengan memberikan 1 mikrogram kobalamin (bentuk tablet atau > cairan) per hari secara oral. Hal ini dilakukan kalau mengalami defisiensi > akibat asupan B12 dari makanan kurang. > > Sedangkan kalau terjadinya defisiensi gara-gara penyerapan tidak memadai, > terapinya bisa lewat injeksi dengan 1 mikrogram per hari. Dosis tunggal > injeksi 100 mikrogram atau lebih dapat menyembuhkan setiap defisiensi > vitamin B12, dengan catatan tidak ada komplikasi dengan penyakit > nonsistemik > atau faktor lain. Penyembuhan dengan cara ini bisa bertahan selama hidup > dengan menyuntikkan 100 mikrogram vitamin B12 tiap bulan. Pemberian > kobalamin dosis tinggi pun dianggap aman, karena kelebihannya akan > dikeluarkan dari tubuh lewat urine. > > Bagi ibu hamil atau menyusui, ada patokan tertentu yang mesti diikuti. > Kebutuhan fisiologis normal untuk orang dewasa sebanyak 2 mikrogram > vitamin > B12 per hari. Nah, sebagai pengganti vitamin yang diambil oleh janin atau > bayi, wanita hamil dan menyusui membutuhkan asupan lebih tinggi. Selama > akhir masa pertengahan hamil, janin mengambil kira-kira 0,2 mikrogram per > hari dari cadangan ibunya. > > FAO maupun WHO menyarankan penambahan asupan vitamin B12 bagi wanita hamil > 0,3 mikrogram per hari (sehingga kebutuhannya menjadi 2,3 mikrogram/hari). > Untuk wanita menyusui, asupan menjadi 2,5 mikrogram per hari, 0,3 > mikrogram > di antaranya akan pindah ke air susu ibu (ASI). (Ihda R Khamid/Rye) > > > > Kunjungi: http://www.balita-anda.indoglobal.com "Untuk mereka yang mendambakan anak balitanya tumbuh sehat & cerdas" ------------------------------------------------------------------------ Etika berinternet, kirim email ke: [EMAIL PROTECTED] Berhenti berlangganan, e-mail ke: [EMAIL PROTECTED] EMERGENCY ONLY! Jika kesulitan unsubscribe, kirim email ke: [EMAIL PROTECTED] http://pencarian-informasi.or.id/ - Solusi Pencarian Informasi di Internet Panduan Menulis Email yang Efektif http://hhh.indoglobal.com/email/
