Saya sebagai bapak-2 sependapat dengan tanggapan sejenis.
Saya hanya menguatkan.
Sampai sekarang, tidak ada susu pengganti ASI yang mampu menyaingi kwalitas
ASI...
Baik susu yang termahal sekalipun. Dengan ASI, sudah banyak bukti dan
penelitian bahwa setiap bayi akan terhindar dari berbagai macam penyakit;
dengan catatan si ibu harus mengikuti pola hidup yang sehat secara umum.
Masalah teknis yang diberikan Ibu Risani, itu jangan dijadikan suatu beban,
tetapi suatu kebahagian / pengorbanan untuk membesarkan akan anak kita.
Kalau sudah lepas ASI, kitapun akan disibukkan dengan cara yang berbeda lagi
untuk membesarkan anak-2 kita.
Jadi, seorang ibu diharapkan mau mempertimbangkan keadaan ini dengan
baik-2.
Bila ASI nya kurang banyak, bisa mencoba minum air "daun tapak kuda" yang
dibuat
jadi sayur. Teknisnya mungkin ibu-2 banyak yang ahli. Banyak sudah anak-2
yang ibunya
melakukan ini menjadi kuat badannya, padat dagingnya kalau dipegang, tidak
gampang sakit.. Tidak lemas badannya.
Sekian dulu, semoga sukses.
Oberlins
-----Original Message-----
From: Risani [SMTP:[EMAIL PROTECTED]]
Sent: Friday, September 03, 1999 9:46 AM
To: [EMAIL PROTECTED]
Subject: [balita-anda] Pengganti ASI
Yth Bp.Sunarto Suwito,
Mohon ma'af kalau saya boleh menyarankan, sebaiknya bayi Bapak terus
di
beri ASI saja. Bukankah sudah banyak penelitian yang membuktikan
bahwa
ASI adalah makanan terbaik buat bayi. Sayang sekali kalau istri
Bapak
ASI-nya memang banyak tetapi harus menghentikan pemberiannya hanya
karena harus kembali masuk kerja.
Kalau memang istri Bapak tidak keberatan, di kantor istri Bapak bisa
memompa ASI-nya dan disimpan didalam kulkas. Pulang kerja
botol-botol
susu yang sudah penuh dengan ASI dibawa pulang didalam termos es.
Kalau
rumah Bapak agak jauh, bisa dimasukkan juga batu es di dalam termos
tersebut. Saya pernah baca dari majalah Ayahbunda, ASI yang disimpan
dalam kulkas bisa bertahan 2 hari. Sedangkan jika didalam freezer
bisa
bertahan 2 bulan. Pada saat istri Bapak di kantor, bayi bapak bisa
di
beri ASI dengan cara botol yang sudah berisi ASI tersebut direndam
dahulu di dalam wadah (mangkuk) yang berisi air panas. Jangan
sekali-kali direbus karena bisa merusak kandungannya.
Berdasarkan pengalaman saya sendiri, pada saat saya masuk kerja
kembali
setelah cuti melahirkan, dalam satu hari bisa 3 kali memompa :
menjelang
siang, jam istirahat, dan menjelang sore. Dan itu mencukupi untuk
kebutuhan bayi saya besok harinya selama saya masih di kantor.
Memang
kedengarannya sangat repot ya! Tetapi saya berusaha untuk bersabar
menjalaninya, karena saya ingin memberikan yang terbaik buat anak
saya.
Alahmdulillah anak saya Agustus kemarin genap 1 tahun. Dia sehat dan
sekarang sedang senang-senangnya berlarian ke sana ke mari. Sampai
hari
ini saya masih memompa ASI di kantor, tetapi karena produksi ASI
saya
sudah berkurang, dalam satu hari sekarang hanya 1 kali saja.
Mudah-mudahan pengalaman saya ini ada manfaatnya buat Bapak dan
rekan-rekan lainnya yang mempunyai masalah yang sama.
Wassalam,
Ii Risani
Kunjungi:
http://www.balita-anda.indoglobal.com
"Untuk mereka yang mendambakan anak balitanya tumbuh sehat & cerdas"
------------------------------------------------------------------------
Etika berinternet, kirim email ke: [EMAIL PROTECTED]
Berhenti berlangganan, e-mail ke:
[EMAIL PROTECTED]
EMERGENCY ONLY! Jika kesulitan unsubscribe, kirim email ke:
[EMAIL PROTECTED]
http://pencarian-informasi.or.id/ - Solusi Pencarian Informasi di
Internet
Panduan Menulis Email yang Efektif http://hhh.indoglobal.com/email/
Kunjungi:
http://www.balita-anda.indoglobal.com
"Untuk mereka yang mendambakan anak balitanya tumbuh sehat & cerdas"
------------------------------------------------------------------------
Etika berinternet, kirim email ke: [EMAIL PROTECTED]
Berhenti berlangganan, e-mail ke: [EMAIL PROTECTED]
EMERGENCY ONLY! Jika kesulitan unsubscribe, kirim email ke:
[EMAIL PROTECTED]
http://pencarian-informasi.or.id/ - Solusi Pencarian Informasi di Internet
Panduan Menulis Email yang Efektif http://hhh.indoglobal.com/email/