Dear netters,
Saya mau bertanya kapan sebaiknya anak dikonsultasikan dengan psikolog anak
??
Adakah tanda-tanda yang tampak bila anak batita mulai stress dan memerlukan
konsultasi pada yang ahli ?
Mungkin sebagian netters, ada yang sudah tau ceritanya, tapi akan saya
ulang secara singkat,
saya ibu bekerja dari batita berusia 2.5 tahun, Aisyah. Aisyah sudah
sekolah play group dan sudah sangat mandiri (makan sendiri, tidak ngompol,
bisa mengerti bila diberi penjelasan logis), tetapi sekitar 2 minggu ini
perangainya berubah, dia cepat marah/ngambek, mulai ngompol lagi, saya
tidak dibolehkan bekerja (biasanya walau kadang agak cemberut selalu
merelakan saya pergi kerja dengan cium tangan dan dadah), manja dan kalau
malam suka ngigau marah-marah/ menangis / memanggil saya (ibu).
Analisa saya adalah Aisyah marah sama saya, karena sejak 2 bulan ini saya
kursus malam hari, sehingga kalau malam tidak bertemu, bertemunya hanya
pagi hari. Sementara ayahnya yang tadinya ada di rumah (semenjak phk),
sebulan ini mulai bekerja lagi.
Padahal Sabtu Minggu sangat full waktu saya buat Aisyah. Dan berulang kali
kita memberikan penjelasan pelan-pelan/ hati-hati, tetap saja dia masih
manja dan mudah ngambek.
Saya sangat mengerti Aisyah berada dalam suatu keadaan yang diluar
kontrolnya, sehingga mempengaruhi perilakunya. Saya dan suami tetap
memperlakukan Aisyah secara hati-hati dengan tidak memanjakan (susah
juga....), karena salah-salah dia bisa sangat menjadi egois dan manja
(Aisyah berkarakter keras, sehingga berpotensial mengatur / menjadi bos
kecil).
Kursus saya memang tinggal 2 minggu lagi, tapi buat seseorang yang sedang
stress, 2 minggu bukanlah waktu yang sebentar, saya takut Aisyah membentuk
ruangan kosong/sepi/diabaikan dalam hatinya sekarang ini, sehingga
mempengaruhi perkembangan mentalnya (seperti tulisan Bp. Jusni di milis
psikologi - mengenai Baby Self).
Saya berpendapat ada baiknya Aisyah (dan ortunya) dikonsultasikan ke
psikolog anak, sedangkan suami saya berpendapat tidak perlu sekarang. Saya
memang menganggap konsultasi ke psikolog hal yang biasa seperti kita curhat
tapi dengan orang yang profesional, sedangkan suami (seperti anggapan
banyak orang lain) menganggap psikolog hanya untuk orang-orang yang sangat
bermasalah.
Saya sangat mengharapkan pendapat netters, mungkin ada psikolog anak.......
Bagaimana sebaiknya saya bersikap ? (menuruti kemanjaannya atau tidak)
Perlukah konsultasi dengan psikolog anak ?
Dimanakah psikolog anak yang ok di Jakarta?
Terima kasih,
Yudi
----------------------------------------------------------------
The information transmitted is intended only for the person or entity to
which it is addressed and may contain confidential and/or privileged
material. Any review, retransmission, dissemination or other use of, or
taking of any action in reliance upon, this information by persons or
entities other than the intended recipient is prohibited. If you received
this in error, please contact the sender and delete the material from any
computer.
Kunjungi:
http://www.balita-anda.indoglobal.com
"Untuk mereka yang mendambakan anak balitanya tumbuh sehat & cerdas"
------------------------------------------------------------------------
Etika berinternet, kirim email ke: [EMAIL PROTECTED]
Berhenti berlangganan, e-mail ke: [EMAIL PROTECTED]
EMERGENCY ONLY! Jika kesulitan unsubscribe, kirim email ke:
[EMAIL PROTECTED]
http://pencarian-informasi.or.id/ - Solusi Pencarian Informasi di Internet
Panduan Menulis Email yang Efektif http://hhh.indoglobal.com/email/