Pak Hendro,
Sebagai tambahan keterangan Pak Teddy, Mungkin Bapak juga bisa membaca
cuplikan ttg bagaimana meningkatkan kemampuan bahasa balita di buku
"Meningkatkan Kecerdasan Anak" karangan Joan Beck.
Menurut Beck, seorang anak yg di-expose pd banyak bahasa memang akan lamban
dalam kemampuan bicara dlm bahasa Ibu-nya, dan kemudian akan lebih
cenderung menggunakan dan menyimpan ke memory bahasa Ibu-nya tsb. Tapi,
bukan berarti bhw dia akan lupa sama sekali akan bahasa asing yg pernah dia
pelajari. Kelak dewasa, sang anak akan bisa lebih mudah mempelajari
(kembali) bahasa asing yg sebelumnya dia pernah pelajari.
Saya perhatikan, banyak teman saya yg pd waktu kecil mempelajari bahasa
kedua di luar negeri. Ketika pulang, mereka akan 'kelimpungan' mempelajari
bahasa Indonesia; lalu setelah mahir Indonesia, mereka akan cepat lupa dg
bahasa asingnya. Setelah remaja, dengan mudah mereka kembali mempelajari
bahasa asing tsb. serta lisannya menjadi lebih fasih.
Jadi, kalo pak Hendro niat mengajarkan bhs asing kpd anak Bapak, ya go
ahead. Lebih banyak manfaatnya utk sang anak, walaupun efek sampingnya anak
akan lamban dalam kemampuan komunikasi dlm bhs ibu.
Zullia Saida
OFfice of Transition Initiative (OTI)
United States Agency for International Development (USAID)
American Embassy
Jl. Merdeka Selatan 3-5,Jakarta 10110
Phone : (62-21) 344 2211 ext. 2356
Fax : (62-21) 3483 0916
e-mail: [EMAIL PROTECTED]
-------------
Original Text
From: "Teddy Abrian M.Y." <[EMAIL PROTECTED]>, on 11/3/99 1:12 PM:
To: internet[<[EMAIL PROTECTED]>]
Pak Hendro,
Barangkali anda bisa merujuk ke penelitiannya Dr. Glenn Doman (dalam buku
"How to teach your baby to read", Avery Publishing Group, ISBN: 0895295970,
1994). Menurut beliau itu hasilnya malah sebaliknya. Anak-anak kecil yang
di-expose berbagai bahasa malah punya kemampuan multilingual menakjubkan.
Terutama bahasa-bahasa yang masih serumpun ya, misalnya rumpun bahasa Aria
(Inggris, German, Perancis, dll.). "Di-expose" dalam arti tidak harus
diajar
formal. Melainkan cukup berada dalam lingkungan yang aktif menggunakan
beberapa bahasa itu. Karena semua anak punya kemampuan menyerap pengetahuan
yang luar biasa. Mudah-mudahan informasi ini berguna.
Note : penelitian itu tidak menyimpulkan bagaimana jika diexpose terhadap
bahasa-bahasa dari rumpun yang jauh ya (misalnya Indonesia dan Inggris,
atau
Mandarin dan Itali).
best regards,
T e d d y A b r i a n
"Knowledge is power. So, don't forget to recharge." [HBS Press]
> ----------
> From: Hendro Wicaksono[SMTP:[EMAIL PROTECTED]]
> Subject: [balita-anda] mengajar anak banyak bahasa
>
> Saya mau tanya, apa benar anak kecil bila langsung diajar banyak bahasa
> (misalnya: Prancis, Inggris & Indonesia), maka kemampuannya untuk mulai
> berbicara menjadi agak lambat?
>
>
>
>
>
>
>
Kunjungi:
http://www.balita-anda.indoglobal.com
"Untuk mereka yang mendambakan anak balitanya tumbuh sehat & cerdas"
------------------------------------------------------------------------
Etika berinternet, kirim email ke: [EMAIL PROTECTED]
Berhenti berlangganan, e-mail ke: [EMAIL PROTECTED]
EMERGENCY ONLY! Jika kesulitan unsubscribe, email:
[EMAIL PROTECTED]
Panduan Menulis Email yang Efektif http://hhh.indoglobal.com/email/
http://pencarian-informasi.or.id/ - Solusi Pencarian Informasi di Internet
Kunjungi:
http://www.balita-anda.indoglobal.com
"Untuk mereka yang mendambakan anak balitanya tumbuh sehat & cerdas"
------------------------------------------------------------------------
Etika berinternet, kirim email ke: [EMAIL PROTECTED]
Berhenti berlangganan, e-mail ke: [EMAIL PROTECTED]
EMERGENCY ONLY! Jika kesulitan unsubscribe, email: [EMAIL PROTECTED]
Panduan Menulis Email yang Efektif http://hhh.indoglobal.com/email/
http://pencarian-informasi.or.id/ - Solusi Pencarian Informasi di Internet