Kalau menurut saya sih bila anak mengisap jarinya, kita tidak perlu mengakali jarinya
dengan memberikan segala macam penghalang. Asal kita perlu sering memeriksa kuku dan
jari-jarinya agar tetap dalam kondisi yang bersih sehingga kemungkinan terinfeksi kuman
lebih kecil.
Setuju juga dengan pendapat bahwa anak perlu diarahkan untuk dapat mengekspresikan
diri. Peran kita mungkin bila melihat anak kita mulai mengisap jari, kita raih
tangannya dan perlahan coba melepaskan. Anak akan terus mencoba mengisap jari, tapi
kita juga terus mencoba melepaskan tapi tidak memaksa. Hal ini yang sering kakak saya
lakukan pada anaknya, dan berhasil. Anaknya jadi bosan mengisap jari karena sering
dilepas oleh orangtuanya.
Kalau anak saya, dulu waktu 3 bulan sampai setahun dia ngempeng, tapi kemudian bisa
lepas. Sekarang anak saya berusia 2 tahun, dan kadang terlihat oleh saya dia
sekali-kali mengisap jari, tapi saya mengikuti petunjuk kakak saya, setiap saya lihat
anak saya memasukkan jari ke mulutnya, saya selalu meraih tangannya dan mengalihkan
perhatiannya dengan mengajaknya menggambar. Alhamdulillah berhasil. Semoga pengalaman
saya ini bisa membantu.

Ibnu Qosim wrote:

> assalamu'alaikum
>
> dear netters
> saya punya anak laki-laki usia 2 tahun, sejak 1.5 tahun punya kebiasaan
> 'kenyot' jari telunjuk dan tengah tangan kanan, khususnya waktu mau tidur
> dan saat dia kecewa atau gelisah.
> saya lupa asal mulanya, tapi pada saat tidak kenyot aktivitas tangan kanan
> tidak masalah.
> saya coba mengganti dengan kempeng, khususnya pada saat mau tidur, kadang
> berhasil kadang tidak.
> juga saat mau tidur saya/isteri selalu mendongengkan dia (kadang kalau saya
> pulang malem dia sudah tidur duluan), kalau saya dongengkan dia tidak kenyot.
> jarak dia dengan adiknya (perempuan) 13 bulan.
> usaha lain saya 'ikat' jarinya dengan plester dan pernah juga saya beri
> 'butrowali', sesaat sambil teriak-teriak dia bisa, tetapi seperti orang
> ketagihan rokok dia akan gelisah kalau tidak 'kenyot'.
> kalau saya beri mainan baru dia agak lupa dengan 'kenyot', tapi kalau sudah
> bosan kembali lagi.
> seingat saya tidak ada perlakuan 'istimewa' yang pernah saya lakukan
> terhadap dia (maupun kakaknya 5 tahun dan adiknya).
> ada yang bisa bantu, dan terimakasih.
>
> wassalam.
> _____________________________
> Care about children ?....visit my page at
> http://fedus.8m.com
> High Thinking Plain Living
> Ibnu Qosim
>
> Kunjungi:
> http://www.balita-anda.indoglobal.com
> "Untuk mereka yang mendambakan anak balitanya tumbuh sehat & cerdas"
>
> ------------------------------------------------------------------------
> Etika berinternet, kirim email ke: [EMAIL PROTECTED]
> Berhenti berlangganan, e-mail ke:  [EMAIL PROTECTED]
> EMERGENCY ONLY! Jika kesulitan unsubscribe, email: [EMAIL PROTECTED]
> Panduan Menulis Email yang Efektif http://hhh.indoglobal.com/email/
> http://pencarian-informasi.or.id/ - Solusi Pencarian Informasi di Internet


Kunjungi:
http://www.balita-anda.indoglobal.com
"Untuk mereka yang mendambakan anak balitanya tumbuh sehat & cerdas"

------------------------------------------------------------------------
Etika berinternet, kirim email ke: [EMAIL PROTECTED]
Berhenti berlangganan, e-mail ke:  [EMAIL PROTECTED]
EMERGENCY ONLY! Jika kesulitan unsubscribe, email: [EMAIL PROTECTED]
Panduan Menulis Email yang Efektif http://hhh.indoglobal.com/email/ 
http://pencarian-informasi.or.id/ - Solusi Pencarian Informasi di Internet






Kirim email ke