Pak Andi,
Memang ada anak yg akan bingung dan menjadi rewel krn adanya 2 sumber susu
(dot dan puting). Saran saya ada dua; pertama, jika ingin dibiasakan dg dot,
sebaiknya ASI sang Ibu dipompa dan dimasukkan ke dalam botol. Resikonya,
ya malam tidak bisa lagi menyusui langsung ke Ibunya. Sebaliknya, jika
tidak ingin anak terbiasa dg dot, maka pd waktu siang hari, susu (baik susu
formula maupun ASI) diberikan dg sendok shg bayi tidak terbiasa dg dot.
Dengan begini, bayi masih bisa menyesuaikan diri dg menghisap ASI langsung
ke payudara ibunya. Memang tidak bisa langsung terbiasa, bayi perlu
penyesuaian. Tapi jika kita konsisten (dan perlu di-tega-tegain juga), maka
bayi Insya Allah akan terbiasa dan mau minum (apa dari dot atau tetap
puting).
Biasanya bayi yg terus-menerus kenal puting dari lahir akan menunjukkan
ketidaksukaannya dan kebingungannya menyusu dengan dot dan puting.
Untungnya anak saya tidak mengalami hal ini. Salah satunya mungkin krn dia
sudah terbiasa dr pertama lahir (masih di RS) utk diberikan dot dan puting
secara bergantian.
Saya pernah baca soal minum susu botol sambil tiduran di Nakita (lupa edisi
berapa). Memang betul, minum sambil tiduran bisa menyebabkan radang telinga
serta mempengaruhi kesehatan mulut/gusi. Posisi yg tdk tepat ini
mengakibatkan air susu akan mengumpul dalam mulut, shg memudahkan tumbuhnya
jamur di lidah (terlihat dg lidah memutih) dan gusi bayi gigi cepat rusak.
Juga, sisa susu bisa masuk ke saluran yg menghubungkan rongga mulut dg
rongga telinga (Lupa nama salurannya, apa saluran Eustachius?) dan
mengakibatkan radang telinga tsb. Sebaiknya jika memang ingin diberikan
sambil tiduran, kepala bayi disangga agar lebih tinggi (tidak sejajar) dr
kerongkongannya.
Saya belum tahu efek memberikan ASI langsung (melalui puting) bila ibu dan
anak sambil tiduran. Saya sendiri sering memberikan ASI sambil tiduran
(kami miring sambil berhadapan antara saya dan anak saya), dg posisi
payudara saya agak lebih tinggi dr mulut anak. Alhamdulillah, anak saya
tidak pernah ke-selek atau kesel dg posisi ini. Ini sering saya lakukan pd
malam hari di mana saya sangat cape kerja seharian serta bayi saya sudah
siap tidur. Dulu saya memang pernah diberitahu menyusu sambil tidur banyak
bahayanya (termasuk payudara menutup hidung/jalan pernafasan bayi), jadi
saya sendiri tidak merekomendasikan utk memberi susu (botol atau ASI)
sambil tiduran. Sekian input dan pengalaman saya. Salam,
Zullia Saida
OFfice of Transition Initiative (OTI)
United States Agency for International Development (USAID)
American Embassy
Jl. Merdeka Selatan 3-5,Jakarta 10110
Phone : (62-21) 344 2211 ext. 2356
Fax : (62-21) 3483 0916
e-mail: [EMAIL PROTECTED]
-------------
Original Text
From: "Andi Samsul Hadi" <[EMAIL PROTECTED]>, on 11/15/99 6:35 PM:
To: internet[<[EMAIL PROTECTED]>]
Dear Balita Anda Members,
Saya mempunyai bayi laki2 berumur 2,5 bulan. Pada 2 bulan pertama, dia
menyusu sangat lahap dan cukup banyak, sehingga berat badannya ketika itu
6,2 kg dengan panjang 59 cm, hal ini dapat dilakukan karena istri saya
masih
cuti ketika itu.
Sejak dua minggu yang lalu istri saya mulai bekerja kembali, sehingga siang
bayi saya harus menyusui dari botol. Namun sudah tiga hari terakhir ini
bayi
saya menjadi sulit untuk menyusui, baik menyusui langsung dari ibunya atau
melalui botol, dia selalu nangis. Karena sejak dua minggu ini, dia selalu
berganti-ganti cara menyusuinya, yaitu melalui botol atau menyusui langsung
dari ibunya.
Apakah rekan2 netters tahu mengapa hal ini terjadi dan bagaimana cara
mengatasinya supaya acara menyusuinya menjadi lancar kembali.
Kedua, saya memperoleh informasi bahwa menyusui sambil tiduran itu tidak
baik, karena ada sisa2 susunya yang dapat masuk ke rongga hidung / kuping,
sehingga bisa menyebabkan radang hidung atau telinga pada si bayi. Apakah
informasi ini benar ?
Terima kasih atas tanggapan rekan2 netters.
Andi Samsul Hadi
Cellular Marketing Division
> ----------
> From: Hani, Umi[SMTP:[EMAIL PROTECTED]]
> Reply To: [EMAIL PROTECTED]
> Sent: 12 Nopember 1999 10:20
> To: [EMAIL PROTECTED]
> Subject: [balita-anda] Cara Menyusui
>
> Untuk memperbanyak ASI, perlu diperhatikan cara menyusui yang baik.
>
> Pertama :
> Cara dan posisi menyusui.
> Usahakan posisi ibu dan bayi cukup enak baik dalam posisi duduk maupun
> berbaring. Usahakan sebagian besar daerah Ariolla (daerah hitam) masuk ke
> dalam mulut bayi, pada akhir menyusui bayi tenang dan puas. Susui bayi
> pada
> kedua payudara secara bergantian, mulai dari payudarakiri sampai kosong
> lalu
> pindah ke payudara kanan.
>
> Kedua :
> Lama dan frekuensi menyusui.
> Waktu atau lama menyusui tidak perlu dibatasi dan frekuensi tak perlu
> dijadwal. Susunlah sesuai dengan kebutuhan bayi, biasanya 8 - 10 kali
> sehari
> termasuk malam hari.
>
> Ketiga :
> Cara menghentikan bayi menyusu.
> Apabila telah selesai menyusu, tetapi mulut bayi masih melekat pada
puting
> susu ibu, tekan sudut mulut bayi dengan jari atau tekan dagu bayi supaya
> melepas puting susu secara perlahan.
>
> Keempat :
> Cara Menyendawakan bayi.
> Letakkan bayi tegak lurus pada bahu dan topang kepala bayi. Kalau bayi
> sudah
> tertidur, baringkan miring ke kanan atau tengkurap, udara akan keluar
> dengan
> sendirinya.
>
> Kelima :
> Cara mengosongkan payudara dan menyimpan ASI.
> Payudara yang sudah terasa penuh dikeluarkan ASInya baik secara manual
> (dengan tangan) maupun dengan pompa. Tampung ASI di tempat yang steril
dan
> tertutup. Bila disimpan pada suhu kamar ASI bertahan sampai 6 jam, kalau
> disimpan di lemari es bisa bertahan sampai 24 jam. Sebelum diminumkan
> untuk
> bayi, ASI direndam dulu dlm air panas (masukkan botol susu ke dalam
> mangkuk
> berisi air panas). Sebelum mengeluarkan ASI siapkan cangkir bermulut
> lebar,
> cucu bersih dan rendam dalam air panas / mendidih. Kalau akan dipakai,
> cangkir baru diangkat dari air tersebut. Alat untuk mensterilkan
peralatan
> makan minum bayi bisa dimanfaatkan.
>
> Sebaiknya bayi disusui sejak lahir, yaitu 30 menit setelah dilahirkan,
> karena menyusui akan memberikan kepuasan dan ketenangan pada si ibu.
> Menyusui juga memberi rasa bangga pada si ibu, karena telah memberikan
> kehidupan pada bayinya. Selain itu, isapan air susu mempercepat proses
> kembalinya uterus ibu ke ukuran normal. Pada saat bayi menyusu, uterus
ibu
> akan berkontraksi yang kadang disertai rasa nyeri.
>
> Berapa kali bayi harus disusui ?
> Bayi yang disusui setiap saat, menurut penelitian menunjukkan kenaikan
> berat
> badan yang cepat. Menurut ketentuan dokter, sebaiknya bayi disusui setiap
> 3
> jam sekali seperti yang diajarkan masyarakat Eropa, jadi sebelum 3 jam
> biarpun menangis tidak disusui karena lambung bayi baru kosong setelah 3
> jam. Para ahli kesehatan Indonesia menganut paham moderat, jarak waktu 3
> jam
> dijadikan patokan namun kalau diantara waktu itu bayi menangis karena
> lapar,
> ASI pun diberikan. Pengaturan asi ini disebut Self Demand Feeding.
>
> Demikian semoga bermanfaat.
>
> Disadur dari : Tabloid Swara, Edisi 23 September 1999.
>
> Thank you and Regards.
>
> Umihani
> Ext. 9262
>
>
Kunjungi: http://www.balita-anda.indoglobal.com
"Untuk mereka yang mendambakan anak balitanya tumbuh sehat & cerdas"
-= Dual T3 Webhosting on Dual Pentium III 450 - www.indoglobal.com =-
Etika berinternet, kirim email ke: [EMAIL PROTECTED]
Berhenti berlangganan, e-mail ke: [EMAIL PROTECTED]
EMERGENCY ONLY! Jika kesulitan unsubscribe, email:
[EMAIL PROTECTED]
Panduan Menulis Email yang Efektif http://hhh.indoglobal.com/email/
http://pencarian-informasi.or.id/ - Solusi Pencarian Informasi di Internet
Kunjungi: http://www.balita-anda.indoglobal.com
"Untuk mereka yang mendambakan anak balitanya tumbuh sehat & cerdas"
-= Dual T3 Webhosting on Dual Pentium III 450 - www.indoglobal.com =-
Etika berinternet, kirim email ke: [EMAIL PROTECTED]
Berhenti berlangganan, e-mail ke: [EMAIL PROTECTED]
EMERGENCY ONLY! Jika kesulitan unsubscribe, email: [EMAIL PROTECTED]
Panduan Menulis Email yang Efektif http://hhh.indoglobal.com/email/
http://pencarian-informasi.or.id/ - Solusi Pencarian Informasi di Internet