Ada yang pernah menulis artikel seperti di bawah ini :
...Dan di PEP, program ini menggunakan musik klasik gubahan
komponis besar asal Jerman, Wolfgang Amadeus Mozart. Mengapa Mozart? "Hasil penelitian
menunjukkan bahwa struktur musik Mozart sesuai dengan pola sel otak manusia. Musik
Mozart begitu bervariasi dan kaya akan nada-nada dari lembut sampai keras dari lambat
sampai cepat," papar psikolog yang telah bergabung dengan RSAB Harapan Kita sejak 1979
ini...
... Di PEP, alunan musik klasik Mozart diperdengarkan setelah para
ibu mencapai tahap relaksasi. Para ibu hamil yang mengikuti terapi ini tiduran selonjor
di sofa khusus dengan jarak 1,5 meter dari
sumber musik. Mereka pun dapat menikmati alunan musik dengan tenang dan santai. Iesye
juga menyarankan kepada para peserta terapi
agar mendengarkan musik dan menyanyi di rumah secara teratur minimal 10-15 menit setiap
hari...
Cuma yang ingin saya tambahkan, saya ingat dan setuju pada pendapat seorang netter yang
berpendapat kenapa harus musik klasik seperti Mozart saja. Kan banyak musik lain yang
kaya dan bervariasi (tentunya bukan musik rock yang keras, apalagi house music) dan
berasal dari budaya kita sendiri seperti gamelan-gamelan dan beberapa musik daerah
lainnya. Justru bunyi-bunyian yang ditimbulkannya menurut saya lebih kaya dan
bervariasi. Sayangnya orang kita mungkin belum melakukan penelitian dengan sampel
musik-musik daerah budaya kita. Lagian, bagus kan untuk melestarikan budaya sendiri.
Saya lihat malah orang Barat sekarang sudah mulai mengacak-acak musik daerah kita dan
dicampur dengan musik Jazz atau yang lainnya. Berarti musik daerah kita juga tidak
kalah bagus dong?
Jadi, menurut pendapat saya, perlu diadakan penelitian lagi mengenai terapi musik
dengan studi kasus musik dengan latar belakang budaya kita sendiri. Pantes ya, dari
masih dalam kandungan kita udah memperkenalkan budaya barat terhadap anak kita. Ini
bukan anti Barat lho, terlepas dari semuanya, saya juga menyukai musik klasik, tapinya
mbok kita jangan melupakan budaya sendiri.... gitu...
Wassalam,
Mamanya Cynthia.
Fara Sasanti wrote:
> Saya sudah sering mendengar bahwa mendengarkan musik klasik baik untuk
> kecerdasan bayi kita, apalagi kalau diperdengarkan sejak masih dalam kandungan.
> Tapi caranya mendengarkannya bagaimana. Ibunya yang mendengarkan atau dengan
> walkman ditempelkan ke perut ibunya.
>
> Mohon informasi dari rekan-rekan semua. Terima kasih.
>
> Kunjungi: http://www.balita-anda.indoglobal.com
> "Untuk mereka yang mendambakan anak balitanya tumbuh sehat & cerdas"
>
> -= Dual T3 Webhosting on Dual Pentium III 450 - www.indoglobal.com =-
> Etika berinternet, kirim email ke: [EMAIL PROTECTED]
> Berhenti berlangganan, e-mail ke: [EMAIL PROTECTED]
> EMERGENCY ONLY! Jika kesulitan unsubscribe, email: [EMAIL PROTECTED]
> Panduan Menulis Email yang Efektif http://hhh.indoglobal.com/email/
> http://pencarian-informasi.or.id/ - Solusi Pencarian Informasi di Internet