yang di bawah ini tentang coklat... rupanya makanan ini sangat berguna.  di kulkas 
kita masih ada setengah batang besar coklat. mau? tunggu, ya sampai kamis depan.  

perut saya pagi ini mulai stabil, walaupun saya merasa agak lemas.. soalnya semalam 
perut saya cuma bisa menerima sedikit makanan dan saya nggak berani minum susu lagi 
(saya jadi kurusan, nih... waktu nimbang tadi bobot saya cuma 45 kg). buka puasa nanti 
saya mau makan yang anget-anget... mungkin cari bakso pak kumis... biar makannya 
berselera

kamu sahurnya lancar-lancar aja?
miss you..
ibu

>>> Rika Prawira <[EMAIL PROTECTED]> 12/10/99 09:14AM >>>

> > BERSIHKAN PEMBULUH DARAH DENGAN COKLAT
> > 
> >     Coklat zaman reformasi jauh berbeda dengan coklat zaman orba.
> Dulu
> > ia dikira mengganggu kesehatan, sekarang dianggap menolong.
> > 
> > 
> > Pada zaman orba, kita enggan makan coklat karena ditakut-takuti akan
> rusak
> > giginya (kalau masih anak-anak) atau naik kadar kolesterol darahnya
> (kalau
> > sudah lansia). Soalnya, coklat mengandung gula dan lemak. Gula dalam
> > coklat
> > memang bisa merusak gigi kalau penggemarnya ogah menggosok gigi
> sebelum
> > tidur. Walaupun ini bukan dosa coklat, namun coklat manis tetap saja
> > dikambinghitamkan.
> > 
> > Momok lemak
> > Coklat juga dituduh meningkatkan kadar kolesterol darah karena
> ditebengi
> > lemak coklat. Lemak ini lemak jenuh. Jadi niscaya mengandung
> kolesterol
> > yang
> > bisa meningkatkan kadar kolesterol darah kita. Untung, lemak ini
> dalam
> > teknologi percoklatan sudah disingkirkan sebagian, agar kokoanya
> dapat
> > dilarutkan dalam air, dikeringkan menjadi bubuk, atau dicetak
> menjadi
> > batangan.
> > 
> > Supaya tidak rancu, istilah coklat (terjemahan dari chocolate
> Inggris)
> > dipakai untuk menunjukkan hasil olahan bubuk cocoa (kokoa) yang sial
> > sekali
> > disebut "coklat" juga. Bubuk kokoa ini diambil dari biji pohon cacao
> > (kakao), yang sial juga disebut "coklat" lagi. Rupanya, bahasa
> Indonesia
> > kita kekurangan kosa kata, sampai ketiga bahan yang jelas
> berbeda-beda itu
> > disebut "coklat" semua! Sebaiknya coklat dipakai untuk menunjukkan
> > chocolate
> > saja.
> > 
> > Tuduhan buruk terhadap lemak kokoa itu timbul ketika kolesterol
> belum kita
> > ketahui bagaimana tingkahnya dalam tubuh.
> > 
> > Setelah kemudian ternyata ia terikat dengan suatu kompleks protein,
> > membentuk lipoprotein, agar dapat diangkut oleh plasma darah ke
> seluruh
> > bagian tubuh, maka kita membedakan dua jenis kolesterol: kolesterol
> jahat
> > LDL (lowdensity lipoprotein), dan kolesterol baik HDL (highdensity
> > lipoprotein).
> > 
> > Lemak kokoa ternyata sama sekali tidak mengandung kolesterol jahat
> LDL,
> > tetapi kolesterol baik HDL.
> > 
> > HDL dikatakan baik karena ia mengumpulkan kelebihan kolesterol yang
> > berlalu
> > lalang di jaringan tubuh, untuk diangkut kembali ke hati. Di sini
> > kolesterol
> > dibongkar menjadi asam empedu, dan setelah selesai mencernakan
> lemak,
> > dikeluarkan dari tubuh melalui ginjal dan "pintu belakang".
> > 
> > Bersih-bersih lemak
> > Pada penelitian dengan 42 orang relawan "kelinci" percobaan di
> University
> > of
> > California, Davis, mereka masing-masing diminta makan satu batang
> coklat
> > setiap hari, selama 27 hari. Hasilnya mengejutkan! Kadar kolesterol
> total
> > dalam darah mereka tidak naik.
> > 
> > Kejutan kedua muncul ketika beberapa peneliti di universitas yang
> sama
> > menemukan senyawaan flavonoid dalam coklat, seperti yang terdapat
> dalam
> > anggur merah. Senyawaan ini sudah lama diketahui memperkuat pembuluh
> darah
> > kapiler (pembuluh halus) tubuh kita. Karena kuatnya, tubuh lalu
> mampu
> > membersihkan jantung dari kotoran kolesterol. Flavonoid dalam coklat
> > diperkirakan juga membersihkan jantung dari kotoran seperti itu.
> > 
> > Cara membersihkannya memang tidak secara langsung. Ia mencegah LDL
> yang
> > sebelumnya sudah ada dalam tubuh (dan bukan LDL berasal dari
> coklat),
> > jangan
> > sampai teroksidasi menjadi plak yang menyumbat pembuluh darah
> jantung
> > kalau
> > tertimbun terlalu banyak! Seorang "ekstremis" procoklat kemudian
> getol
> > berpromosi, "Mari kita bersihkan pembuluh darah dengan coklat!" 
> > 
> > Tetapi ini agaknya optimisme berlebihan. 
> > 
> > Ajakan itu kebetulan didukung oleh kebijakan pabrik coklat Eropa dan
> > Amerika
> > yang memisahkan lemak dari kokoanya yang murni. Sebab, lemak ini
> dapat
> > dijual tersendiri untuk memasok pabrik sabun wangi, lipstik, dan
> bahan
> > kosmetik lainnya. Bagi pabrik coklat, lemak ini sebenarnya
> mengganggu
> > karena
> > membuat coklat mudah meleleh dalam suhu panas. Ini merepotkan
> pekerjaan
> > penyimpanan dan pengangkutannya sebelum disantap konsumen.
> > 
> > Karena coklat batangan sangat diperlukan sebagai pendorong keriangan
> dan
> > semangat juang para prajurit, markas besar tentara Amerika meminta
> pabrik
> > coklat Hershey untuk menciptakan coklat batangan yang tahan panas.
> Itu
> > akan
> > dibagikan kepada para anggota pasukan tempur di gurun pasir Kuwait
> yang
> > terik ketika menghadapi Perang Teluk melawan Saddam Husein tahun
> 1991.
> > 
> > Hershey berhasil menciptakan coklat Desert Bar yang tidak meleleh
> > menghadapi
> > suhu udara setinggi 60oC. Resepnya merupakan rahasia perusahaan itu,
> yang
> > dijaga ketat jangan sampai dicontek perusahaan lain.
> > 
> > Mengapa tergila-gila?
> > Di Inggris dan Amerika, chocolate (yang lebih cepat ditangkap kalau
> > disebut
> > choc), sangat disukai masyarakat ketimbang kudapan jenis lain. Para
> wanita
> > disinyalir lebih banyak mengkonsumsi choc dibandingkan dengan kaum
> pria.
> > Wanita yang gelisah atau mengalami depresi, larinya ke choc.
> Sedangkan
> > kaum
> > pria larinya ke rokok! Tujuan mereka untuk mengatasi mood yang
> amburadul.
> > 
> > Kokoa memang sudah lama diketahui mengandung kafein, seperti kafein
> dalam
> > kopi, dan theobromine seperti yang dikandung dalam daun teh.
> Senyawaan
> > alkaloid ini bersifat vasodilator (zat yang menyebabkan pelebaran
> pembuluh
> > darah). Akibatnya, otot yang tadinya tegang menjadi rileks, dan
> jantung
> > yang
> > tadinya lesu digiatkan lagi. Ini semua membuat mood jadi berubah.
> Dari
> > murung ke riang. Coklat kemudian dipuji sebagai bahan periang dan
> > pendorong
> > semangat.
> > 
> > Orang Amerika menghabiskan coklat hampir satu miliar kilogram
> setahun.
> > Berarti 5 kg tiap orang per tahun. Pada hari Valentine saja, mereka
> > membelanjakan setengah miliar dolar untuk coklat. Diduga, kebutuhan
> > mengemil
> > dan makan coklat agak berlebihan itu bukan karena ingin memuaskan
> nafsu
> > makan semata-semata, tetapi karena dorongan kultural juga. Selain
> nikmat,
> > coklat menaikkan gengsi kalau dipakai mengemil dalam pertemuan elite
> > masyarakat. Kudapan berisi coklat selalu terkesan lebih mewah
> daripada
> > yang
> > hanya berisi tepung, gula, susu, atau telur.
> > 
> > Kenyataan ini mendorong orang di seluruh dunia menyelipkan coklat ke
> bahan
> > apa saja yang pantas dimakan. Permen diberi coklat. Biskuit diselipi
> > coklat.
> > Wafer dibalut coklat. Es krim, kue tar, dan sus diselundupi coklat.
> Di
> > Indonesia malah ada getuk lindri dan roti bantat yang diberi coklat.
> > (Slamet
> > Soeseno)
> > 
> > | Boks : BAJU
> <http://www.indomedia.com/intisari/1999/Juni/b_coklat.htm>
> > COKLAT DAPAT DIMAKAN | 
> > 
> > 
> 
> ----------------------------------------------------------------------
> --
> WeMedia.com, A Community Is Born
> http://clickhere.egroups.com/click/2095 
> 
> 
> 
> eGroups.com home: http://www.egroups.com/group/istn 
> http://www.egroups.com - Simplifying group communications
> 
> 
> 

Kunjungi: http://www.balita-anda.indoglobal.com 
"Untuk mereka yang mendambakan anak balitanya tumbuh sehat & cerdas"

-= Dual T3 Webhosting on Dual Pentium III 450 - www.indoglobal.com =-
Etika berinternet, kirim email ke: [EMAIL PROTECTED] 
Berhenti berlangganan, e-mail ke:  [EMAIL PROTECTED] 
EMERGENCY ONLY! Jika kesulitan unsubscribe, email: [EMAIL PROTECTED] 
http://pencarian-informasi.or.id/ - Solusi Pencarian Informasi di Internet









Kunjungi: http://www.balita-anda.indoglobal.com
"Untuk mereka yang mendambakan anak balitanya tumbuh sehat & cerdas"

-= Dual T3 Webhosting on Dual Pentium III 450 - www.indoglobal.com =-
Etika berinternet, kirim email ke: [EMAIL PROTECTED]
Berhenti berlangganan, e-mail ke:  [EMAIL PROTECTED]
EMERGENCY ONLY! Jika kesulitan unsubscribe, email: [EMAIL PROTECTED]
http://pencarian-informasi.or.id/ - Solusi Pencarian Informasi di Internet







Kirim email ke