Ibunya Laras,
Sebenarnya ASI sudah merupakan salah satu cara ber-KB.
Asalkan menyusuinya dengan benar (intensif dan lainnya).
Kalo menurut pendapat saya, sebaiknya menggunakan cara tradisional.
Memang kemungkinan gagalnya besar dibanding dengan cara lain.
Namun cara lain memiliki resiko lebih besar di banding tradisional (apalagi
sedang menyusui).
Cara tradisional pun banyak caranya. Misalnya Kalender (bagi yang memiliki
periode menstruasi yang baik) atau semaput (senggama terputus).
Atau Tradisonal modifikasi, yang penting kesehatan kita tetap terjaga.
At 09:31 AM 1/25/00 +0700, you wrote:
>Dear all netters
>
>Sampai sekarang saya masih memberi ASI ke anak saya. Sudah 3 bulan, 2 ,5
bulan saya memberikan ASI ekslusif, karena belum masuk kerja, setelah masuk
kerja ASI hanya diberikan malem hingga pagi. Nah... pada bulan ke 3 ini
saya sudah dapat mensturasi, namun saya belum ber-kb.
>Terus terang saya masih bingung, kira-kira KB apa ya? Apakah ada dampak KB
dengan kualitas dan kuantitas ASI ?
>Saya sudah tanya ke bidan, ke dokter, tapi kok rasanya masih belum bisa
menentukan pilihan.
>Dan saya yakin rekan2x netters yang sudah mencoba mohon sharing
pengalamannya.
>
>Terima kasih sebelumnya
>
>Ibunya Laras
>
>
>
>
Kunjungi: http://www.balita-anda.indoglobal.com
"Untuk mereka yang mendambakan anak balitanya tumbuh sehat & cerdas"
-=== FREE Handphone @ http://www.indoglobal.com/dedicated.php3 ===-
Etika berinternet, kirim email ke: [EMAIL PROTECTED]
Berhenti berlangganan, e-mail ke: [EMAIL PROTECTED]
EMERGENCY ONLY! Jika kesulitan unsubscribe, email: [EMAIL PROTECTED]