Saya punya beberapa trik untuk memberikan telur kepada bayi/balita.
1. Berdasarkan pengalaman ibu saya yang kebetulan ketiga anaknya engga doyan telor
tapi sangat doyan susu. Caranya, pisahkan kuning telur dari putihnya, pecahkan dan
campur bersama susu sampai tercampur rata dan jadi encer. Panaskan dalam wajan sampai
mendidih sambil diaduk terus sehingga telurnya tidak menggumpal dan menyatu dengan
baik dengan susunya. Setelah itu dinginkan, masukkan ke dalam botol dan diminumkan
kepada bayi/balita. Mengenai perbandingannya, harus dicoba-coba karena tiap merek susu
agak lain tuh kekentalannya. Keuntungannya, telur dikonsumsi oleh si anak plus engga
belepotan kemana-mana.
Trik ini sekarang banyak dilakukan oleh teman kantor saya, hasilnya memuaskan tuh.
2. Pengalaman saya lebih gawat, soalnya putra saya engga doyan telor plus engga doyan
susu. Jadi begini caraya, merah telur dipisahkan dari putihnya. Buat 200 cc susu,
tuangkan 50 cc untuk dicampurkan dengan merah telur lalu diaduk sampai rata sekali.
Tuangkan 100 cc ke dalam wajan, panaskan sampai berasap, masukkan susu telor sambil
diaduk terus. Sementara itu, sisa yang 50 cc ditambahkan dengan 1 sdt peres tepung
hunkwe. Setelah susu yang diwajan berasap, masukkan susu hunkwe sambil diaduk terus
sampai mendidih. Dinginkan, berikan sambil disendokin kepada bayi/balita anda. Bila
anda membuatnya dengan benar, maka bubur susu telor tadi jadinya akan halus sekali,
tidak bergumpal-gumpal. Berikan sewaktu hangat, supaya tidak terlalu amis. Anak saya
suka sekali kalau bubur susunya dicampur dengan telur, biasanya saya berikan seminggu
dua kali.
Selamat mencoba, semoga berhasil,
mama jonathan
On Wed, 2 Feb 2000 16:32:39 Sri Sukarti wrote:
>Dear netters,
>Mohon informasi tentang cara memberikan makanan tambahan, TELUR untuk
>bayi. Berdasarkan buku yang saya baca terbitan gramedia "Petunjuk
>memberi makan balita". setelah bayi berusia 6 bulan keatas, bisa
>ditambahkan telur satu hari sekali. Kebetulan anak saya Farah tgl 8
>nanti masuk di usia 6 bulan , yang ingin saya tanyakan :
>
>1) Bagaimana cara memasaknya ?
> Matang ? , setengah matang ?, atau mentah ?
>sepengetahuan saya mengkonsumsi telur mentah atau setengah matang kurang
>bagus, karena bibit penyakit atau kalo ada virus tidak mati, virus
>toksoplasmosis bisa juga ada pada telur. Tapi kalo diberikan
>matang,kelihatanya sulit untuk memberikanya, bagaimana supaya bayi tidak
>tersedak ?, apa dihaluskan dulu ?.
>
>2) Yang diberikan kuning telurnya saja atau sekalian putihnya juga ?
>
>3) Sebaiknya telur kampung atau ayam negri ?
>
>terimakasih sebelumnya atas tanggapan, saran atau sharing pengalaman.
>
>Best Regards,
>Karti-Ibunya Farah
>
>Kunjungi: http://www.balita-anda.indoglobal.com
>"Untuk mereka yang mendambakan anak balitanya tumbuh sehat & cerdas"
>
>-- Situs sulap pertama di Indonesia http://www.impact.or.id/dmc-sulap/
>Etika berinternet, kirim email ke: [EMAIL PROTECTED]
>Berhenti berlangganan, e-mail ke: [EMAIL PROTECTED]
>EMERGENCY ONLY! Jika kesulitan unsubscribe, email: [EMAIL PROTECTED]
>
>
>
>
>
>
>
>
>
MailCity. Secure Email Anywhere, Anytime!
http://www.mailcity.com
Kunjungi: http://www.balita-anda.indoglobal.com
"Untuk mereka yang mendambakan anak balitanya tumbuh sehat & cerdas"
-- Situs sulap pertama di Indonesia http://www.impact.or.id/dmc-sulap/
Etika berinternet, kirim email ke: [EMAIL PROTECTED]
Berhenti berlangganan, e-mail ke: [EMAIL PROTECTED]
EMERGENCY ONLY! Jika kesulitan unsubscribe, email: [EMAIL PROTECTED]