Salam sejahtera ...Mama Michelle,
Pingin sekali saya berbagi rasa sedih..., rasa sedih itu sudah pasti meliputi
perasaan mama Michelle. Saya sendiri belum mempunyai putra, tapi saat ini istri
saya sedang mengandung anak kami yang pertama.
Sehingga mendengar khabar dari mama Michelle khok rasanya kami juga merasa
bersedih. Terus terang disini saya pingin cerita dari pengalaman teman sekerja
istri saya (masalah ini juga saya ceritakan dengan istri saya), dimana ibu dari
teman istri saya dan juga suaminya sesampai dirumah paling cepat jam 18.45 atau
kalau sedang piket bisa pulang sampai Jam 21 lebih (kebetulan kerja di Bank
BCA).
Nach, kiat mereka berdua... setiap jam-jam tertentu mereka sempatkan menelepon
dari kantor untuk mengadakam pembicaraan dengan anaknya dirumah dengan digendong
oleh pembantunya. Memang awalnya mungkin rada susah dan aneh tetapi
lama-kelamaan anaknya bisa mengenal suara dari mama dan papanya, dan sepertinya
anaknya begitu senang sekali mendengarkan suara mereka (tentu saja peran
pembantu disini sangat penting sekali). Dan keuntungannya juga disamping
bercanda dengan anaknya, mereka bisa mengontrol keadaan anaknya .. serperti:
sudah makan apa belon, lagi 'ngapa'in atau mengecek keadaan dari anak kita.
Mungkin ini bisa meringankan rasa sedih mama Michelle, mungkin yang penting
bagaimana kita bisa memberikan perhatian seorang ibu yang saya rasa itu tidak
mungkin bisa diberikan oleh orang lain ...
Mudah - mudahan berhasil........
Salam, [EMAIL PROTECTED]
Kunjungi: http://www.balita-anda.indoglobal.com
"Untuk mereka yang mendambakan anak balitanya tumbuh sehat & cerdas"
Kirim bunga untuk handaitaulan & relasi di jakarta http://www.indokado.com
-- Situs sulap pertama di Indonesia http://www.impact.or.id/dmc-sulap/
Etika berinternet, kirim email ke: [EMAIL PROTECTED]
Berhenti berlangganan, e-mail ke: [EMAIL PROTECTED]