Sama seperti mama-nya Jonathan, anak saya setiap lihat saya pulang kantor
pasti akan terus ngajak saya main. Dan kelihatan banget dari matanya kalau
dia seneng ibunya sudah sampai di rumah lagi. Itu berlanjut sampai ke acara
tidur.
Agar tidak terlalu tergantung dengan saya, selama saya ada, saya ajak
pengasuhnya untuk bermain bersama. Tapi  mau nggak mau memang anak akan
lengket dengan kita dibanding dengan orang lain. 

Sebenarnya sih, anak akan lengket dengan orang yang dia anggap bisa memberi
rasa aman dan mengerti kebutuhan dia. Yang mungkin agak susah saya temukan
caranya adalah, bagaimana membuat anak tetap dekat terhadap orang tuanya
tapi juga tetap mandiri. Dalam arti dia tahu kemana mencari orang tuanya
untuk meminta pertolongan dan bantuan tapi juga tetap mempunyai kemampuan
untuk melakukan segala sesuatunya sendiri dan berdasarkan pilihan-nya
(tentunya diikuti dengan pengarahan dari orang tuanya).
Nah, mungkin yang perlu dicoba adalah bagaimana belajar memberikan rasa
aman kepada anak kita. Karena rasa aman tidak hanya karena kebutuhan
fisiknya terpenuhi tapi juga kebutuhan non fisiknya yang mungkin tanpa
setahu kita belum terpenuhi. Atau nggak ada salahnya ibu juga coba ke
dokter untuk konsultasi dengan yang lebih mengerti karena setiap anak pasti
berbeda-beda.

Salam,
Lusie ----




----------
> From: Stella Martini <[EMAIL PROTECTED]>
> To: [EMAIL PROTECTED]
> Subject: RE: [balita-anda] RE: Pendekatan...
> Date: Monday, February 07, 2000 10:03 AM
> 
> Pengalaman mamanya Michele berlawanan deh sama saya. Anak saya lengketnya
minta ampun sama saya, sampe-sampe saya engga bisa istirahat sekejapun
kalau lagi di rumah, mau pipis aja harus cepet-cepet. Sampe saya kadang
suka 'kesel' juga diikutin terus kemana-mana. Padahal sehari-hari dia sama
susternya, dan kalau saya tinggal kerja juga engga nangis tuh.
> 
> Saya tidak tahu apa 'trik'-nya, tapi saya ceritain deh kebiasaan saya dan
anak saya. Sejak dia lahir, dia tidur selalu dengan saya, kecuali pernah
ketika saya sakit flu berat sehabis melahirkan. Tapi, selain saat itu, tiap
hari dia tidur sama saya, dengan resiko terbangun terus tiap malam untuk
menyusui dan mengganti pampers. 
> 
> Lalu, selama saya di rumah, saya yang 100 % merawat dia, mulai dari
mandi, makan, minum susu, bermain, dll. Selain bertujuan untuk menjalin
hubungan yang akrab dengan anak saya, saya juga memberi kesempatan kepada
susternya untuk sedikit beristirahat, jaga anak kan capek loh. 
> 
> Mungkin itu sebabnya, kalo saya di rumah, anak saya terbiasa semuanya
sama saya. Begitu saya nongol dari pintu (pulang kantor) anak saya langsung
kegirangan dan terus nempel sampe dia bobo.
> 
> Demikian sharing pengalaman saya, semoga berguna.
> 
> mama jonathan
> 
> 
> On Fri, 04 Feb 2000 07:46:47   Ibnu Qosim wrote:
> >Saya mau ikut bagi pengalaman, anak saya pertama dulu pada umur 1 tahun
> >sempat ngga 'kenal' mamanya, dia panggil babby sitter dengan mama. Lalu
> >upaya kami seperti ibu Fenny, mengambil alih semua hal berhubungan dgn
si
> >kecil mulai dari cerita sampai ke toilet sampai tidur, bahkan sampai
mandi
> >pagi kami yg kerjakan, tentunya juga 'memberi tahu' bahwa kamilah orang
> >tuanya. Akhirnya tidak sampai 1 bulan dia tahu bahwa kami orang tuanya.
> >selamat mencoba.
> > 
> >At 16:05 2000/02/03 +0700, you wrote:
> >> Mama Michelle,
> >> 
> >> saya ikut prihatin kalau hal itu benar-benar terjadi,
> >> saya sendiri, punya anak yang sejak kecil, karena suatu hal, saya beri
susu
> >> formula (bukan ASI). Dan saya juga bekerja seharian, kadang-kadang jam
7
> >> malam baru sampai rumah.Tapi itu tidak menjadikan kendala bagi kami
sebagai
> >> orang tua untuk tetap dekat dengan si kecil. 
> >> Saya sepakat dengan mbak Feny, bahwa sedikit waktu yang kita miliki
harus
> >> kita gunakan semaksimal mungkin untuk menunjukkan kasih sayang yang
tulus
> >> dan memberi pengertian padanya bahwa dia sangat berarti bagi kita. 
> >> Dan sampai sekarang (2 tahun), dia masih tidur bersama kami. Selain
> >> keterbatasan jumlah kamar, saya juga menganggap, secara psikologis
sangatlah
> >> penting bagi si kecil, jika kami lah orang terakhir yang dia lihat
ketika
> >> dia menjelang tidur, sekaligus orang pertama yang dia lihat ketika dia
> >> bangun pagi. 
> >> 
> >> Kalau sekarang Michelle menunjukkan gejala "cuek", mungkin karena
memang
> >> usianya baru 6 bulan. Mbak masih punya banyak kesempatan untuk "lebih
dekat"
> >> dengan si kecil.
> >> Mungkin mbak bisa menunjukkan dengan bahasa fisik, melalui raut muka,
> >> ataupun kata-kata.
> >> Misalnya dengan menunjukkan sama dia kalau dialah orang pertama yang
kita
> >> cari ketika pulang kerja, dsb.
> >> Justru kalau pikiran mbak diliputi perasaan "khawatir dicuekin", nanti
malah
> >> dirasakan sama si kecil sebagai suatu "penolakan".
> >> Ingat lho mbak, hubungan bathin antara ibu dan anak itu cukup kuat,
sehingga
> >> kadang anak akan merasakan apa yang kita rasakan.
> >> 
> >> Semoga bermanfaat,
> >> 
> >> regards,
> >> Wied
> >> 
> >> >

Kunjungi: http://www.balita-anda.indoglobal.com
"Untuk mereka yang mendambakan anak balitanya tumbuh sehat & cerdas"
Kirim bunga untuk handaitaulan & relasi di jakarta http://www.indokado.com 
-- Situs sulap pertama di Indonesia http://www.impact.or.id/dmc-sulap/
Etika berinternet, kirim email ke: [EMAIL PROTECTED]
Berhenti berlangganan, e-mail ke:  [EMAIL PROTECTED]








Kirim email ke