Dear Netters,

Anak kami sekarang sudah 2,5 tahun .... pada usia 7 hari dia harus dioprasi
karena bermasalah di "Atresia Eksofageus"nya (maaf kalo salah tulis) ....
setelah oprasinya berhasil dia masih harus menjalani tindakan endoskopi
untuk memperbesar saluran Atresia Eksofageusnya yg menyempit akibat tindakan
oprasinya tadi.
Kira-kira selama 2 bulan lebih kami harus bolak-balik ke rumah sakit
sehubungan dengan hal tersebut (endoskopi, rontgen, fisioterapi dll).
Pada tindakan dokter yg terahir (endoskopi) ... dan beberapa kali selesai
fisioterapi, anak kami selalu (berdasarkan kesimpulan saya) mengalami trauma
yg berhubungan dengan mulut, dia terus jadi takut dengan apa-apa yg
berhubungan dengan mulut (nggak mau makan dll) untuk waktu yg relatif lama,
sampai sekarang.
Sehingga kalau ada apa-apa (sakit) dan dokter menyarankan untuk di
fisioterapi kami selalu menolak.

Nah barang kali ada pengalaman netters yg lain, apakah pengalaman seperti yg
dialami anak kami akan menjadikannya mempunyai trauma yg berkepanjangan ?
Apakah mungkin dia sebenarnya mempunyai trauma-trauma yg lain? Karena dia
mempunyai bekas oprasi yg cukup panjang (di sekitar bawah ketiak sampai di
dekat payudara dan di punggung), apakah dia nantinya setelah remaja/dewasa
akan mengalami rendah diri dengan hal itu (karena dia perempuan)? Kalau iya,
apakah hal itu cukup diatasi dengan pendekatan psikologis atau sebaiknya dia
dioprasi kosmetik (oprasi plastik) saja untuk menghilangkan bekas lukanya ?

Oh iya, maaf tadi saya 'kecelakaan' sehingga e-mail saya yg belum selesai
terkirim.

Terima kasih,


Bapaknya Azza
Inu
mailto:[EMAIL PROTECTED]



Info balita, http://www.balita-anda.indoglobal.com
Kirim bunga untuk handaitaulan & relasi di jakarta http://www.indokado.com 
Situs sulap pertama di Indonesia http://www.impact.or.id/dmc-sulap/
Etika berinternet, kirim email ke: [EMAIL PROTECTED]
Berhenti berlangganan, e-mail ke:  [EMAIL PROTECTED]









Kirim email ke