Mbak Tuti,
Supaya singkat saya coba jawab dalam pointers saja ya.
1. Banyak bayi yang alergi susu sapi dan produknya
(keju, yoghurt)karena itu dokter menyarankan ganti
susu kedelai, tapi kalau tidak ada tanda lain 
misalnya diare atau kembung sebenarnya tidak perlu
ganti susu hanya perlu diencerkan sedikit takarannya.
2. Alergi bisa timbul sewaktu-waktu jadi meskipun dulu
tidak ada sekarang bisa ada, tapi kadang memang ada
yang menuruni bakat alergi dari orang tuanya.
3. Anak di bawah 1 tahun dapat alergi terhadap
beberapa bahan makanan, tapi setelah 1 tahun sebagian
makanan tersebut tidak menimbulkan alergi lagi.
4. Dokter tidak dapat menentukan secara pasti bahan
yang menyebabkan alergi karena hanya diketahui dari
pengalaman atau tes alergi (untuk anak di atas 3-4
tahun). Karena itu semua bahan yang sering menyebabkan
alergi dilarang.
Sebenarnya mbak bisa cek sendiri bahan apa yang
benar-benar menimbulkan alergi. Caranya : berikan 1
jenis bahan/lauk yang menimbulkan alergi, jangan
dicampur dengan bahan alergi lain sehingga kita bisa
yakin bahan tersebutlah yang menyebabkan alergi. Lihat
reaksinya sekitar 24 jam, kalau memang timbul merah
berarti memang anak tidak tahan dengan bahan tersebut
coba dengan bahan lainnya sampai semua bahan diketahui
reaksinya terhadap anak. Tapi siapkan lebih dahulu
obat alerginya (kalau anak saya diberi Fenistil).
Kalau memang beberapa bahan menyebakan alergi bisa
diganti dengan yang sejenis misalnya daging sapi dan
ikan air tawar, plus supplemen untuk menggantikan
bahan yang ada di ikan air laut.
5. Memang ada buah tertentu yang menimbulkan alergi,
yaitu jenis citrus jadi grupnya jeruk (nipis, lemon,
dll) dan kacang-kacangan. Untuk kacang malah sangat
dilarang untuk usia di bawah 3 tahun karena selain
sangat kuat sifat alerginya juga dapat membuat anak
tersedak.
Anak saya, Dafi sejak 6 bulan diberi telur, tapi waktu
8 bulan timbul merah dan gatal segera setelah makan
telur karena itu tidak pernah diberi telur lagi, namun
setelah umur 1,5 tahun saya coba berikan lagi ternyata
tidak timbul lagi, jadi dia bisa makan telur kembali
meskipun tidak begitu suka karena tidak terbiasa.
Demikian sharing dari saya semoga berguna 


Mamanya Dafi


--- Tutik Sri Astuti <[EMAIL PROTECTED]>
wrote:
> Dear Netters,
> Saya ingin menanyakan masalah alergy yang baru-baru
> ini dialami oleh putra saya yang berumur 9 bulan 9
> hari.  Pada tanggal 16/04/00 di sekitar tubuh anak
> saya keluar merah-merah yang datang dan pergi secara
> cepat.Pada hari itu saya memberikan menu makan ikan
> tengiri kepada anak saya.  Keesokan harinya
> (17/04/00) saya memberikan makan daging
> sapi+kentang+wortel+ keju dan masih keluar
> merah-merah lagi.  Hari ketiga menu makan ikan
> tengiri+sayur+ beras merah merah-merahnya muncul
> lagi.  Pada malam harinya saya bawa ke dokter dan
> dinyatakan alergy.  Dokternya menganjurkan untuk
> mengganti susunya dengan susu kedelai.  Ada beberapa
> makanan yang dilarang untuk diberikan antara lain :
> -ikan laut + daging ayam+hati ayam
> -keju
> -kacang-kacangan
> -buah-buahan  
> -telur ayam.
> Mulai anak saya berumur 6 bulan anak say sudah
> mengkonsumsi berbagai jenis ikan laut (tengiri,
> kakap, bawal, teri nasi,kembung, udang); daging
> ayam; hati ayam;keju.  Selama ini tidak pernah anak
> saya menunjukkan alergy pada bahan-bahan makanan
> tersebut.  Yang ingin saya tanyakan adalah :
> 1. Kalau memang anak saya alergy terhadap bahan
> makanan tersebut, kenapa      
>     baru sekarang munculnya padahal dari dulu tidak
> ada masalah.
> 2. Apa betul kalau buah-buahan juga menyebabkan
> alergy.
> 3. Apakah alergy anak saya ini akan berlangsung
> untuk selamanya, apa yang 
>     harus saya lakukan agar pemenuhan gizi anak saya
> pada masa pertumbuhan 
>     dapat terpenuhi.
>  
> Ada rekan yang bisa sharing pengalaman nggak ya.
> B' regards.


__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Send online invitations with Yahoo! Invites.
http://invites.yahoo.com

Info balita, http://www.balita-anda.indoglobal.com
->Aneka kado pilihan untuk anak, http://www.indokado.com/kado.html 
Etika berinternet, kirim email ke: [EMAIL PROTECTED]
Berhenti berlangganan, e-mail ke:  [EMAIL PROTECTED]











Kirim email ke