From: Rieneke Rolos <[EMAIL PROTECTED]>
To: [EMAIL PROTECTED] <[EMAIL PROTECTED]>
Date: Sunday, May 07, 2000 09:16
Subject: Re: [balita-anda] pengaruh usia dan kehamilan
Dear Ibunya Laras,
Bu, saya melahirkan anak pertama umur 34 dan anak kedua umur 37. Waktu mau
melahirkan anak kedua, saya minta kepada DSOG kalau bisa langsung di steril
saja karena mengingat usia yang kalau hamil lagi sudah masuk 40-an, tapi
menurut DSOGnya, untuk zaman sekarang tidak masalah tuh kalau hamil walaupun
di usia 40an.
Dari pengalaman saya, tidak ada masalah tuh hamil dan melahirkan di usia
30an. sekian sharing dari saya, mungkin ada yang lain yang ingin tambahkan.
mamanya Ade & Dinda
====================================
KEMUNGKINAN WANITA HAMIL PADA USIA 60 TAHUN
------------------------
Sejumlah dokter di Inggeris pernah mengemukakan temuannya yang
mengejutkan tentang kemungkinan memperlambat datangnya menopause sampai 20
tahun. Tentu, logikanya, wanita yang berusia 60 tahun pun berpeluang untuk
hamil.
Keruan saja, bagi mereka yang belum beranak, berita itu jelas
menggembirakannya. Meskipun tidak semuanya percaya begitu saja. Minimal bagi
yang belum mempunyai anak, seperti karena nikah pada usia tua atau memang
susah untuk hamil, bisa memberikan hiburan.
Rasanya manusiawi bila wanita pasca menopause bisa hamil", tegas para
ilmuwan tersebut, toh berdasarkan riset terhadap sejumlah organ terkait,
jasmani mereka masih berpeluang untuk menanamkan janin dalam rahimnya, malah
dari saat pembuahan sampai persalinan. Karenanya, jangan ditanggapi dengan
riskan, terlebih bagi mereka yang sangat mendambakan keturunan.
Yang penting, sambungnya, tidak mengganggu kesehatan atau merintangi
kegiatan sehari-harinya. Jadi sebagai konsekwensi hamil pada usia itu, maka
mau tidak mau, perlu ekstra waspada. Soalnya aspek lain, kondisi mereka
sudah menurun atau mengendor akibat perjalanan waktu. Jadi walaupun hamil,
harus tetap didampingi atau diawasi. Selain itu, kondisi mereka juga harus
fit secara maksimal, seperti "tensi", "kadar gula", dan "Hb".
Namun tidak semua dokter setempat yakin bahwa hal itu akan berjalan
sukses dan lancar. Banyak juga yang ragu. Ujar mereka, apakah layak wanita
pasca menopause untuk hamil pada saat mereka secara kodrati harus banyak
istirahat?Dunia teknologi memang memberi peluang akan itu. Terlebih kini
sudah berlangsung riset dan eksperimen seputar hormon yang mengarah pada
usaha memperlamba proses penuaan. Tetapi tetap harus mempertimbangkan
berbagai faktor yang tidak bisa diatasi dengan teknologi, seperti daya ingat
dan sikap mental. Bagaimana pun teknologi mampu merekayasa wanita pasca
menopause, namun kondisi mereka tetap akan lain dengan wanita pra menopause.
Jadi meskipun hamil pada mereka bisa dibentuk harus disertai ekstra
perhitungan.
Konon produk temuan itu belum tuntas alias masih memerlukan banyak
eksperimen. Masih banyak kendala serius yang perlu perlu diatasi atau
diantisipasi secara akomodatif. Misalkan : indung telur yang mustahil bisa
diharapkan lagi dari mereka dengan cara konvensional.
Tetapi yang pasti, membuat wanita pasca menopause untuk hamil sudah
dilaksanakan di Universitas California, yaitu dengan sel telur yang tidak
berasal dari dirinya, melainkan wanita pra menopause, tetapi tidak bisa
hamil. Boleh dikatakan miip dengan praktek bayi tabung dalam bentuk
penitipan janin milik pasangan lain. Tetapi siapa tahu kelak sel telur
langsung dari dirinya sendiri, sehingga bayi yang dilahirkan pun benar-benar
keturunannya.Boleh dikatakan : berita itu masih antara imiginasi dan
realitas. Soalnya masih dalam penjajakan di mana untuk menghasilkan kegiatan
siap pakai (sebagaimana "bayi tabung") masih memerlukan riset lebih detail
lagi.
Tampaknya sampai awal abad depan pun masih angan-angan. Untuk riset
yang belum tuntas atau lengkap itu saja sudah makan biaya dan waktu dari
tahun ke tahun. Terlebih untuk menghasilkan resumi yang benar-benar final.
Taroklah memang ya, yang penting jangan sampai merusak norma agama dan
etika moral, sekaligus tidak membawa dampak negatif dan aneka ekses di
kemudian hari. Karenanya, di samping kontrol kualitas, kontrol sosial pun
mau tidak mau harus diperhatikan juga. Maklum sajalah, objek yang dijadikan
riset bukan "barang mati", tetapi "makhluk hidup" yang berstatus serta
berbudaya yang sangat tinggi. (BAHAN : BBC London + RASI Melbourne)
Salam,
Nasrullah Idris
----------------------
Bidang Studi : Reformasi Sains Matematika Teknologi
http://bdg.centrin.net.id/~acu
>> Pusing milih POP3 atau web mail? mail.telkom.net solusinya <<
Info balita, http://www.balita-anda.indoglobal.com
->Aneka kado pilihan untuk anak, http://www.indokado.com/kado.html
Etika berinternet, kirim email ke: [EMAIL PROTECTED]
Berhenti berlangganan, e-mail ke: [EMAIL PROTECTED]