> Rekan-rekin, pada penutupan Piaget (1), saya tuliskan bahwa yang penting > adalah interaksi anak dengan lingkungan. Ibu yang baik akan sigap > memperhatikan bayinya dan responsive ketika bayi mencarinya, membuat bayi > tahu > bahwa "dia bisa menyebabkan sesuatu". > > Bagaimana bila ternyata bayi tidak dibesarkan dalam lingkungan yang > responsive? > Kalau bayi terlalu lama dalam suasana yg tidak responsive, maka bayi > belajar > bahwa dia tidak menyebabkan apapun. > Pernahkah anda mendengar kisah anak-anak yatim piatu dari Iran? Konon, > sesaat > setelah Shah Iraq digulingkan oleh Khomeini, beberapa imam Iran berusaha > menciptakan suatu generasi yang sangat bersih. Maka, anak-anak yatim > piatu yg > baru lahir, dikumpulkan oleh imam2 ini dan diletakkan di bangunan yg > sangat > bersih dan putih; setiap anak mendapatkan satu kamar, dan mereka ditinggal > sendirian supaya besar sendiri tanpa kekotoran umat manusia. Setiap hari > mereka > ini diberi minum susu, dan kamarnya dibersihkan, tapi hubungan dengan > mereka ini > hampir tidak ada. > Ketika psikolog2 Amerika sudah boleh masuk lagi ke sana 4 tahun kemudian, > salah > satu dari mereka mengunjungi bayi2 ini yg waktu itu sudah disana sekitar 4 > tahun-an, dan anak-anak ini IQnya sekitar 40 dan bahkan jalanpun belum > bisa. > > Fase pre-operational (usia 2 - 7 tahun) > > Piaget mengamati bahwa pada usia ini, anak mulai sadar bahwa mereka > mempunyai > eksistensi yang terpisah dari orang lain. Karena eksistensi ini merupakan > hal > baru bagi anak-anak ini, maka mereka sangat "egocentric", berpusat pada > diri > sendiri. Kata-kata mereka yg mulai banyak semua bersumber pada "aku" atau > "nama > mereka". Pada usia 2 tahunan inilah otak anak mencapai tingkatnya yang > tertinggi, dengan jumlah sekitar 100 milyard sel. Anak mulai bisa > mengingat > tetapi belum bisa berpikir untuk suatu tujuan, itulah sebabnya dipanggil > pre-operational. > > Kedahsyatan periode ini sebenarnya adalah pengembangan bahasa. Orangtua > yang > mengajak anaknya bicara akan mendapatkan anak mereka ngomong sesukanya. > Belum > tentu yg mereka katakan ada artinya, tapi itu adalah cara mereka untuk > bereksperimen dengan kata-kata. Mereka akan meniru dan makin banyak > mereka > mendengar suara untuk ditiru, makin baik karena kemampuan berbahasa yang > tercipta pada periode ini akan menjadi dasar kuat bagi kemampuan mereka > kelak. > Aksen bahasa yg paling sempurna dikuasai oleh anak dalam jangka usia ini. > Anak > liar yg ditemukan pada usia 9 tahun di antara srigala di India sampai > matinya > tetap tidak mampu belajar bahasa manusia. Tetapi anak lain yang sama > liarnya yg > ditemukan di antara sapi liar, juga di India, akhirnya berhasil belajar > bahasa > India karena ia mulai belajar hidup dengan manusia dan bahasanya pada usia > 4 > tahun. > > Kalau kita bertanya pada seorang anak berusia 3-4 tahun, dia kelas berapa, > dia > akan menjawab sekenanya, SMP, atau SD, karena itulah yg dia dengar dari > kakaknya. Bagi anak periode ini, kenyataan tidak begitu penting. Yang > penting > adalah kemampuan barunya, yakni membayangkan dan mengatakannya. Pada usia > inilah anak sangat mudah menghafalkan lagu-lagu anak-anak yang pernah > disinggung > oleh bu Beauty, walau bisa salah-salah. Mereka bisa menyanyi seperti > "Burung > kakak tua hinggap dijendela, nenek sudah tau..". > > Otomatis, anak-anak usia ini belum perlu teman. Walau ada anak lain di > sekeliling mereka, mereka tidak benar2 saling berkomunikasi sebab mereka > berkomunikasi dengan diri mereka sendiri. Orangtua sering menegur anaknya > agar > mendengarkan temannya dan menunggu gilirannya bicara, tapi hal ini sulit > bagi > anak usia pre-operational sebab mereka tidak kepingin mendengar, tapi > bereksperimen dengan kata-kata yang baru mereka kuasai. Walau mereka > tampak > menyimak, tapi jawabannya samasekali tidak ada hubungannya dengan kata yg > baru > diucapkan temannya. Sangat lucu melihat anak-anak ini tertawa > terkekeh-kekeh > sendiri setelah mereka menggabungkan kata-katanya menjadi suatu kalimat > dan > membayangkan arti kalimat itu. "Papa masak di kuali" atau "halo-halo > pentung, > ibukota kesiangan..." Kata-kata baru yang mereka kuasai juga akan tumbuh > luarbiasa, mulai dari sekitar 150-200 an pada usia 2 tahun menjadi 2000-an > pada > usia 5 tahun. > > Selain bahasa, anak-anak ini juga akan mengamati dunia sekeliling mereka > secara > intuitif, jadi belum "benar". Suatu hari saya menunjukkan dua tali sama > panjang > pada seorang anak berusia 4 tahun di bis, lalu satu tali saya bengkokkan > separuh, sedang tali satunya saya bengkokkan 1/4 nya saja. Saya bertanya > mana > yg lebih panjang dan anak itu dengan lucu dan yakin menunjuk tali yg kedua > walaupun keduanya jelas sama panjang. Saya rasa cara saya bertanya > mungkin > berpengaruh (mana yg lebih panjang antara tali A dan tali B). Mungkin > seharusnya > saya bertanya apakah tali A dan B sama panjang. Eksperimen kecil saya > meniru > Piaget yang menuang air dari satu gelas ke cangkir. Ketika ditanyakannya > pada > anak kecil yg mengamatinya, anak itu menunjuk bahwa air yg digelas lebih > banyak > dari yg di cangkir. > > Pada akhir periode inilah anak baru mulai belajar hal-hal yg abstrak > seperti > Tuhan, malaikat, dan sejenisnya. Inilah konsep yg akan mereka kembangkan > pada > periode perkembangan berikutnya. > > (bersambung) > >> Pusing milih POP3 atau web mail? mail.telkom.net solusinya << Info balita, http://www.balita-anda.indoglobal.com ->Aneka kado pilihan untuk anak, http://www.indokado.com/kado.html Etika berinternet, kirim email ke: [EMAIL PROTECTED] Berhenti berlangganan, e-mail ke: [EMAIL PROTECTED]
