Dear Netter semua,
Hari ini cukup banyak info yang bermanfaat seperti, info China
White, bahkan sampai cerita yang cukup menyentuh persaan, saya usul
bagaimana jika setiap hari/minggu kita mempunyi thema atau topik untuk
dibahas. Sebagai contoh topik tentang Hantavirus mungkin dapat kita jadikan
thema pembahasan kita dan juga bagaimana menanggulanginya. Sebab
Informasi tentang Hantavirus ini menurut saya sangat penting, bagaimana
kalau kita mengkampanyekan "Perangi Tikus Di-lingkungan Kita. Caranya bagi
yang telah mengetahui informasi ini meneruskannya ke-RT/RW kemudian bekerja
sama dengan instansi terkait (Depkes) diadakan penyuluhan tentang Cara
Efective memberantas Penyebaran Hantavirus. Saya sendiri akan coba
memberikan info ini kepada tetangga2x, juga ketua RT. Tentunya hal ini kita
lakukan dengan maksud untuk menjaga kesehatan kita bersama, khususnya
Anak-anak kita. Jika ada yang punya saran atau pendapat mohon disharing
dalam milis ini khusus kepada netter yang telah menyampaikan info ini,
secara pribadi saya ucapkan terima-kasih.
Salam Sejahtera
Papanya Joey
----- Original Message -----
From: Sri Wardhani Kusumawati <[EMAIL PROTECTED]>
To: <[EMAIL PROTECTED]>
Sent: Thursday, May 11, 2000 3:30 PM
Subject: RE: [balita-anda] Waspada Hantavirus
> Mungkin saya hanya menambahkan informasi yang sudah ada.
> (Informasi ini saya dapatkan dari majalah GATRA, edisi 13 Mei 2000, hal.
> 106)
> ...Virus Hantaan, pertama kali menghebohkan Korea Selatan, th 1950-an.
waktu
> itu, sejumlah tentara PBB asal AS yg ditempatkan di sana berjaga2
menghadapi
> perang Korea. Para serdadu itu tiba2 menderita demam dan nyeri otot,
disusul
> kemudian pendarahan, tekanan darah tidak stabil, lalu kejang2.
> Setelah diperiksa, ternyata mereka terkena penyakit Hemmorrhagic fever
> with renal syndrome yg dibawa hantaan. Organ tubuh yg diserang adalah
> ginjal. Karena kasus itu, orang Korea lalu menamainya Virus Seoul.
> Hantaan tergolong berbahaya, lantaran masuk ke tubuh manusia melalui
> pernapasan. Jika seseorg menghisap udara yg dikeluarkan tikus pembawa
> hantaan, maka ia bakal tertular. "Tapi bisa juga ditularkan nyamuk setelah
> menggigit tikus atau dari air seni tikus," kata Ima (tim riset balitbang).
> Gejala penyakit ini mirip dengan demam berdarah; batuk2, demam disertai
> temperatur tubuh meninggi, dan kadar trombosit sel darah yang berperan
dalam
> pembekuan berkurang drastis di bawah normal. "Masa inkubasinya sepekan,"
> ujar Dr. Agus Syahrurahman, ahli virus pada FKUI. Jika dalam sepekan tidak
> ditangani dengan baik, penderita bisa meninggal dunia.
> ...Virus ini belum terdeteksi oleh banyak dokter di Indonesia. Hantaan
> tergolong organisme hidup terkecil di antara virus2 lain.
>
> Semoga informasi tersebut berguna dan dapat membuat kita lebih waspada
> terhadap kemungkinan penyakit apapun. Terima kasih.
>
> Salam,
> dhani, bunda Raka&Rayi
>
> > ----------
> > From:
> >
[EMAIL PROTECTED][SMTP:[EMAIL PROTECTED]]
> > Reply To: [EMAIL PROTECTED]
> > Sent: 11 Mei 2000 13:01
> > To: [EMAIL PROTECTED]
> > Subject: [balita-anda] Waspada Hantavirus
> >
> > <<File: ATT129738.txt>>
> >
> >
> > Rekan-rekan,
> > Saya mendapat berita mengenai Hantavirus .... (di bawah ini saya
sertakan
> > beritanya).
> > Ada nggak yg tau lebih jauh mengenai Hantavirus ?
> > Bagaimana gejala awal bila terjangkit virus ini ?
> > Mohon sharingnya ....
> >
> > Terima kasih.
> > Mamanya Ivan
> > ---------------------- Forwarded by Yanis Ad Kurniawati/IDN/SEA/CCA on
> > 05/12/2000 01:05 AM ---------------------------
> >
> >
> >
> > Bismillahirrahmanirrahim,
> > Berita POS KOTA, Kamis, 11 Mei 2000, Hal. 1:
> >
> > Statistik : >30% tikus di Jakarta tertular virus tikus Korea atau
> > hantavirus (hantaan)
> > Sample : 4 lokasi di Kelurahan Kebon Kosong, Kebon Kacang, Tanjung
> > Priok, dan Sunda Kelapa
> > Jenis tikus : tikus rumah dan tikus got; 40,3% tikus got dan 17,7% tikus
> > rumah di Tanjung Priok terkena virus hantaan sedang di Sunda Kelapa
> > persentasenya 24,4% tikus got dan 19,2% tikus rumah.
> > Penderita : sekitar 1,1% - 1,8% penduduk di lokasi penelitian
> > Dampak : penyebab penyakit demam berdarah dengan sindrom renal
> > (haemorrhagic fever renal syndrome/HFRS) atau pendarahan ginjal.
> > Penyebaran : secara langsung (digigit) atau tidak langsung (melalui
> > vektor seperti kutu, tungou, pinjal, dan caplak)
> > Masa inkubasi : sepekan (sekitar 7 hari)
> > Peneliti : Badan Litbangkes Depkes
> >
> > Agar rekan-rekan Muslim waspada terhadap HFRS ini. Di rumah saya juga
> > ada tikus rumah dan tikus got, sudah beberapa kali membasminya namun
> > muncul lagi-muncul lagi. Mohon informasi cara memberantas tikus yang
> > efektif dan aman bagi lingkungan (apalagi ada Balita yang suka maen
> > comot/masukan ke mulut apa yang dipegang).
> >
> > Demikian semoga bermanfaat.
> >
> > Helmi Wahidi
> >
> >
> >
> >
> >
> >
>
> >> Pusing milih POP3 atau web mail? mail.telkom.net solusinya <<
> >> Belanja Info & Keperluan Balita? Klik, http://www.balitanet.or.id
> >> Info balita, http://www.balita-anda.indoglobal.com
> Etika berinternet, email ke: [EMAIL PROTECTED]
> Stop berlangganan, e-mail ke: [EMAIL PROTECTED]
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>> Pusing milih POP3 atau web mail? mail.telkom.net solusinya <<
>> Belanja Info & Keperluan Balita? Klik, http://www.balitanet.or.id
>> Info balita, http://www.balita-anda.indoglobal.com
Etika berinternet, email ke: [EMAIL PROTECTED]
Stop berlangganan, e-mail ke: [EMAIL PROTECTED]